BRI Gelar Akad Kredit Massal Bagi 500 Calon Debitur KPR FLPP

Per 17 Juni 2020 realisasi penyaluran FLPP yang dilakukan BRI menduduki peringkat enam besar dari 42 bank pelaksana penyalur FLPP tahun 2020, yaitu sebesar Rp151,4 miliar atau 1.452 unit rumah.

0
357
akad kredit massal bank bari
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menggelar akad kredit massal yang diikuti sebanyak 500 calon debitur KPR FLPP pada Jum’at (19/6/2020).

Propertyandthecity.com, Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menggelar akad kredit massal yang diikuti sebanyak 500 calon debitur KPR FLPP pada Jum’at (19/6/2020) lalu.

Kegiatan yang diselenggarakan melalui aplikasi video daring Zoom tersebut dilaksanakan serentak di 6 kota di Indonesia, yaitu Medan, Malang, Banjarmasin, Makassar, Manado, dan Jayapura.

Baca: Aplikasi SiKumbang Diminati Pengembang, Setiap Hari Lebih dari 1.000 Hunian Didaftarkan

Kegiatan akad kredit massal ini dikabarkan akan dilaksanakan dalam beberapa gelombang, dengan total bantuan yang akan disalurkan secara keseluruhan mencapai 1.500 calon debitur.

Sejak awal tahun 2020 ini, Kementerian PUPR telah menerapkan aplikasi Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep) dan Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang). Keduanya dikelola oleh Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR, dimana seluruh alur bisnis penyaluran bantuan ini dilakukan secara online guna meminimalisir tatap muka.

Dengan demikian, sehingga proses penyaluran bantuan rumah subsidi masih dapat berjalan dengan normal meski pandemic Covid-19 masih menghantui negeri ini.

Direktur Utama PPDPP, Arief Sabaruddin yang juga hadir dalam kegiatan akad kredit massal KPR Subsidi FLPP yang diselenggarakan oleh Bank BRI secara daring tersebut berharap adanya peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat setelah menerima bantuan rumah subsidi dari pemerintah ini.

Hal ini menurutnya bisa diwujudkan dengan tersedianya rumah subsidi yang berkualitas bagi masyarakat.

Baca: CCB Indonesia Masih Fokus di Properti Primer

“Dengan kondisi saat ini rumah adalah segalanya, dengan kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi komunikasi, rumah juga sekaligus bisa menjadi sekolah, kantor, tempat ibadah, tempat usaha dan lain-lain. Dengan memanfaatkan teknologi komunikasi yang ada, peluang MBR untuk menjadi lebih sejahtera dapat terwujud, sehingga nilai manfaat dari program bantuan rumah subsidi ini ke depannya juga bisa dinikmati oleh saudara-saudara kita lainnya,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, rumah adalah salah satu kebutuhan utama manusia, sehingga terpenuhinya kebutuhan rakyat akan rumah menjadi indikator kesejahteraan suatu negara.

“Pemerintah harus bisa menyediakan rumah subsidi yang berkualitas bagi MBR sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan penghuninya, karena berangkat dari rumah yang sejahteralah negara kita akan sejahtera,” imbuhnya.

Arief juga tidak bosan mengingatkan kepada seluruh stakeholder program pembiayaan KPR subsidi agar mendukung program pemerintah dalam penerapan aplikasi SiKasep dan SiKumbang dalam peroses penyaluran KPR Subsidi.

Hal ini menurut dia, dapat memudahkan masyarakat untuk mengakses bantuan program rumah subsidi dari pemerintah.

Hingga saat ini, realisasi BRI sudah lebih dari separuh perjalanan dari target tahun 2020 yang ditetapkan sebesar 3.000 unit rumah atau dengan nilai Rp321,9 miliar.

Baca: Cicilsewa Luncurkan #AkadSewaFromHome

Per 17 Juni 2020 realisasi penyaluran FLPP yang dilakukan BRI menduduki peringkat enam besar dari 42 bank pelaksana penyalur FLPP tahun 2020, yaitu sebesar Rp151,4 miliar atau 1.452 unit rumah.