Jakarta, propertyandthecity.com – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau langsung kesiapan Hunian Sementara (Huntara) Senen bersama Wakil Menteri BUMN Dony Oskaria. Huntara tersebut disiapkan sebagai tempat tinggal warga relokasi dari kawasan bantaran rel kereta api di Wilayah Senen yang ditargetkan siap dihuni mulai 15 Juni mendatang.
Dalam kunjungan tersebut, Maruarar memastikan seluruh fasilitas dan sarana pendukung telah dipersiapkan agar warga dapat tinggal dengan nyaman selama masa relokasi.
Hunian Senen dibangun di atas lahan seluas 1,61 hektare dengan status Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama PT Angkasa Pura Indonesia. Kawasan tersebut memiliki total 324 unit hunian dan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti toilet, mushola, dapur umum, ruang komunal, taman bermain anak, serta area parkir.
Menurut Maruarar, pembangunan hunian tidak hanya berfokus pada penyediaan bangunan fisik, tetapi juga harus menghadirkan lingkungan yang layak bagi masyarakat.
“Kami meninjau langsung kesiapan Huntara Senen yang akan menjadi tempat tinggal bagi warga yang direlokasi dari kawasan bantaran rel kereta api. Hunian ini memiliki 324 unit dan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung yang diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi para penghuni,” ujar Maruarar di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2026).
Maruarar menegaskan bahwa aspek kenyamanan, keamanan, dan pengelolaan kawasan menjadi bagian penting dalam penyediaan hunian sementara.
“Bagi kami, membangun rumah bukan hanya menyiapkan bangunannya. Yang juga penting adalah menyiapkan lingkungan yang nyaman, aman, tertata, dan memiliki pengelolaan yang baik sehingga masyarakat bisa hidup lebih layak,” katanya.
Selain memastikan kesiapan fisik bangunan, pemerintah juga menaruh perhatian terhadap proses penempatan penghuni agar tepat sasaran. Huntara tersebut diprioritaskan bagi warga yang terdampak relokasi dari bantaran rel kereta api di kawasan Senen.
Dalam kesempatan itu, Maruarar menegaskan bahwa proses pendataan dan penempatan penghuni harus dilakukan sesuai aturan agar bantuan hunian benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
“Kita sudah berjanji pada 15 Juni. Saya periksa hari ini dan besok saya akan kabarkan kepada Presiden bahwa huntara ini sudah siap. Saya juga berpesan agar penghuninya sesuai aturan dan tepat sasaran, yaitu masyarakat yang selama ini tinggal di bantaran rel kereta api. Jangan sampai tidak tepat sasaran,” tegasnya.
Pembangunan Huntara Senen merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk Kementerian PKP, Kementerian BUMN, PT KAI, PT Angkasa Pura Indonesia, PT Hutama Karya, PT PP, PT Wijaya Karya, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
“Luar biasa cepat kerjanya. Saya mengucapkan terima kasih kepada BP BUMN, PT KAI, PT Angkasa Pura Indonesia yang menyiapkan lahannya, serta kontraktor pelaksana yaitu Hutama Karya, PT PP, dan Wijaya Karya. Ini contoh kolaborasi yang baik untuk kepentingan rakyat,” ujar Maruarar.
Selama menempati huntara, warga juga tidak akan dikenakan biaya. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu masyarakat beradaptasi dengan lingkungan baru sambil tetap menjalankan aktivitas sehari-hari secara layak.
Dengan kesiapan 324 unit hunian beserta fasilitas pendukungnya, Huntara Senen diharapkan menjadi solusi sementara yang nyaman bagi warga relokasi sekaligus mencerminkan komitmen pemerintah dalam menyediakan hunian yang layak dan manusiawi bagi masyarakat.





















