Jakarta, propertyandthecity.com – Upaya percepatan pembangunan Rumah Hunian (Huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang terus menunjukkan progres signifikan. Setelah sebelumnya pemerintah bersama Danantara Indonesia menargetkan penyelesaian ribuan unit huntara dalam waktu singkat sebagai solusi hunian transisi yang layak, dukungan juga datang dari sektor perbankan nasional.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, sebagai bagian dari Danantara, turut ambil peran aktif dalam mendukung pembangunan Huntara di Aceh. Di bawah koordinasi Danantara Indonesia dan dalam payung program BUMN Peduli, BRI bersama Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) memberikan dukungan dari sisi pembiayaan serta pemenuhan kebutuhan logistik guna memastikan proses pemulihan pascabencana berjalan berkelanjutan.
Pembangunan tahap pertama Huntara merupakan hasil kolaborasi cepat lintas BUMN. PT Perkebunan Nusantara III (Persero) menyediakan lahan pembangunan, sementara tujuh BUMN Karya terlibat langsung dalam konstruksi ratusan unit huntara dengan sistem percepatan dan modular. PT Hutama Karya (Persero) bertindak sebagai koordinator lapangan, didukung oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), PT PP (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan PT Nindya Karya (Persero).
Dukungan infrastruktur dasar juga diperkuat oleh PT PLN (Persero) yang memastikan ketersediaan listrik, serta PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang menghadirkan layanan konektivitas komunikasi di kawasan Huntara. Sementara itu, peran Himbara, yang terdiri dari Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BSI, difokuskan pada dukungan pembiayaan dan logistik untuk mempercepat proses pembangunan.
Menurut Dony, koordinasi erat antara Danantara Indonesia, BUMN pelaksana, pemerintah daerah, serta kementerian terkait menjadi kunci utama dalam menjaga progres pembangunan tetap sesuai rencana. Ia menilai program Huntara menjadi contoh konkret peran strategis BUMN dalam menjawab kebutuhan sosial dan kemanusiaan masyarakat terdampak bencana.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan bahwa keterlibatan BRI dalam pembangunan Huntara merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pemulihan pascabencana.
“Ini adalah contoh konkret bagaimana BUMN menjalankan peran strategisnya sebagai perpanjangan tangan negara, bukan hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga pada kepentingan sosial dan kemanusiaan,” jelasnya dalam keterangan resmi, ditulis Rabu (07/01/2026)
Kawasan Huntara dirancang sebagai hunian sementara yang layak dengan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti toilet, sarana sanitasi, fasilitas ibadah berupa musala, serta prasarana lainnya untuk menunjang aktivitas sehari-hari warga. Huntara diharapkan dapat menjadi tempat tinggal transisi yang aman dan manusiawi sambil menunggu pembangunan hunian permanen.
“Huntara memiliki fungsi penting sebagai tempat tinggal transisi yang aman, layak, dan manusiawi bagi masyarakat terdampak bencana. Melalui kontribusinya dalam pembangunan Huntara ini, BRI berharap dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar tempat tinggal sambil menunggu proses pembangunan hunian permanen,” ujar Dhanny.
Sebelumnya, BRI Group juga telah melaksanakan puluhan aksi tanggap darurat di berbagai wilayah Sumatra dengan mendirikan posko bencana serta menyalurkan bantuan logistik. Bantuan tersebut mencakup paket makanan siap santap, sembako, survival kit, hunian sementara, tenda, kasur, selimut, air bersih, obat-obatan, hingga peralatan kebersihan. Program tanggap darurat ini telah menjangkau lebih dari 100 ribu jiwa penerima manfaat.
Selain itu, posko bencana BRI dilengkapi layanan kesehatan dasar, dapur umum, distribusi logistik, serta program trauma healing bagi anak-anak yang dilakukan secara rutin bersama mitra komunitas. Kehadiran posko tersebut diharapkan dapat menjadi pusat pemulihan terpadu bagi masyarakat Aceh Tamiang pada masa krusial pascabencana.





















