ABU DHABI ADA JALAN PAK JOKOWI

0
176

Pemberian nama jalan untuk Pak JOKOWI diharapkan makin meningkatkan hubungan Abu Dhabi dan Jakarta. Negeri kaya Abu Dhabi juga tidak lepas dari pukulan pandemi.

Baca juga, Metland Hadirkan Beragam Promo di Pameran BlanjaProperti’21

Kalau Anda dan keluarga kebetulan sedang berlibur ke Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, jangan kaget kalau terpampang ada nama jalan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang tertulis dalam bahasa Inggris President Joko Widodo Street dan terutlis juga dalam Bahasa Arab. Ya, bolehlah kita bangga nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) diabadikan sebagai nama jalan di Kota Abu Dhabi, kota yang selalu menjadi idola kunjungan wisatawan dari berbagia belahan dunia. President Joko Widodo (Jokowi) Street berada di lokasi strategis, di salah satu ruas jalan utama di daerah pameran yaitu membelah Abu Dhabi National Exhibition Center (ADNEC) dengan kawasan kantor perwakilan diplomatik asing.

Jalan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang diresmikan pada Oktober 2020 ini, berada di salah satu ruas jalan utama, yang membelah ADNEC (Abu Dhabi National Exhibition Center) dengan Embassy Area, kawasan yang ditempati sejumlah Kantor Perwakilan Diplomatik. Peresmian President Joko Widodo (Jokowi) Street yang dipimpin oleh Chairman Abu Dhabi Executive Office Sheikh Khalid bin Mohammed bin Zayed Al Nahyan, menandakan makin dekatnya hubungan diplomatik Indonesia dengan Uni Emirat Arab (UEA). Hubungan ekonomi diharapkan menguntungkan kedua negara. Indonesia berharap banyak dari Abu Dhabi untuk investasi di berbagai sektor. Maklum, sebagai negara kaya minyak, investasi Abu Dhabi banyak ditunggu banyak negara.

UEA adalah sebuah federasi dari tujuh emirat Arab yaitu Abu Dhabi, Ajman, Dubai, Fujairah, Ras al-Khaimah, Sharjah dan Umm al-Qaiwain. Dibentuk pada Desember 1971, awalnya UEA hanya enam emirat yang tergabung dalam federasi. Satu tahun kemudian Ras al-Khaimah bergabung ke dalam federasi, sehingga menjadi tujuh anggota federasi. Kota Abu Dhabi didaulat sebagai ibukota UEA, negara yang diberkahi minyak bumi yang berlimpah.

Ada dua kota yang populer dan paling dikenal di UEA yaitu Abu Dhabi dan Dubai. Dua kota ini yang mejadi surganya wisatawan dari berbagai belahan dunia yang ingin menikmati dunia Arab yang sudah modern, berkah dari minyak bumi. Kota Abu Dhabi sebagai ibukota negara terus disaingi oleh Kota Dubai dengan berbagai proyek bangunan megah dan modern sentuhan barat, seperti Burj Khalifa. Sedangkan Abu Dhabi sebagai ibukota negara UEA dan pemerintahan tampak lebih tenang karena mayoritas penduduknya masih mempertahankan budaya Arab. Walapun demikian sentuhan modern tetap bisa dirasakan di Abu Dhabi. Di jamin Anda tidak
ingin lekas-lekas meninggalkan Abu Dhabi karena lokasi-lokasi wisata yang bertebaran di Abu Dhabi.

Lihat saja sircuit F1The Abu Dhabi Grand Prix yang menjadi ajang lomba jet darat Formula Satu. Setiap tahun ribuan wisatawan penggemar F1 akan datang ke Abu Dhabi untuk menyaksikan lomba balap F1. Nah, buat penggemar team F1 Ferrari bahkan dimanjakan dengan taman hiburan Ferrari World Abu Dhabi yang lokasinya berdekatan dengan sircuit FI. Ferrari World, luasnya 86 ribu meter persegi, yang diresmikan pada November 2010 telah beberapa kali menyabet gelar objek wisata unggulan
di Timur Tengah. Tentu saja daya tarik di Ferrari World selain koleksi mobil-mobil keluaran merek Ferrari, pengunjung juga bisa menikmati sensasi rollercoaster tercepat di dunia.

Kalau Anda sudah memasukkan Palm Jumeirah Dubai sebagai salah satu tempat yang akan Anda datangi, rasanya kurang afdol kalau Anda juga tidak menyambangi Saadiyat Island Abu Dhabi. Sama-sama pulau buatan, baik Palm Jumeirah maupun Saadiyat Island menawarkan berbagai lokasi wisata yang menarik. Pantainya menjadi salah satu daya tarik untuk berselancar angin, berlayar dengan perahu layar. Magnet lainya di Saadiyat Island adalah Museum Louvre Abu Dhabi, yang merupakan kembaran Louvre di Paris.

Pulau buatan lainnya yang tidak kalah menarik dikunjungi adalah Yas Island di Abu Dhabi. Di sini terdapat Yas Waterworld, Yas Marina, Yas Beach, Yas Mall Abu Dhabi. Nah, buat Anda yang doyan belanja Yas Mall Abu Dhabi layak Anda sambangi. Mungkin ada yang bisa dibeli untuk oleh-oleh keluarga atau teman. Mal dengan luas 235 ribu meter persegi ini menjadi mal terbesar kedua di UEA setelah Dubai Mall.

Berkah dari minyak bumi membuat UEA menjadi salah satu negara kaya di dunia. UEA ada diperingkat ke-8 sebagai produsen minyak dunia dengan produksi lebih dari 3 juta barrel per hari. Dari tujuh federasi anggota UEA, Abu Dhabi memiliki cadangan minyak bumi yang terbesar, sehingga paling berpengaruh dalam kebijakan ekspor minyak UEA. Walaupun demikian, tidak berarti ekonomi UEA tidak merasakan imbas dari wabah Covid-19. Ekonomi UEA yang banyak mengandalkan dari bisnis pariwisata, selain minyak, merasakan pukulan yang berat akibat pandemi Covid-19.

Dikutip dari reuters.com, produk domistik bruto (PDB) Abu Dhabi diperkirakan akan mengalami penurunan sebesar 7,5 persen tahun 2020 ini. Kondisi ini terjadi akibat produksi minyak bumi yang tertekan akibat dampak dari wabah Covid-19.

Pariwisata Abu Dhabi, seperti juga kota-kota lainnya, ikut terpukul akibat wabah Covid-19. Padahal sejak kejatuhan harga minyak global tahun 2015, pariwisata telah menjadi alternatif penting sebagai pengganti eskpor minyak yang selama ini menjadi andalan Abu Dhabi. Menurut Indeks Kota Tujuan Global Mastercard 2017, pariwisata Abu Dhabi tumbuh 18,9 persen antara tahun 2009 hingga 2016. Tercatat Abu Dhabi sebagai kota dengan pertumbuhan tercepat ke-4 di dunia. Dikutip dari CNBC Indonesia, wisatawan yang menginap di hotel-hotel di Abu Dhabi meningkat 10 persen di tahun 2018 dibandingkan tahun 2017. Sementara pada tahun 2019 jumlah kunjungan wisatawan ke Abu Dhabi tercatat 11,35 juta. Wabah pandemi dipastikan akan memukul bisnis pariwisata Abu Dhabi sampai akhir tahun 2020.

Tidak ingin terpuruk lebih dalam, beberapa langkah ditempuh Abu Dhabi untuk mendongkrak kunjungan wisman. Salah satunya mencabut sistem yang mewajibkan pembeli minuman beralkohol memiliki lisensi. Sebelumnya setiap individu yang ingin membeli atau memiliki minuman alkohol harus memiliki lisensi. Dengan aturan baru ini, diharapkan dapat mendongkrak kunjungan wisatawan. Dubai sendiri sudah lebih dulu melonggarkan aturan minuman alkohol ini. Tidak ingin berlama-lama bulan September kemarin, Abu Dhabi sudah mulai membuka pintu bagi wisatawan asing yang ingin masuk. Sebelumnya sejak Maret Abu Dhabi menutup pintu bagi wisatawan asing ketika wabah pandemi mulai menyebar secara global.

Bisnis properti setali tiga uang nasibnya di Abu Dhabi. Dampak dari pandemi membuat tingkat hunian turun. Ini mendorong pemerintah Abu Dhabi memutar otak mencari celah untuk membangkitkan sektor properti. Informasi terbaru Abu Dhabi akan memberikan izin bagi warga asing (WNA) untuk mendapatkan hak memiliki lahan properti. Dikutip dari laman Bisnis.com, pemerintah Abu Dhabi akan memberikan izin bagi perusahaan dan perorangan untuk membuat pengajuan hak milik di 30 wilayah yang sudah ditentukan.

Sebelumnya bagi WNA diberlakukan pembatasan untuk sewa tanah selama 99 tahun. Ini adalah suatu terobosan karena sebelumnya Abu Dhabi sangat ketat memberlakukan pembatasan hak milik lahan untuk WNA. Bandingkan dengan Dubai yang sudah memberikan izin kepemilikan lahan untuk WNA sejak tahun 2002. Kebijakan terbaru Abu Dhabi ini diharapkan bisa membangkitkan Kembali pasar properti yang sudah merosot sejak harga minyak anjlok di tahun 2014. Ditambah lagi kondisi saat ini pandemi yang membuat kunjungan wisatawan asing menurun.

Falah Al Ahbabi, Director General Department of Urban Planning and
Municipalities Abu Dhabi, mengatakan, perubahan aturan tersebut
akan memberikan izin bagi pemilik properti untuk memiliki hak
lahan dan untuk mengajukan kredit pemilikan hunian, menjualnya,
mewariskannya, dan menikmati hak milik penuh.

Berbagai kebijakan di Abu Dhabi untuk mengundang investasi patut dijadikan contoh. Sebagai negara Islam di Timur Tengah, Abu Dhabi tidak tabu melakukan terobosan-terobosan kebijakan. Jakarta bisa belajar banyak mana yang terbaik dari Abu Dhabi. ● [dari berbagai sumber]