Sabtu, November 7, 2026
Beranda Berita Properti BTN Cetak 863 Pengembang Baru, Perkuat Ekosistem Perumahan Nasional

BTN Cetak 863 Pengembang Baru, Perkuat Ekosistem Perumahan Nasional

0
55
BTN Cetak 863 Pengembang Baru, Perkuat Ekosistem Perumahan Nasional
BTN Cetak 863 Pengembang Baru, Perkuat Ekosistem Perumahan Nasional. (Foto dok. antaranews)

Jakarta, propertyandthecity.com — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus memperkuat perannya dalam mendorong pengembangan sektor perumahan nasional, tidak hanya melalui pembiayaan, tetapi juga melalui pembangunan kapasitas pelaku industri. Salah satunya diwujudkan melalui program Mini MBA in Property yang telah melahirkan 863 pengembang baru sepanjang periode 2016 hingga 2025.

Program yang dijalankan melalui kolaborasi dengan Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB) ini dirancang untuk mencetak pengembang yang kompeten dalam menghadirkan hunian berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

Direktur Commercial Banking BTN, Hermita, menyatakan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga membuka akses terhadap ekosistem bisnis properti yang lebih luas.

“Lulusan Mini MBA in Property tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga akses ke kredit konstruksi BTN, pembinaan pembiayaan UMKM di klaster perumahan, hingga business matching dengan pelaku usaha dalam ekosistem perumahan,” ujarnya.

Dalam Wisuda Mini MBA in Property Tahun 2026, BTN mencatat bahwa sepanjang 2025 saja, sebanyak 71 pengembang baru telah dilahirkan melalui Batch 23, Batch 24, dan Batch Makassar. Angka ini menunjukkan konsistensi program dalam menciptakan pelaku baru di industri properti.

BTN melihat sektor perumahan masih memiliki potensi besar, terutama didorong oleh kebutuhan hunian yang terus meningkat di berbagai daerah. Dukungan pemerintah melalui berbagai skema pembiayaan dan subsidi turut memperkuat prospek sektor ini dalam jangka panjang.

Lebih dari itu, sektor perumahan dinilai memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Hermita mengungkapkan bahwa setiap investasi sebesar Rp1 triliun di sektor ini berpotensi menciptakan hingga 8.000 lapangan kerja, mengingat industri properti menyerap hingga 90 persen bahan baku lokal.

“Ini menunjukkan bahwa sektor perumahan bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga penggerak ekonomi nasional,” katanya.

Sepanjang 2025, para alumni program Mini MBA in Property juga telah mencatatkan kerja sama pembiayaan dan pendanaan dengan BTN senilai Rp35,3 miliar. Capaian ini mencerminkan bahwa program tersebut tidak berhenti pada pendidikan, tetapi berlanjut pada implementasi nyata di lapangan.

Ke depan, BTN berkomitmen untuk terus memperkuat program ini sebagai bagian dari strategi beyond mortgage, dengan membangun ekosistem perumahan yang lebih terintegrasi. Program Mini MBA in Property Batch 25 dijadwalkan akan dimulai pada 11 April 2026 di Jakarta.

Baca Juga: Permintaan Ruang Usaha Bergeser ke Proyek Skala Besar, Investor Incar Mega Distrik

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya SBM ITB, Prof. Donald Crestofel Lantu, menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai pembelajaran yang aplikatif dan transformatif. Peserta menjalani 63 jam pembelajaran intensif dengan kurikulum yang mencakup empat pilar utama bisnis properti, yakni Business Model & Market, Finance & Risk, Project & Operation, serta Regulation & Law.

“Melalui studi kasus dan pembelajaran langsung dari praktisi, peserta tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga jejaring dan mentor. Harapannya, mereka mampu menjadi pelaku industri yang tidak hanya membangun rumah, tetapi juga membangun kehidupan,” ujarnya.

Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi industri properti nasional, di tengah tantangan backlog perumahan yang masih tinggi serta kebutuhan akan pengembang yang tidak hanya produktif, tetapi juga berkualitas dan berkelanjutan. (*)

+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini