Minggu, November 8, 2026
Beranda Berita Properti BTN Siapkan Ekspansi Besar 2026: Asuransi Umum, Multifinance, hingga Penguatan Modal Rp8...

BTN Siapkan Ekspansi Besar 2026: Asuransi Umum, Multifinance, hingga Penguatan Modal Rp8 Triliun

0
209
BTN Siapkan Ekspansi Besar 2026: Asuransi Umum, Multifinance, hingga Penguatan Modal Rp8 Triliun
BTN Siapkan Ekspansi Besar 2026: Asuransi Umum, Multifinance, hingga Penguatan Modal Rp8 Triliun. (gambar ilustrasi oleh AI).

Jakarta, propertyandthecity.com — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menyiapkan serangkaian aksi korporasi strategis pada 2026 sebagai bagian dari transformasi bisnis jangka panjang, termasuk pembentukan anak usaha di sektor asuransi umum dan pembiayaan (multifinance), serta penguatan struktur permodalan secara agresif.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengungkapkan bahwa perseroan berencana mendirikan anak usaha asuransi umum dengan kebutuhan modal sekitar Rp250 miliar, yang ditargetkan rampung pada semester II 2026. Langkah ini diharapkan memperluas sumber pendapatan berbasis komisi (fee-based income) sekaligus memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan BTN.

Selain itu, BTN juga akan membentuk anak usaha multifinance dengan nilai investasi signifikan, berkisar Rp3–5 triliun, yang juga ditargetkan terealisasi pada paruh kedua 2026. Perseroan turut mengkaji pendirian perusahaan pembiayaan berbasis syariah sebagai bagian dari diversifikasi layanan keuangan.

“Ke depan, kami mengusulkan penambahan modal inti di perusahaan asuransi serta pendirian anak usaha pembiayaan, termasuk yang berbasis syariah,” ujar Nixon dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Dari sisi permodalan, BTN menyiapkan langkah penguatan modal dengan total nilai mencapai Rp2 triliun, yang direncanakan melalui penerbitan virtual capital pada semester II 2026. Nixon menyebutkan, instrumen tersebut diharapkan dapat diserap oleh Danantara sebagai investor strategis.

Tak hanya itu, BTN juga akan menerbitkan obligasi atau wholesale funding dengan nilai hingga Rp4 triliun, yang akan dilakukan secara bertahap mulai semester I hingga semester II 2026. Aksi ini bertujuan menjaga likuiditas sekaligus mendukung ekspansi kredit secara berkelanjutan.

Dari sisi kinerja, BTN menargetkan pertumbuhan laba bersih sebesar 20–22 persen pada 2026, seiring membaiknya kualitas aset dan selesainya penanganan kredit bermasalah di masa lalu. Penyaluran kredit diproyeksikan tumbuh 8–9 persen secara tahunan (year-on-year), dengan rasio kredit bermasalah (NPL) dijaga di bawah 3 persen.

Sementara itu, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) ditargetkan berada di kisaran 7–8 persen, dengan cost of fund dipertahankan di level sekitar 3,6 persen dan beban kredit (cost of credit) di rentang 1–1,2 persen.

“Kami masih memproyeksikan pertumbuhan kredit 8–9 persen, meskipun regulator mendorong agar lebih tinggi. Untuk laba bersih, kami tetap optimistis di kisaran 20–22 persen karena isu-isu kredit lama sudah sepenuhnya terselesaikan. Neraca kami kini jauh lebih bersih,” tegas Nixon.

Dengan strategi ekspansi terukur dan penguatan fundamental, BTN menargetkan posisi yang lebih solid sebagai pemain utama di sektor pembiayaan perumahan nasional, sekaligus meningkatkan daya tariknya di mata investor domestik dan global. (*)

+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini