Jakarta, Propertyandthecity.com — House of Tugu Jakarta resmi terpilih dalam daftar World’s Greatest Places 2026 yang dirilis oleh TIME Magazine, menjadikannya satu-satunya properti dari Indonesia yang masuk dalam kurasi global tersebut tahun ini. Pengakuan ini menempatkan House of Tugu Jakarta di antara berbagai destinasi dunia yang dinilai menghadirkan pengalaman luar biasa sekaligus memiliki nilai budaya yang kuat.
Didirikan pada tahun 1923, TIME Magazine telah lama dikenal sebagai salah satu publikasi paling berpengaruh di dunia. Berbagai daftar yang dirilisnya—seperti Person of the Year, TIME100 Most Influential People, hingga World’s Greatest Places—sering menjadi rujukan global dalam menyoroti tokoh, gagasan, maupun destinasi yang membentuk percakapan internasional.
Dari Perjalanan Budaya Menjadi Warisan Hidup
Bagi keluarga Tugu, pengakuan ini memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar pencapaian dalam industri perhotelan. Penghargaan tersebut menjadi refleksi dari perjalanan panjang untuk menjaga warisan budaya Indonesia yang semakin jarang ditemukan.
Perjalanan ini bermula pada tahun 1960-an, ketika Anhar Setjadibrata, pendiri Tugu, melakukan perjalanan ke berbagai wilayah Nusantara. Dalam perjalanan tersebut, ia menyaksikan banyak artefak bersejarah yang terabaikan serta tradisi yang perlahan menghilang dari ingatan masyarakat.
Tersentuh oleh kondisi tersebut, Anhar mulai mengumpulkan berbagai benda bersejarah sebagai upaya menyelamatkan fragmen sejarah Indonesia. Bersama istrinya, Wedya Julianti, langkah kecil itu kemudian berkembang menjadi fondasi lahirnya Tugu—sebuah visi yang berkomitmen menjaga identitas budaya Indonesia melalui ruang yang membuat sejarah tetap hidup.
Semangat tersebut kini diteruskan oleh Lucienne Anhar, co-owner Tugu Hotels & Restaurants Group. “Kami tidak pernah memulai dengan tujuan membangun jaringan hotel dan restoran. Yang ingin kami lakukan adalah menjaga kisah tentang masyarakat Indonesia agar tetap dikenang melalui ruang, artefak, dan pengalaman yang dapat dirasakan oleh para pengunjung,” ujar Lucienne dalam keterangan resminya kepada redaksi, ((16/03/2026).
Menghidupkan Kembali Warisan Peranakan
Dalam ulasannya, TIME Magazine juga menyoroti House of Tugu Jakarta sebagai ruang yang memperkenalkan kembali warisan budaya Peranakan kepada publik luas. Melalui koleksi seni, arsitektur, serta narasi sejarah yang hadir di setiap sudutnya, tempat ini menghadirkan pengalaman yang menghubungkan pengunjung dengan lapisan sejarah Jakarta dan Nusantara.
Di dalam kompleks ini juga terdapat Jajaghu, destinasi kuliner Nusantara yang mengangkat kembali resep-resep leluhur dalam sajian yang elegan dan kontemporer. Selain itu, hadir pula Babah Koffie by Kawisari, sebuah kafe bernuansa nostalgia yang merayakan warisan salah satu perkebunan kopi tertua dari era kolonial di Jawa.
Pengembangan Baru: Speakeasy hingga Museum Artefak
Pada tahun 2026, House of Tugu Jakarta juga akan menghadirkan sejumlah pengembangan baru yang semakin memperkaya pengalaman budaya bagi para pengunjung.
Pada Mei 2026, akan dibuka De Tiger, sebuah speakeasy poolside dengan live music yang terinspirasi dari atmosfer kehidupan malam Batavia pada masa lampau.
Selanjutnya pada Juni 2026, House of Tugu Jakarta akan memperkenalkan The Huang Museum, yang akan menampilkan ribuan artefak bersejarah dari arsip koleksi keluarga Tugu. Museum ini akan menghadirkan berbagai koleksi langka yang sebelumnya belum pernah dipamerkan kepada publik.
Ketika Destinasi Bukan Sekadar Tempat, tetapi Cerita
Pengakuan dari TIME Magazine ini juga mencerminkan meningkatnya perhatian wisatawan global terhadap destinasi yang menawarkan makna, sejarah, dan keaslian pengalaman.
House of Tugu Jakarta menunjukkan bahwa warisan budaya Indonesia tidak hanya dapat dilestarikan, tetapi juga dihidupkan kembali melalui ruang yang mempertemukan masa lalu dengan masa kini.
Bagi sebuah tempat yang lahir dari keyakinan untuk menjaga sejarah, pengakuan internasional ini bukan sekadar penghargaan, melainkan dorongan untuk terus merawat dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia.




















