Home Berita Properti Ekonomi Indonesia Kembali ke Zona Positif, Bagaimana Nasib Properti?

Ekonomi Indonesia Kembali ke Zona Positif, Bagaimana Nasib Properti?

Tahun 2021 mungkin bukan menjadi tahun dimana sektor properti akan bangkit secara maksimal, namun saat ini sedang menuju ke arah kebangkitan tersebut.

209
0
membeli properti
Properti Indonesia

Propertyandthecity.com, Jakarta – Bank Indonesia (BI) memperkirakan perekonomian Indonesia akan tumbuh antara 4,8% hingga 5,8%. Lantas, bagaimana dengan nasib bisnis properti di Tanah Air?

Ferry Salanto, Senior Associate Director Colliers International Indonesia mengatakan, secara umum, jika perekonomian membaik, maka semua sektor termasuk real estat juga diperkirakan akan ikut membaik.

Baca: Di Tengah Optimisme, Pasar Properti 2021 Masih Tidak Stabil dan Challenging

Namun, menurutnya, pertumbuhan ekonomi tersebut sebaiknya dibaca sebagai katalisator sektor properti karena dibutuhkan upaya yang luar biasa untuk mencapai pertumbuhan di atas 4,8% pada akhir tahun.

“Kebangkitan properti mungkin tidak akan langsung terjadi pada 2021, namun diharapkan tahun ini menjadi tahun persiapan bagi para pengembang, pelaku usaha dan investor untuk mulai mengakselerasi bisnis mereka. Perkembangan vaksin juga
memberikan sinyal yang positif bagi iklim investasi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyebutkan bahwa ada beberapa syarat yang harus dipersiapkan agar pemulihan ekonomi bisa dipercepat. Salah satunya adalah dibukanya 15 sektor prioritas kedua, termasuk sektor real estat.

Hal ini, menurut Ferry menjadi langkah yang baik, karena sektor yang diprioritaskan untuk dibuka lebih awal adalah sektor yang sangat dekat dengan kebutuhan dasar masyarakat, seperti makanan dan minuman.

Kata dia, setelah sektor prioritas pertama mengalami perbaikan, maka sektor-sektor seperti real estat akan mengikuti, sehingga secara bertahap dapat meningkat, benar-benar bangkit dan berkembang. Jika perekonomian Indonesia membaik yang diikuti dengan pemenuhan kebutuhan pokok, sektor lain juga akan ikut membaik, begitu juga dengan sektor properti.

Baca: Over Supply, Perkantoran di Jakarta Membaik di 2023

“Oleh karena itu, ketika sektor real estat mulai bergerak kembali meski cukup lambat, namun jika persiapan dimulai dari sekarang, target pertumbuhan ekonomi di tahun 2021 perlahan akan pulih, dan sektor properti juga akan ikut pulih,” tegas Ferry.

Terkait pembatasan aktivitas masyarakat di Jawa-Bali yang, kata Ferry sepertinya tidak secara signifikan mempengaruhi prediksi mengenai pertumbuhan ekonomi karena pembatasan diberlakukan hanya selama dua minggu hingga 25 Januari 2021.

“Namun, dampaknya terhadap sektor properti akan terlihat signifikan pada hotel dan ritel. Hal ini dikarenakan regulasinya terkait langsung dengan sektor tersebut. Selama pembatasan tidak berkepanjangan, prediksi atas pertumbuhan ekonomi dan sektor properti masih terbuka,” ujarnya.

Sementara terkait dengan iklim investasi yang sejalan dengan berlakunya Undang-Undang Cipta Kerja, Ferry menilai bahwa untuk saat ini belum dapat disimpulkan bagaimana dan seperti apa tanda-tanda positif yang telah ditunjukkan secara
signifikan terhadap kebangkitan sektor properti.

Omnibus Law, lanjutnya, harus diinterpretasikan dengan peraturan pelaksana (peraturan presiden dan / atau peraturan menteri) agar lebih pasti. Meski demikian, Omnibus diharapkan dapat membuka peluang yang lebih baik dan lebih besar sehingga investor asing tertarik untuk berinvestasi di Indonesia dan ini menjadi sinyal positif bagi sektor properti ke depan.

Perkembangan ekonomi dan properti perlu untuk terus dipantau. Tahun 2021, kata dia, mungkin tidak separah tahun lalu karena banyak yang telah beradaptasi dengan keadaan di tahun 2020, dan persiapan untuk tahun ini bisa menjadi lebih matang dan diperhitungkan.

Baca: Usai Batam dan Jabodetabek, Winner Group Rambah Kalimantan dan Sumatera

“Tahun 2021 mungkin bukan menjadi tahun dimana sektor properti akan bangkit secara maksimal, namun saat ini kita sedang menuju ke arah kebangkitan tersebut. Tahun ini adalah tahun yang tepat untuk membenahi segala persiapan dan memperbaharui strategi kita agar pasar properti dalam dua hingga tiga tahun ke depan menjadi lebih stabil dan menjanjikan,” pungkasnya.

Previous articleKementerian PUPR Selesaikan Penataan Kawasan Bukit Cinta Rawa Pening dan Gedong Songo
Next articleTahun Ini AKR Land Development Fokus ke Proyek Eksisting