Skandinavia Optimis Habiskan Sisa Unit Tahun Ini

0
781
Apartemen Skandinavia
Apartemen Skandinavia dengan latar Novotel dalam kawasan Tangcity, Tangerang./ Foto: Pius Klobor

PT Pancakarya, pengembang apartemen maupun kawasan Superblock Tangcity optimis seluruh unit Apartemen Skandinavia akan terjual habis pada tahun 2019 ini. Adapun penjualan telah mencapai 75 persen dari total sebanyak 1.065 unit.

Norman Eka Saputra, Direktur Apartemen Skandinavia mengakui jika kondisi pasar properti saat ini belum pulih. Beberapa faktor menjadi penyebab, diantaranya guncangan eksternal global berupa perang dagang dan naiknya harga minyak bumi, juga isu Pilpres April 2019 mendatang menjadi penyebabnya.

Baca: Untungnya Investasi di “Fika Rooms”, Skandinavia

“Kami mengerti, saat ini masyarakat Indonesia berada pada masa ‘menunggu’. Sehingga terlihat antusiasme untuk membeli maupun berinvestasi memang menurut,” ujar Norman kepada media di Tangerang, Sabtu (30/3/2019).

Meski di bawah ketidakpastian global, lanjut Norman, itu tak berarti buruk. Indikatornya, kata dia, kondisi ekonomi Indonesia masih mengalami pertumbuhan 5,3% meningkat dari kuartal I 2018. Hal lain, nilai tukar rupiah saat ini yang berpotensi semakin menguat terhadap dolar Amerika Serikat.

Hene Putro, General Manager Apartemen Skandinavia juga menyampaikan optimisme yang sama. Meski di tengah gonjang-ganjing ketidakpastian global yang berdampak pada industri properti, namun Skandinavia tetap diminati.

“Pada kenyataannya kami masih bisa jualan rata-rata 24 unit per bulan, dan ini cukup baik. Sehingga kami targetkan minimal bisa jual 20 unit per bulan per bulan,” sambung Hene.

Baca: Synthesis Development Garap Rumah Tapak di Tangerang Selatan

Saat ini apartemen Skandinavia sudah masuk masa serah terima. Sejak 11 Desember 2018 lalu pengembang telah menyerahterimakan sebanyak 150 unit apartemen kepada konsumen.

“Unit yang sudah kami serahterimakan tersebut telah mencapai lantai 22. Itu berarti unit-unit tersebut dapat beroperasi dan siap untuk dihuni,” jelas Hene.

Skandinavia adalah apartemen fully furnished yang kini sedang dalam tahap finishing terhadap furnitur di beberapa unit tersisa.

Sekadar membandingkan dengan harga perdana pada Agustus 2017 lalu, saat itu dijual mulai Rp674 jutaan atau sekitar Rp16,5 juta per meter persegi. Saat ini sudah naik menjadi Rp24 juta per meter persegi atau di atas Rp1 miliar per unit untuk tipe 1 Bedroom.

“Jadi tidak terasa saat ini sudah naik 25 persen,” imbuhnya.

Pengembang menawarkan beberapa cara bayar, termasuk cash bertahap dengan masa angsuran 18-24 kali hingga skema cicilan ke bank melalui KPA. Beberapa bank yang telah bekerjasama, yakni Bank BNI dan BNI Syariah, Danamond juga Bank BTN.

“Perbankan memberikan bunga beragam, mulai dari 7-8 persen flat hingga 3 tahun. Ini tergantung bank,” tegas Hene.

Fika Room

apartemen skandinavia
Hene Putro, General Manager Apartemen Skandinavia (kiri), menjelaskan perkembangan terkini Apartemen Skandinavia di Tangcity, Tangerang./ Foto: Pius Klobor

Apartemen Skandinavia berada strategis dekat dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, juga beberapa fasilitas lainnya. Olehkarenanya, apartemen ini juga sangat diminati oleh para investor.

Salah satu indikatornya terlihat dari tingginya tingkat hunian di Novotel dalam kawasan yang sama, yang mencapai lebih dari 90 persen. Sementara harga sewa per hari berkisar mulai Rp1 juta.

Baca: Masih Menarik, Investasi Properti di Bali Jadi Incaran

“Banyak yang sudah bertanya-tanya, termasuk beberapa yang tinggal di Novotel. Kapan apartemen Skandinavia ini mulai dioperasikan. Mereka sedang menunggu kapan bisa sewa di sini,” ungkap Hene.

Tingginya peminat investasi tersebut, melatarbelakangi pengembang untuk mengelola apartemen sewa selayaknya hotel bintang 4. Untuk ini, pengembang mengkonversi sebanyak 300 unit apartemen di Skandinavia sebagai apart-hotel.

“Fika Room yang nantinya akan menaungi semua konsumen pemilik unit apartemen yang mau disewakan di Skandinavia. Pengelolaan oleh manajemen profesional bintang empat yang nantinya akan menghasilkan return sekitar 7-8 persen setiap tahunnya,” jelas Hene.

Fika Rooms sebagai brand pengelola apartemen sewa di Skandinavia baru akan diluncurkan untuk tahap beta di September 2019 mendatang. Sedangkan secara resmi akan diluncurkan penuh pada Januari 2020.

Melalui Fika Rooms, pengembang menawarkan kepengelolaan dengan profit sharing atau bagi hasil 75 persen untuk pemilik apartemen dan 25 persen untuk pengelola.

“Sistemnya adalah potong di depan, seperti service cash, listrik atau air. Besarannya sekitar 30-35 persen. Setelah dipotong baru bagi hasil,” terang Hene.

Secara sederhana, hitung-hitungannya begini. Misalnya sewa kamar Rp700.000 per malam. Kemudian dikalikan dengan 365 hari atau setahun, dengan catatan okupansinya 100 persen. Maka potensi yang didapatkan sebesar Rp255.500.000. Kemudian dipotong biaya operasional sebesar 35 persen, maka diperoleh Rp166.075.000.

“Dari nilai tersebut, harus dibayarkan ke Fika sebesar 25 persen dan bayar ke unit 7-8 persen per tahun,” jelas Hene.

Baca: Fasilitasi Pembiayaan KPA, Chadstone Cikarang Gandeng Bank OCBC NISP

Untuk tahap pertama, Fika Rooms akan mengelola sebanyak 150 kamar. Unit Fika Room akan tersebar di beberapa lantai dengan tiga lobby disediakan di lantai 3, 5, dan 6.

“Kami hanya kelola maksimal 300 unit agar okupansi dari unit yang disewakan pun bisa dipastikan sangat baik,” tegasnya.

Soal fasilitas, sudah ready, mulai dari balai warga, kolam renang dewasa dan anak juga sudah selesai, gym center pun sudah bisa digunakan.