Kementerian PUPR Bangun Rusun TNI Korem 132 Tadulako di Palu

Rusun ini terdiri dari satu tower setinggi tiga lantai dengan total hunian sebanyak 44 unit tipe 36. Rusun ini diperkirakan dapat menampung 176 orang anggota TNI beserta keluarganya.

0
80
Rusun TNI Korem 132 Tadulako di Palu
Progres pembangunan Rusun TNI Korem 132 Tadulako di Palu, Sulawesi Tengah. (dok. PUPR)

Propertyandthecity.com, Palu – Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan sedang melaksanakan proses pembangunan satu rumah susun (rusun) untuk anggota TNI yang bertugas di Korem 132 Tadulako Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah. Rusun yang dibangun dengan anggaran senilai Rp16,9 miliar ini terdiri dari 44 unit hunian tipe 36 dan dapat menampung sekitar 176 orang anggota TNI bersama anggota keluarganya.

“Kami berharap dengan dibangunnya rusun ini dapat membantu pemenuhan hunian bagi para anggota TNI di Palu. Selain itu juga dapat menunjang pelaksanaan tugas para anggota TNI dalam menjalankan tugas negara,” ujar Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Sulawesi II Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Suko Wiyono di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (14/7/2021).

Baca: Kementerian PUPR Serahterimakan Rusun Mahasiswa Undiksha Bali

Menurut Suko, pembangunan rusun yang diperuntukkan bagi TNI dilakukan karena banyak prajurit yang belum memiliki hunian yang layak. Untuk itu, Kementerian PUPR berupaya mewujudkan ketersediaan hunian layak untuk anggota TNI agar mereka optimal dalam melaksanakan tugasnya dan merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menyejahterakan prajurit TNI.

“Rusun ini nantinya akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung sehingga anggota TNI bisa fokus dalam melaksanakan tugasnya dengan baik. Keluarga anggota TNI yang tinggal di sini juga nyaman karena telah dilengkapi dengan meubelair,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Sulawesi Tengah Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sulawesi II, Rezki Agung Hakiki menyatakan, pihaknya berupaya agar kualitas bangunan rusun bisa terjaga dengan baik. Progres pembangunan di lapangan juga terus dipantau agar pelaksanaan pekerjaan bisa sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

“Kami juga terus memperhatikan aspek mutu bangunan dan memantau kontraktor pelaksana dan tukang untuk memperhatikan setiap bagian-bagian yang dikerjakan agar kualitas Rusun ini maksimal dan bernilai estetik,” katanya.

Berdasarkan data yang ada, pembangunan Rusun Korem 132 Tadulako dilaksanakan oleh Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Sulawesi Tengah Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Sulawesi II dan saat ini progres pekerjaan telah memasuki tahap pengecoran pelat untuk lantai dua dan lantai tiga. Pelaksanaan pembangunan pondasi menggunakan sistem pondasi Bor Pile.

Baca: Tahap 1 Sold Out, Metland Transyogi Luncurkan Tipe Westfield Tahap 2

Rusun ini terdiri dari satu tower setinggi tiga lantai dengan total hunian sebanyak 44 unit tipe 36. Rusun ini diperkirakan dapat menampung 176 orang anggota TNI beserta keluarganya. Setiap unit hunian Rusun akan dilengkapi dengan meubelair yang terdiri dari tempat tidur, kasur, lemari, meja dan kursi.

Anggaran pembangunan Rusun tersebut bersumber dari dana APBN Tahun 2021 sebesar Rp16,9 miliar. Kontraktor pelaksana pembangunan Rusun adalah PT Chakra Mandiri Bangunindo.

Waktu pelaksanaan pembangunan Rusun ini  diperkirakan membutuhkan waktu pelaksanaan selama 300 hari. Hingga pekan ini, proses pembangunan Rusun Korem 132 Tadulako yang berada di Jalan Dr. Abdurrahman Saleh, Kelurahan Birobuli Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu masih berjalan baik sesuai dengan rencana dan ditargetkan akan selesai pada akhir tahun ini.

Baca: Modernland Kebut Pembangunan Ruko Golf Boulevard Commercial Park di Kota Modern

“Kami berharap dengan pembangunan rusun ini akan menambah semangat anggota TNI dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan negara Indonesia. Adanya pembangunan rusun bagi anggota TNI merupakan upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan hunian yang layak huni. Apalagi saat ini lahan untuk lokasi pembangunan perumahan semakin terbatas,” terangnya.