Jakarta, Propertyandthecity.com — Alam Sutera Group melihat pembeli milenial dan kalangan pekerja swasta masih menjadi pasar penting bagi produk residensial, terutama pada rentang harga Rp1 miliar hingga Rp2,5 miliar. Pada segmen ini, sekitar 70-80 persen transaksi menggunakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Hal tersebut menjadi salah satu latar belakang penyelenggaraan Alam Sutera Group Expo 2026 pada 8-13 September 2026 di Main Atrium 2 Lippo Mall Puri, Jakarta Barat.
Corporate Strategic Marketing Division Head Alam Sutera Group Stephanus mengatakan pembeli pada rentang harga tersebut cenderung mencari skema pembiayaan dengan periode bunga tetap yang cukup panjang.
“Pembeli kami kebanyakan milenial dan kebanyakan pegawai swasta. Makanya KPR kami sangat besar, sekitar 70-80 persen,” ujar Stephanus.
Menurut dia, skema yang paling banyak diminati adalah bunga tetap selama lima tahun, sementara tenor keseluruhan KPR umumnya dapat mencapai 10 hingga 15 tahun, tergantung kebijakan bank.
“Makanya kami ajak perbankan, saya ngejarnya itu fix lima tahun. Karena mostly market-nya mereka mengambil yang fix lima tahun,” katanya.
Harga Rp1-2,5 Miliar Dominasi Pasar Residensial
Stephanus mengatakan produk residensial masih memiliki porsi lebih besar dibandingkan properti komersial dalam portofolio yang dipasarkan melalui expo.
Rentang harga Rp1 miliar-Rp2,5 miliar menjadi salah satu pasar yang dominan, terutama untuk konsumen yang mencari rumah pertama.
Sementara pada segmen sekitar Rp4 miliar ke atas, pola pembelian mulai berbeda. Menurut dia, transaksi tunai lebih banyak ditemukan pada kelompok konsumen yang lebih mapan dan umumnya tidak lagi membeli rumah pertama.
“Yang cash justru market lebih tinggi. Market Rp4 miliar ke atas lebih banyak cash,” ujarnya.
Bagi konsumen milenial, Stephanus menyebut terdapat tiga faktor yang paling banyak dipertimbangkan ketika memilih hunian, yakni akses, lokasi, dan cara pembayaran.
Karena itu, Alam Sutera Group terus meluncurkan produk baru untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pasar, baik pada segmen residensial maupun komersial.
Expo Terbesar yang Digelar Alam Sutera
Alam Sutera Group Expo merupakan agenda tahunan. Namun, Stephanus menyebut penyelenggaraan tahun ini memiliki skala lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut dia, pasar yang muncul dari penggabungan berbagai proyek Alam Sutera Group dalam satu pameran dinilai cukup besar sehingga perusahaan memberi perhatian lebih khusus terhadap acara tersebut.
Expo tahun ini mengusung tema “The Garden of Opportunities” dan menampilkan sejumlah proyek seperti Suvarna Sutera, Sutera Nexen, EleVee, Ayodhya, The Gramercy, Sutera Rasuna, serta berbagai produk di kawasan Alam Sutera Serpong.
Sales & Marketing Director Alam Sutera Group Lilia S. Sukotjo mengatakan expo tersebut dirancang untuk mempertemukan berbagai pilihan hunian, investasi, dan solusi pembiayaan.
“Kami berharap setiap pengunjung dapat menemukan pilihan terbaik untuk memiliki hunian impian, mengembangkan investasi properti, maupun memperoleh solusi pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujar Lilia.
Baca Juga: Pemerintah Dorong Penataan Lahan Pangan dan Perumahan agar Tak Saling Berbenturan
Gandeng Perbankan, Bunga Mulai 3,3 Persen
Untuk mendukung transaksi, Alam Sutera Group menggandeng sejumlah bank, antara lain BCA, Bank Mandiri, BSI, CIMB Niaga, BRI, dan Bank Danamon.
Program yang ditawarkan mencakup suku bunga khusus mulai 3,3 persen, bebas biaya administrasi dan provisi, serta sejumlah keuntungan lain sesuai ketentuan masing-masing bank.
Pengunjung juga memperoleh sejumlah program promosi, mulai dari diskon hingga 20 persen untuk unit tertentu, voucher perjalanan hingga Rp20 juta, voucher menginap di Hotel Tentrem Jakarta dan Hotel Mercure Alam Sutera, serta cashback hingga 5 persen.
Menurut Stephanus, kemudahan cara pembayaran menjadi semakin penting karena pembeli rumah pada segmen menengah masih sangat bergantung pada KPR.
Mulai Masuk Pasar Gudang
Selain residensial, Alam Sutera Group mulai menambah produk komersial. Salah satunya berupa gudang di Sutera Nexen Business Park, Balaraja Timur.
Stephanus mengatakan pengembangan tersebut dilakukan setelah melihat kebutuhan ruang pergudangan di wilayah Balaraja.
Produk gudang tersebut ditawarkan dengan kisaran harga sekitar Rp6 miliar dengan luas sekitar 200 hingga 600 meter persegi.
“Gudang pertama kali kita launching karena ada kebutuhan gudang di daerah Balaraja,” katanya.
Perusahaan juga meluncurkan produk ruko di Suvarna Sutera.
Stephanus mengatakan kinerja penjualan Alam Sutera Group hingga saat ini masih berjalan sesuai rencana. Namun, ia belum menyampaikan angka realisasi marketing sales semester I 2026 dan memilih menunggu publikasi resmi perusahaan.
Menurut dia, menjaga momentum pasar bukan semata dilakukan dengan meningkatkan jumlah produk yang diluncurkan, tetapi memastikan produk tersebut sesuai dengan kebutuhan konsumen.
“Kalau dari Alam Sutera Group, kita keep continue untuk launching produk, biar tetap menyesuaikan kebutuhan market-nya sendiri,” ujarnya. (*)
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung





















