Purwakarta, Propertyandthecity.com – Hadir sebagai salah satu pilihan hunian komersial terjangkau di Purwakarta, Hunian Warisan Bangsa (HWB) mulai menyerahkan 1.500 unit rumah kepada konsumen. Tak hanya menawarkan rumah dengan harga mulai Rp98 juta, kawasan yang dikembangkan LippoLand ini juga dilengkapi berbagai fasilitas untuk mendukung kehidupan sosial dan aktivitas ekonomi penghuninya.
Serah terima unit digelar di Balai Nusantara HWB Purwakarta, Sabtu (31/10/2026). Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Purwakarta Entin Suryatin, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Didi Garnadi, Camat Bungursari Wita Gusrianita, Kepala Desa Karangmukti Endin Jaenudin, serta jajaran manajemen HWB Purwakarta.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Purwakarta Entin Suryatin mengapresiasi perkembangan pembangunan HWB Purwakarta yang telah memasuki tahap serah terima. Ia berharap proses pembangunan dan penyerahan unit dapat terus berjalan sehingga semakin banyak masyarakat memiliki akses terhadap hunian yang layak dan nyaman.
Dukungan terhadap pengembangan kawasan juga disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Purwakarta Didi Garnadi. Menurutnya, keberadaan infrastruktur seperti jalan dan saluran drainase perlu diperhatikan untuk menunjang kenyamanan penghuni sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.
Sementara itu, Camat Bungursari Wita Gusrianita menilai HWB Purwakarta berpotensi tumbuh menjadi pusat aktivitas baru di wilayahnya. Kehadiran kawasan hunian ini diharapkan dapat menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus menambah pilihan tempat beraktivitas dan rekreasi bagi warga.
Kepala Desa Karangmukti Endin Jaenudin juga berharap pengembangan HWB dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, terutama melalui terbukanya peluang usaha dan interaksi sosial. Ia berharap warga baru dan masyarakat setempat dapat hidup berdampingan dengan baik serta bersama-sama menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan.

Antusiasme warga saat mengikuti rangkaian acara serah terima 1.500 unit rumah Hunian Warisan Bangsa (HWB) di Balai Nusantara, Purwakarta, Sabtu (31/10/2026). Dok. LippoLand.
Tak Hanya Rumah, HWB Bangun Fasilitas Penunjang Kawasan
Deputy COO Hunian Warisan Bangsa I Putu Adi Sastrawan mengatakan, pengembangan HWB Purwakarta tidak hanya berfokus pada pembangunan unit rumah, tetapi juga menciptakan lingkungan yang dapat mendukung kehidupan keluarga dalam jangka panjang.
“Apa yang kami bangun bukan hanya rumah, tetapi lingkungan tempat keluarga dapat membangun kehidupan dan masa depan mereka. HWB Purwakarta dibangun untuk manusia, diilhami oleh komunitas, dan dibentuk untuk masa depan,” kata Putu, Senin (2/11/2026).
Salah satu fasilitas yang tersedia adalah Masjid Tajug Istimewa Nusantara. Masjid yang diresmikan pada 30 Januari 2026 tersebut berdiri di atas lahan sekitar 240 meter persegi dan mampu menampung kurang lebih 150 jemaah.
Selain itu, terdapat Balai Nusantara yang digunakan untuk berbagai kegiatan warga. Area ini menjadi tempat penyelenggaraan bazar kuliner, pasar malam, pertunjukan musik, kegiatan mewarnai anak, senam, tari tradisional, hingga aktivitas bersepeda.
Berbagai kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana interaksi antarwarga, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan serta memasarkan produknya.
HWB Purwakarta juga menghadirkan area komersial Griya Niaga yang terdiri atas ruko tiga lantai berukuran 4 x 12 meter. Deretan ruko menghadap boulevard selebar 16 meter dan dilengkapi balkon serta jaringan listrik bawah tanah.
Sejumlah fasilitas usaha telah beroperasi di kawasan tersebut, antara lain Toko MAMA, FmX, Bank Nobu, serta pusat kuliner dan UMKM. Kehadiran area komersial ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan penghuni sekaligus menghidupkan kegiatan ekonomi di dalam kawasan.
Raih Pengakuan Rumah Komersial Dua Lantai Termurah se-Indonesia
Sebelumnya, HWB Purwakarta telah memperoleh pengakuan dari Indonesia Property Watch (IPW) melalui Indonesia Property Record. Pada 22 September 2026, kawasan ini menerima penghargaan dalam kategori Rumah Komersial (Non-Subsidi) Dua Lantai dengan Harga Paling Terjangkau se-Indonesia.
Penghargaan tersebut diserahkan CEO Indonesia Property Watch (IPW) sekaligus konsultan properti nasional Ali Tranghanda kepada Partner HWB Purwakarta Iwang Prejady di HWB Serang, Banten.
Ali Tranghanda menilai, keterjangkauan hunian perlu dilihat bersama dengan lokasi dan kualitas lingkungan yang mendukung kehidupan penghuninya. Menurutnya, persoalan perumahan bukan hanya mengenai jumlah rumah yang dibangun, tetapi juga bagaimana hunian dapat dijangkau masyarakat yang membutuhkan dan berada di lokasi yang mendukung aktivitas sehari-hari.
“Model hunian seperti HWB Purwakarta menunjukkan bahwa hunian komersial yang terjangkau dapat dikembangkan dengan pendekatan secara terukur dengan tetap memperhatikan kualitas lingkungan serta kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
HWB Purwakarta merupakan proyek hunian yang dikembangkan LippoLand melalui PT Hunian Warisan Bangsa sejak akhir 2025. Sejak peluncuran tahap pertama pada Februari 2026, penjualan rumah di kawasan ini telah mencapai lebih dari 1.000 unit. Jika dihitung secara keseluruhan, jumlah unit yang terjual bahkan telah melampaui 2.000 unit.
HWB Purwakarta menawarkan pilihan rumah dengan satu, dua, hingga tiga kamar tidur. Setiap tipe dirancang dengan memperhatikan fungsi ruang, pencahayaan alami, sirkulasi udara, serta ketersediaan area parkir untuk menunjang kebutuhan penghuni.
Untuk memudahkan masyarakat memiliki hunian, HWB Purwakarta juga menyediakan skema cicilan mulai dari sekitar Rp600.000 per bulan dengan tenor hingga 40 bulan, sesuai ketentuan yang berlaku. Di sisi lain, LippoLand turut membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha melalui program kemitraan yang menjadi bagian dari pengembangan kawasan HWB Purwakarta.
Dalam jangka panjang, kawasan HWB Purwakarta direncanakan dapat menampung lebih dari 30.000 penduduk. Melalui pembangunan rumah dan fasilitas pendukungnya, HWB diharapkan dapat berkembang sebagai kawasan hunian yang tidak hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga ruang bagi aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Baca Juga: KUR Perumahan Tembus Rp 29,1 Triliun, Data IPW: KPR Masih Dominan di Pasar Perumahan





















