Jakarta, Propetyandthecity.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menandatangani 15 dokumen kerja sama dengan BUMD, BUMN, dan perangkat daerah untuk mendukung pembangunan dan pelayanan publik. Kerja sama tersebut mencakup transportasi publik, perumahan, kesehatan, energi rendah karbon, hingga pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD).
Salah satu kerja sama terbesar adalah pembiayaan elektrifikasi 3.782 unit bus dan Mikrotrans Transjakarta senilai Rp5,07 triliun untuk tiga tahun ke depan. Program ini ditujukan untuk mempercepat penggunaan transportasi publik berbasis energi rendah karbon sekaligus membantu mengendalikan polusi udara di Jakarta. Selain itu, terdapat kerja sama pengembangan lahan, properti, dan kawasan TOD di sekitar jalur MRT dengan nilai Rp396 miliar.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, kerja sama tersebut tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi harus segera diwujudkan dalam program yang manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. Menurutnya, setiap kerja sama perlu memiliki target yang jelas dan terukur, terutama dalam mendukung peningkatan layanan publik dan pembangunan Jakarta.
“Ini bukan sekadar seremoni, tanda tangannya atau kerja samanya, tetapi realisasinya, karena ini merupakan bagian upaya mempercepat pembangunan dan pelayanan publik,” ujarnya dikutip dari keterangan resmi di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (12/10/2026).
Di sektor perumahan, Bank Jakarta dan Jamkrida Jakarta bekerja sama dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Dinas PPKUKM DKI Jakarta untuk mendukung akses Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah (FPPR) bagi pekerja sektor informal.
Pengembangan kawasan juga menjadi bagian dari kerja sama antar-BUMD. PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) dan PT MRT Jakarta bekerja sama mengembangkan kawasan, properti, serta TOD di jalur MRT Jakarta East-West.
Sejumlah kerja sama lainnya mencakup pengelolaan air limbah di pasar, fasilitas MRT, dan kawasan industri, serta pengelolaan limbah B3. Ada pula kolaborasi di bidang pendidikan dan ketenagakerjaan, termasuk fasilitasi pameran karya siswa SMK 58 Jakarta oleh PT Jakarta Tourisindo.
Kepala Badan Pembinaan BUMD Provinsi DKI Jakarta Syaifullah mengatakan, hingga Triwulan III 2026, tercatat 52 kerja sama strategis yang terdiri atas 27 kerja sama BUMD dengan BUMN dan 25 kerja sama antar-BUMD.
Selain itu, sepanjang 2026, BUMD bersama Dinas Tenaga Kerja menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi keahlian bagi 320 peserta dengan total pembiayaan Rp2,1 miliar. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta memperkuat layanan perkotaan dan mendukung target Jakarta masuk dalam 50 besar kota global pada 2030.





















