Pancakarya Pastikan Harga Skandinavia Lagom Akan Naik

0
735
pengembang pt Pancakarya Griyatama
Sugiyanto Lie, Direktur Skandinavia Apartment ketika berbincang dengan awak media di Tangerang, Sabtu (26/10/2019)./ Foto: Pius Klobor

PT Pancakarya Griyatama optimis memasarkan unit tersisa Apartemen Skandinavia, termasuk 206 unit terakhir yang disebut Skandinavia Lagom.

Skandinavia Lagom yang diluncurkan jelang akhir September lalu ternyata mendapat respon positif dari pasar. Hingga awal Oktober, Lagom sudah terjual sebanyak 10 unit.

Baca: Pancakarya Griyatama Luncurkan Unit Terakhir, Skandinavia Lagom

“Target penjualan kami masih sama seperti sebelumnya, yakni 20 unit per bulan. Sehingga sampai akhir Desember kami yakin bisa terjual 40-60 unit,” ujar Sugiyanto Lie, Direktur Skandinavia Apartment kepada awak media di Tangerang, Sabtu (26/10/2019).

Lagom yang diambil dari bahasa Swedia yang berarti ”cukup” dijewantahkan melalui 2 tipe desain unitnya yakni 1 bedroom suites dan 2 bedroom junior dengan luasan semigross 44,81 meter persegi.

Skandinavia Lagom masih khas mengusung interior bergaya Scandinavian design. Khusus unit tipe Lagom, Pancakarya Griyatama menjalin kerjasama dengan interior desainer lokal, yakni Bitte Design Studio.

Menurut Sugiyanto, Bitte sudah banyak mengerjakan proyek dan memenangkan award seperti Artotel Haniman Ubud, Mr Fox Jakarta dan Beer Hall. Untuk ini, Sugiyanto berharap unit Lagom dapat menarik kembali minat dan kepercayaan konsumen untuk berinvestasi.

”Beberapa waktu lalu properti memang agak lesu akibat perilaku yang masih was-was terhadap isu-isu politik, tapi kami yakin saat ini sudah semakin membaik,” kata Sugiyanto.

Keyakinan tersebut ditambah lagi dengan adanya kebijakan Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan menjadi 5,5% pada Juli 2019 lalu.

“Sehingga ini akan memberikan pergerakan pada peralihan investasi ke properti. Kami yakin tanggapan konsumen akan bertambah baik,” tegasnya.

Baca: Investasi Sekarang! Harga Apartemen Akan Melonjak Tiga Kali Lipat

Skandinavia Lagom dipasarkan dengan harga mulai Rp850 juta. Sugiyanto memastikan jika harga tersebut akan naik 5 persen di Februari 2020 mendatang.

Sebelumnya, Norman Eka Saputra, Direktur PT Pancakarya Griyatama mengatakan bahwa Lagom sangat cocok bagi kalangan milenial atau keluarga muda. Termasuk juga para investor yang bisa disewakan melalui Fika Rooms.

“Harga jual kami mulai dari Rp850 jutaan (unfurnished) yang menurut kami sangat bisa dijangkau oleh generasi ini. Sehingga kami fokus ke segmen ini. Termasuk investor yang nantinya bekerjasama dengan Fika Rooms,” katanya saat peluncuran Lagom, September lalu.

Skandinavia Lagom berada di lantai 21 hingga 36. Pengembang menyediakan dua opsi, baik yang full furnished maupun non furnished.

“Untuk yang full furnished, kami sudah menyeleksi beberapa perusahaan yang terpilih, sehingga produk yang dihadirkan pun pastinya sangat nyaman dan memuaskan,” kata Norman Eka.

Semakin Diminati

lobby apartemen skandinavia
Skandinavia Apartment – Lobby./ Foto: Pius Klobor

Selain fokus memasarkan unit tersisa, pengembang juga berkonsentrasi dalam menghadirkan fasilitas yang lebih lengkap dalam kawasan superblok Tangcity tersebut.

Pada pertengahan hingga Oktober 2019 ini, tenant-tenant semakin melengkapi area hunian berlantai 37 ini.

Sebelumnya sudah hadir QQ Kopitiam, Starbucks, Kopi Soe dan SB Bintaro, kini segera bergabung juga Indomaret yang letaknya persis di sebelah Lobby Aurora atau sisi east apartemen.

Sementara di Tangcity Mall juga telah bergabung iBOX yang sudah menjadi incaran para pecinta produk Apple.

Kawasan superblok Tangcity yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Tangerang akan semakin strategis yang didukung dengan segera beroperasinya ruas Tol Kunciran-Serpong, yang merupakan bagian dari Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2 pada akhir Oktober 2019.

Baca: Tower B Apartemen Emerald Bintaro Tutup Atap, Ideal untuk Milenial

Dengan hadirnya ToI Kunciran ini, akan mengurangi kemacetan dan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan menuju Tangerang-Merak dan Serpong-BSD.

“Diperkirakan sekitar 30.000 kendaraan akan melewati ruas tol yang akan beroperasi ini. Tentu ini menjadi tambahan fasilitas serta daya jual bagi developer yang berada khususnya di area Tangerang karena infrastruktur dan akses menuju properti menjadi salah satu pertimbangan terbesar bagi konsumen,” pungkas Sugiyanto Lie.