Prospek Hunian di TOD
Pengembangan sebuah kawasan dengan konsep TOD menjadi solusi untuk penataan perkotaan karena akan mengoptimalkan fungsi lahan yang semakin terbatas dan mahal dengan basis transportasi publik di kawasannya.
Demikian halnya dengan hunian yang dikembangkan dalam kawasan TOD tersebut, sangat penting diterapkan, terutama di wilayah perkotaan yang sudah cukup padat penduduk, mengingat keterbatasan lahan hunian yang tersedia, serta tingginya angka backlog
perumahan.
Konsep hunian TOD merupakan jawaban akan kebutuhan masyarakat urban di kota-kota besar yang memiliki tingkat mobilisasi tinggi dalam kegiatan sehari-hari. “Hunian TOD tidak terlepas dari konsep compact cities dimana segala macam fasilitas publik dikembangkan secara terpadu dan saling terintegrasi untuk memudahkan penghuninya dalam beraktivitas,” kata Budi Saddewa Soediro, Direktur Utama Perum
Perumnas.
Adanya potensi pengembangan bisnis hunian terintegrasi di simpul-simpul transportasi massal mendorong banyak developer untuk membangun. Khususnya di Jabodetabek, beberapa pengembang seperti Perum Perumnas, Adhi Commuter Properti juga MRT Jakarta sudah dan sedang mengembangkan kawasan TOD yang juga terintegrasi dengan hunian vertikal.
Perum Perumnas, misalnya, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini lebih fokus membangun apartemen yang menempel dengan stasiun KRL Commuter Line. Beberapa proyek tersebut, yakni Samesta Mahata Serpong di Stasiun Rawabuntu Tangerang Selatan, Samesta Mahata Margonda di Stasiun Pondok Cina Depok, Samesta Mahata Tanjung Barat Jakarta dan Samesta Parayasa di stasiun baru Parayasa Bogor. Untuk proyek yang terakhir, Perum Perumnas telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengenai Rencana Kerja Sama Pembangunan Stasiun Baru Parayasa dan Peningkatan Aksesibilitas Stasiun Parung Panjang. “Kami melihat animo masyarakat yang antusias pada hunian milik Perumnas yang terintegrasi transportasi KRL Jabodetabek,” kata Budi Saddewa.
Budi mengungkapkan, peminat hunian vertikal TOD Perumnas cukup tinggi, dimana total keterserapannya sudah mencapai lebih dari 60%. “Jadi, daya beli masyarakat, khususnya milenial cukup tinggi. Ini dikarenakan proyek-proyek kami tersebut terintegrasi langsung dengan moda transportasi KRL,” tegasnya.
Selain itu, juga adanya fasilitas yang mendukung aktivitas mereka, seperti ICT smart home, healthy life fitness centre, work space serta tersedianya fasilitas amphitheatre dan commercial area yang berada tepat di bawah hunian.
Mengutip pernyataan Sunarsip, Chief Economist The Indonesia Economic Intelligence (IEI), bahwa pertumbuhan KPR mencapai 10-12% di tahun 2023 ini dan didorong dengan percepatan konstruksi proyek Perumnas, khususnya konsep TOD yang dilakukan di 2023, Budi semakin optimis, bisnis properti di Indonesia pun semakin menggeliat.
“Kami juga berkomitmen dalam hal konsep hunian TOD seperti ini, mengingat model bisnis baru sesuai dengan arahan Menteri BUMN, bahwa Perumnas didorong untuk sinergi dengan beragam institusi lainnya, sehingga sudah barang tentu kami menyambut baik adanya kerja sama dengan institusi lainnya baik itu BUMN, BUMD, pemerintah dan lainnya akan turut mendukung pencapaian Program Satu Juta Rumah yang telah
dicanangkan oleh pemerintah,” terang Budi.
Sementara di jalur LRT ada ADCP yang telah memopulerkan proyeknya dengan brand LRT City. Meski demikian, Rizkan bilang, pihaknya tidak hanya fokus menggarap proyek TOD di stasiun LRT saja, namun juga di stasiun KRL Commuter Line dan juga di
BRT.
“Saat ini kami memiliki 8 proyek yang berbasis LRT dengan brand LRT City, kemudian ada 2 proyek yang berbasis KRL Commuter Line, yakni di Cisauk Point yang bersebelahan dengan BSD City dan juga di Bogor. Selanjutnya proyek kami yang di Ciputat yang berbasis
BRT,” imbuhnya.
Konsep ini, menurut Rizkan, sangat menarik bagi konsumen, namun perlu adanya edukasi kenapa harus memilih hunian berbasis TOD. “Dalam kondisi saat ini, dimasa kondisi properti yang sangat challenge, terutama untuk higrise residential, alhamdulillah produkproduk kami masih diserap oleh market, bahkan secara year on year selalu tumbuh 40 hingga 50%,” terangnya.
Oleh karenanya, Rizkan yakin bahwa pilihan pengembangan properti berbasis TOD adalah prospek bisnis yang sangat baik kedepan. Apalagi, proyeknya tersebut tidak hanya fokus pada hunian namun bakal menjadi mixed use dengan beberapa fungsi bisnis lainnya, seperti pendidikan, rumah sakit dan juga penunjang seperti hotel dan MICE. “Jadi selain untuk dihuni sebagai residensial juga potensial sebagai recurring income bagi para investor,” katanya.
Sementara MRT Jakarta juga tengah bersiap menggarap proyek TOD baru. Pada awal April 2023 lalu, PT MRT Jakarta (Perseroda) dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk telah menandatangani kesepakatan kerja sama pengembangan jalur dan kawasan berorientasi transit (TOD), yakni Travoy Hub atau Toll Corridor Development (TCD) Taman Mini Pinang Ranti.
Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat mengatakan, TDC Taman Mini Pinang Ranti merupakan sentral TOD, yakni rusun terintegrasi pertama yang akan terkoneksi dengan tol serta dengan hampir seluruh moda transportasi massa di DKI Jakarta. Nantinya, jalur
MRT fase 4 juga akan tersambung ke sini. Selain itu, area ini juga akan terkoneksi secara langsung dengan Tol Jagorawi lewat Gerbang Tol Taman Mini.
“Ini TCD pertama. Kita manfaatkan untuk melakukan interkoneksi dan TOD. Di sini akan bertemu LRT, TransJakarta, mikro, dan sebagainya. MRT hadir di sini, menjadi interkoneksi yang sempurna,” ungkap Tuhiyat. Menurutnya, kerja sama tersebut merupakan upaya kolaboratif antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menghadirkan sistem transportasi publik yang aman dan nyaman serta terintegrasi di Jakarta,
khususnya potensi kelanjutan MRT fase 4 koridor Fatmawati—Kampung Rambutan ke area Taman Mini.
“Rencana pengembangan fase 4 Fatmawati—Kampung Rambutan itu kita mulai pada 2024. Nah, kerja sama dengan Jasa Marga ini, meliputi penyiapan data dan dokumen kedua belah pihak, kajian studi kelayakan (feasibility study), kajian manajemen dan mitigasi risiko, hingga kajian dan rencana bisnis, khususnya untuk pengembangan kawasan TOD di area TCD Taman Mini Indonesia Indah ini,” terangnya. • [Pius Klobor]





















