Top 5 This Week

Related Posts

Imbas Rupiah Jumat Pagi Terus Melemah: Tiket Pesawat Mahal, Minat WNI Travelling ke Luar Negeri Ikut Merosot

PropertyandTheCity.com, Jakarta– Nilai tukar rupiah hari ini bergerak melemah sebesar 13 poin atau 0,07 persen terhadap mata uang Amerika Serikat (AS). Kurs rupiah merosot menjadi Rp18.095 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Jumat pagi.

Kurs rupiah melemah dibandingkan kurs pada penutupan transaksi sebelumnya di level Rp18.082 per dolar AS. Sebelumnya, selama hampir dua pekan, kurs rupiah menguat terhadap mata uang AS. Nilai tukar rupiah kemarin juga bergerak menguat 98 poin atau 0,54 persen terhadap dolar AS.

Pada pembukaan perdagangan, Kamis (5/11) pagi, kurs rupiah naik menjadi Rp18.070 per dolar AS dibandingkan kurs rupiah sebelumnya di level Rp18.168 per dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu sore.

Bahkan pada penutupan perdagangan Kamis sore, nilai tukar rupiah bergerak menguat 86 poin atau 0,47 persen menjadi Rp18.082 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.168 per dolar AS.

Sementara, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia justru bergerak menguat ke level Rp18.094 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.140 per dolar AS.

Travelling Jadi Makin Mahal

Harga tiket pesawat itu makin tinggi, Menyusul terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan mata uang sejumlah negara maju dan berkembang lainnya, berdampak pada harga tiket pesawat komersial yang semakin melangit.

Tak pelak, situasi itu membuat minat perjalanan luar negeri orang Indonesia menurun. Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis awal pekan ini, pada September 2026 jumlah perjalanan wisatawan Indonesia menurun baik secara bulanan (mtm), tahunan (yoy), maupun tahun kalender (ctc).

Sepanjang Januari-September 2026 (ctc), jumlah perjalanan orang Indonesia ke luar negeri tercatat sebanyak 6,51 juta perjalanan, atau menurun 4,60 persen dibandingkan Januari-September 2025.

Pada September 2026, jumlah perjalanan wisatawan nasional mencapai 600,61 ribu perjalanan, turun 6,69 persen dibandingkan Agustus 2026 (mtm), dan turun 13,69 persen dibandingkan September 2025 (yoy).

Negara-negara di kawasan ASEAN masih mendominasi dalam daftar 10 negara yang paling banyak wisatawan nasional, dengan Malaysia menjadi negara tujuan utama (28,03 persen) atau turun 4,61 persen poin (mtm).

Setelah Malaysia, terdapat 9 negara lainnya yang menjadi tujuan perjalanan wisatawan nasional terbanyak. Yaitu, Arab Saudi, Singapura, Tiongkok, Timor Leste, Thailand, Jepang, Vietnam, Australia, dan Korea Selatan.

Arab Saudi dan Singapura masing-masing menyumbang 17,82 persen dan 12,96 persen dari total perjalanan wisnas, turun dari 18,58 persen dan 14 persen pada bulan sebelumnya.

Kemudian berturut-turut diikuti Tiongkok (6,16 persen), Timor Leste (3,18 persen), Thailand (4,80 persen), Jepang (2,29 persen), Vietnam (2,32 persen), Australia (2,42 persen), Korea Selatan (1,73 persen), dan negara lainnya 11,88 persen.

Kunjungan wisatawan nasional ke Thailand, Vietnam dan Australia mengalami penurunan secara bulanan (mtm), namun ke tiga negara lainnya meningkat dan ke Jepang stabil. Juga meningkat kunjungan wisnas ke kelompok negara lainnya.

+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles