BRI Syariah Gelar Akad Massal 2.500 KPR Sejahtera FLPP

0
258
akad massal online bri syariah
BRI Syariah menggelar akad serentak 2.500 KPR Subsidi FLPP secara online. (dok. PPDPP)

Propertyandthecity.com, Jakarta – PT Bank BRI Syariah Tbk (BRIS) menggelar akad serentak 2.500 KPR Subsidi FLPP (Subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan. Kegiatan serentak di 40 kota 16 provinsi di Indonesia tersebut dilaksanakan secara virtual pada Selasa (21/7/2020).

Melalui kegiatan akad massal tersebut, BRI Syariah telah merealisasikan 92% dari kuota FLPP yang diberikan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) tahun ini yakni 8.700 unit.

Baca: BRI Gelar Akad Kredit Massal Bagi 500 Calon Debitur KPR FLPP

“Kami berharap ada penambahan kuota pada semester II tahun ini. Kami siap menyalurkan itu, apalagi dengan adanya aplikasi Sikasep dan Sikumbang yang dikembangkan PPDPP,” ujar Direktur Bisnis Ritel BRI Syariah, Fidri Arnaldy, seperti dipublikasikan PPDP.

Ia menambahkan, BRI Syariah sejak tahun 2012 telah menjadi penyalur FLPP. Hingga tahun 2020, BRI Syariah menjadi bank syariah dengan penyaluran FLPP terbesar.

Tahun 2020 BRI Syariah memperoleh 8.700 unit kuota atau senilai Rp933,6 miliar. Hingga Juni, itu sudah direalisasikan 5.544 unit atau Rp747,9 miliar atau 60% dari kuota.

Melalui penandatanganan akad serentak ini, maka total unit yang telah disalurkan BRI Syariah adalah sebanyak 8.044 unit atau senilai Rp812 miliar atau setara 92% dari kuota.

Sejak awal tahun 2020 ini, Kementerian PUPR telah menerapkan aplikasi Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep) dan Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang) dimana seluruh alur bisnis penyaluran bantuan ini dilakukan secara online guna meminimalisir tatap muka.

Direktur Utama PPDPP, Arief Sabaruddin berharap adanya peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat setelah menerima bantuan rumah subsidi dari pemerintah ini. Menurutnya hal ini bisa diwujudkan dengan tersedianya rumah subsidi yang berkualitas bagi masyarakat.

“Dengan kondisi saat ini rumah adalah segalanya, dengan kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi komunikasi, rumah juga sekaligus bisa menjadi sekolah, kantor, tempat ibadah, tempat usaha dan lain-lain. Dengan memanfaatkan teknologi komunikasi yang ada, peluang MBR untuk menjadi lebih sejahtera dapat terwujud, sehingga nilai manfaat dari program bantuan rumah subsidi ini ke depannya juga bisa dinikmati oleh saudara-saudara kita lainnya,” ujarnya.

Baca: Djoko Yoewono: KPR Program Atau FLPP Tetap Berjalan

Selain itu, kata dia, rumah adalah salah satu kebutuhan utama manusia, sehingga terpenuhinya kebutuhan rakyat akan rumah menjadi indikator kesejahteraan suatu negara.

“Pemerintah harus bisa menyediakan rumah subsidi yang berkualitas bagi MBR sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan penghuninya, karena berangkat dari rumah yang sejahteralah negara kita akan sejahtera,” imbuhnya.