Jakarta, Propertyandthecity.com – The People’s Choice 2026 merupakan hasil kolaborasi Indonesia Property Watch dan Rumah123 sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendorong transparansi dan kepercayaan di industri properti. Seiring perkembangan industri yang semakin dinamis, penghargaan tidak lagi sekadar menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga mencerminkan tingkat kepercayaan publik. Melalui ajang ini, masyarakat turut dilibatkan dalam proses penilaian untuk menentukan proyek dan brand terbaik di berbagai kategori.
Mengusung tema “Blueprint of Trust: Excellent, Impact & Collaboration,” ajang ini menegaskan bahwa kepercayaan dibangun melalui kualitas yang konsisten, dampak nyata, serta kolaborasi yang kuat di dalam industri properti.
CEO Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghanda, mengatakan The People’s Choice menjadi ajang penghargaan yang berbeda dari award properti lainnya. Menurutnya, konsep consumer-voted awards yang diusung menjadikan ajang ini sebagai penghargaan properti pertama dan satu-satunya di Indonesia bahkan dunia yang melibatkan masyarakat secara langsung dalam menentukan para pemenang.
“The People’s Choice ini sebetulnya salah satu edisi dari Golden Property Award. Kalau Golden Property Award itu kita memang melakukan survei langsung ke lapangan, assessment dengan beberapa kriteria. Sedikit berbeda dengan The People’s Choice, kami ingin melibatkan partisipasi masyarakat yang lebih luas lagi,” ujar Ali Tranghanda.

Melalui Proses Kurasi yang Terarah
Tidak hanya mencakup proyek perumahan, penghargaan ini juga memperluas cakupan penilaian ke berbagai kategori produk pendukung hunian, mulai dari building material hingga home appliances. Menurut Ali, perluasan kategori ini dilakukan agar penghargaan dapat menggambarkan preferensi masyarakat secara lebih menyeluruh terhadap ekosistem industri properti.
Meski mengedepankan suara publik, proses penentuan pemenang tidak dilakukan melalui voting semata. Setiap peserta yang mendaftar terlebih dahulu melewati tahap seleksi untuk memastikan hanya proyek dan brand yang memenuhi standar tertentu yang berhak menjadi nominasi.
“Pendaftaran ini tidak langsung membuat mereka menjadi nominasi, karena kami akan seleksi dulu dengan kriteria kami, yang mana yang layak menjadi nominasi,” jelasnya.
Setelah tahap kurasi, penyelenggara mengadakan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan berbagai pihak, seperti agen properti, arsitek, serta masyarakat umum. Forum ini menjadi ruang untuk menggali pandangan dari berbagai sudut, mulai dari pengalaman pengguna hingga pertimbangan profesional terkait kualitas dan reputasi.
Hasil diskusi kemudian dilengkapi dengan polling yang menjangkau sekitar satu juta konsumen. Polling dilakukan secara semi tertutup melalui penyebaran kuesioner untuk mengetahui proyek maupun brand yang paling diingat (top of mind) serta paling dipercaya oleh masyarakat.
“Jadi memang mekanisme ini tidak hanya semata-mata polling. Polling ini juga kami combine dengan FGD yang betul-betul dari para tokoh, artinya arsitek, masyarakat umum, dan agen properti untuk membuat satu penilaian yang betul-betul komprehensif di dalam The People’s Choice 2026 ini,” papar Ali.
Menjaga Standar dan Kepercayaan
Bagi penyelenggara, menjaga kredibilitas penghargaan dimulai dari memastikan kualitas setiap nominasi. Karena itu, proses seleksi tidak berhenti pada aspek administratif atau sekadar popularitas brand. Rekam jejak proyek maupun produk ikut ditelusuri, termasuk memastikan tidak ada persoalan serius yang berpotensi merugikan konsumen.
“Kami sampai mengecek agar tidak ada komplain dari proyek perumahan, building material, maupun home appliances. Standar kami adalah nol komplain,” ungkapnya.
Berikan Penghargaan kepada Puluhan Pemenang di 12 Kategori
Pada penyelenggaraan tahun ini, The People’s Choice 2026 menghadirkan 12 kategori penghargaan dengan puluhan penerima penghargaan yang berasal dari berbagai segmen industri properti, mulai dari proyek perumahan, pengembang, hingga brand pendukung seperti material bangunan dan home appliances.
Melalui rangkaian prosesnya, penghargaan ini diharapkan tidak hanya menjadi bentuk apresiasi bagi pelaku industri, tetapi juga dapat menjadi referensi bagi masyarakat dalam memilih proyek maupun produk yang telah mendapatkan kepercayaan publik.
“Nominasi yang masuk di People’s Choice 2026 sudah melalui proses seleksi. Selanjutnya kami serahkan kepada masyarakat untuk menilai lebih jauh siapa yang benar-benar menjadi top of mind,” tutup Ali.
Nantikan segera The People’s Choice 2026.





















