Beranda Market Review Mayoritas Menengah Atas di Jakarta Selatan

Mayoritas Menengah Atas di Jakarta Selatan

1935
0

Anton Sitorus

Director Head of Research and Consultancy Savills

Sejak dulu Jakarta Selatan termasuk yang paling strategis setelah Jakarta Pusat karena ada beberapa kawasan di Jakarta Selatan yang terkenal mahal, seperti Kebayoran Baru, Pondok Indah. Dua kawasan hunian ini kalau diposisikan termasuk yang paling top di Jakarta Selatan. Sebagian wilayah Jakarta Selatan juga masuk kawasan segi tiga emas di Jakarta.

Kalau dari segi populasi Jakarta Selatan tidak terlalu besar karena wilayah ini juga tidak besar, misalnya, dibandingkan dengan Jakarta Timur. Dulu orang bilang Jakarta Selatan sebagai daerah resapan air karena masih banyak lahan terbuka. Itu sebabnya, koefisien dasar bangunan (KDB) Jakarta Selatan lebih rendah dari daerah lainnya. Tetapi karena lokasi Jakarta Selatan yang strategis dan image sebagai daerah elit, wajar kalau Jakarta Selatan menjadi daerah yang potensial. Dengan adanya peraturan mengharuskan KDB rendah ditambah lahan yang juga tidak luas di Jakarta Selatan, apartemen jadi pilihan pengembangan hunian di Jakarta Selatan. Apalagi dengan lokasi Jakarta Selatan yang strategis dan dekat dengan kawasan segi tiga emas, membuat permintaan apartemen di Jakarta Selatan terbilang tinggi.

Untuk landed house karena lahan di Jakarta Selatan terbilang sudah mahal, ini menjustifikasi pembangunan landed di Jakarta Selatan tentunya yang segmennya paling tidak menengah ke atas. Bahkan, untuk lokasi-lokasi strategis seperti Kebayoran Baru, Pondok Indah, Simatupang harganya sudah tinggi sekali. Jadi, yang cocok tentunya apartemen kelas atas. Kalau apartemen kelas bawah yang dibangun tentu tidak seimbang dengan harga tanah dan jenis properti yang dibangun. Untuk landed house tidak semua diisi segmen atas. Yang paling besar secara proposional menengah atas yaitu di atasnya menengah. Kemudian disusul segmen atas. Mayoritas tetap menengah atas di Jakarta Selatan.

Untuk harga tanah posisi Jakarta Selatan masih nomor dua setelah Jakarta Pusat. Tetapi kalau dibandingkan dengan daerah lain, seperti Jakarta Timur, harga tanah di Jakarta Selatan lebih mahal. Bandingkan, misalnya, harga tanah di lingkar luar yang masuk ke Jakarta Selatan seperti Simatupang. Di sini harga tanahnya lebih mahal dibandingkan dengan harga tanah di lingkar luar Jakarta Timur seperti Cakung. Walaupun jarak kedua wilayah ini tidak terlau berbeda dari pusat kota, tetapi karena Jakarta Selatan permintaannya tinggi dari kalangan atas, ekspatriat dan akses yang dekat ke tengah kota. Ini yang membuat harga tanah lebih mahal di Jakarta Selatan. ● (Hendaru)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini