Jakarta kembali bersiap menjadi pusat perhatian dunia fashion. Pada 8–12 Oktober 2025, JIEXPO Convention Centre & Theatre akan menjadi rumah bagi Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST) — perayaan akbar modest fashion yang kini memasuki tahun keempat, membawa semangat “One Vision, One Movement”.
Baca juga, Pemerintah Kucurkan Rp200 Triliun ke Himbara, Disebut Jadi “Vitamin” Sektor Perumahan
Sejak diluncurkan, IN2MOTIONFEST telah menjadi magnet kreatif yang mempertemukan desainer,brand,UMKM, pengrajin wastra,buyerinternasional, hingga komunitas fashion enthusiast dalam satu ruang kolaborasi. Tahun ini, gaungnya semakin kuat. Tidak hanya menampilkan lebih dari 300 desainer dan brand lokal, festival ini juga mengundang talenta internasional dari 10 negara, dari Dubai hingga Spanyol, membawa ragam perspektif gaya, namun tetap berpijak pada nilai keanggunan.




Indonesia di Puncak Dunia Modest Fashion
Menurut State of Global Islamic Economy Report 2024/2025, Indonesia resmi memegang peringkat pertama dunia di sektor modest fashion. Sebuah pencapaian yang tak hanya memuaskan ego nasional, tetapi juga membuktikan bahwa kreativitas dan industri kita memiliki daya saing global.
Bagi Bank Indonesia dan Indonesian Fashion Chamber (IFC), motor penggerak acara ini — pencapaian ini hanyalah awal. “Tahun depan, kita masuk ke fase pengembangan yang lebih akseleratif,” ujar Imam Hartono, Kepala Departemen Ekonomi & Keuangan Syariah Bank Indonesia di sela-sela acara kick off. “Kuncinya ada di sinergi lintas sektor.”
Panggung untuk Wastra dan Keberlanjutan
Di balik kilauan lampu runway, IN2MOTIONFEST 2025 menyelipkan misi penting: Menduniakan wastra Indonesia dari batik hingga songket, dari tenun ikat hingga eco print dalam balutan desain sustainable. Fashion bukan sekadar busana, tapi narasi budaya yang menyatu dengan gerakan hijau.
Selain fashion show dan trade show berstandar internasional, deretan program pendukung siap menghidupkan suasana: Trend Forecasting, Business Matching, Seminar, hingga Awarding Night yang memberi apresiasi bagi desainer dan brand berprestasi. Tahun ini, ada gebrakan baru: “Re-Collect: Archive Market”, di mana desainer melakukan clearance sale untuk tujuan amal, serta Program Jastiper yang membuka peluang reseller berbelanja langsung di venue.
Kick Off yang Menggugah: Lebih dari Sekadar Fashion Show
Gelaran Kick Off pada akhir Juli lalu di The Westin Jakarta menjadi preview energi besar festival ini. Trunkshow menghadirkan nama-nama besar seperti Deden Siswanto, Danjyo Hiyoji, kami., Itang Yunasz, Jenna&Kaia, Vivi Zubedi, Si.Se.Sa, Ayu Dyah Andari, Monika Jufry, Fomalhaut Zamel, Rosie Rahmadi, Dama Kara, Neu Men, Brilianto, dan Putroh Ramadhan.
Di sela gemerlaprunway, sesichit-chatmenghadirkan para tokoh kunci yang membawa perspektif berbeda namun satu tujuan: Mengangkat modest fashion Indonesia ke puncak dunia.
Imam Hartono (Kepala Departemen Ekonomi & Keuangan Syariah Bank Indonesia) menegaskan, “Peringkat pertama dunia di sektor modest fashion adalah pengakuan bahwa Indonesia punya potensi menjadi kiblat dan trendsetter global. Tahun ini adalah tahap akhir peningkatan awareness.”
Putu Rahwidhiyasa (Direktur Bisnis & Kewirausahaan, KNEKS) menambahkan, “Pertumbuhan modest fashion harus saling terhubung dalam ekosistem halal yang inklusif. Kami ingin Bank Indonesia memfasilitasi inovasi wastra, Kemen Ekraf membuat regulasi pembinaan, Kemendag meningkatkan ekspor, dan Kemen UMKM memperluas keterlibatan pelaku usaha dalam sustainable fashion.”
Bagi Ali Charisma (Event Development, IFC), IN2MOTIONFEST kini berevolusi, “Bukan hanya showcase, tapi platform pengembangan terintegrasi. Desainer tak hanya tampil, tapi juga tumbuh menjadi brand global — dari estetika, nilai ekonomi, model bisnis, hingga keberlanjutan.”
Ari Satria (Direktur Pengembangan Ekspor Jasa & Produk Kreatif, Kemendag) melihat modest fashion sebagai “Komoditas strategis dengan nilai budaya yang bisa bersaing di pasar global yang dinamis.”
Sementara Temmy Satya Permana (Deputi Bidang Usaha Kecil, Kemen UMKM) menekankan bahwa kekuatan industri ini berasal dari akar rumput, “UMKM adalah fondasi. Mereka inovatif dan dekat dengan konsumen. Dukungan pembiayaan, kurasi, promosi, dan jejaring adalah kunci agar mereka naik kelas.”
Bagi Rizky Handayani Mustafa (Deputi Bidang Industri & Investasi, Kemenparekraf), modest fashion adalah bagian dari pariwisata budaya, “Busana sopan berbasis tenun, batik, atau songket bisa menjadi bagian dari pengalaman wisata yang utuh dan berkesan.”
Sedangkan Yuke Sri Rahayu (Deputi Bidang Kreativitas, Budaya, dan Desain, Kemenparekraf) memaparkan strategi inkubasi kreator lokal, promosi lintas negara, dan regulasi fesyen muslim, “Kami ingin pelaku lokal siap bersaing di pasar global.”
Wastra Kelas Internasional
IN2MOTIONFEST 2025 akan mengangkat kekayaan wastra Nusantara — dari batik, songket, tenun ikat, lurik, hingga eco print — dalam balutan desain sustainable yang relevan dengan tren global.
Selain fashion show dan trade show berstandar internasional, agenda festival mencakupTrend Forecasting,Business Matching, Awarding Night, Program Jastiper, hingga “Re-Collect: Archive Market” — clearance sale untuk amal. l [ed.AS]





















