Jakarta, propertyandthecity.com – Musim penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi melalui berbagai jalur seleksi resmi menjadi momentum penuh semangat bagi para pelajar di Indonesia. Seiring dengan pergerakan gelombang mahasiswa perantau tersebut, kebutuhan terhadap akomodasi tempat tinggal atau kost modern dinilai melonjak tajam.
Melihat peluang besar ini, Cove, penyedia hunian co-living modern berbasis komunitas, resmi mengumumkan ekspansi bisnis organik terbarunya ke Kota Malang, Jawa Timur. Langkah strategis ini ditandai dengan peresmian properti co-living perdananya bertajuk Cove Estira yang terletak di kawasan Jatimulyo, Malang.
Ekspansi ini sekaligus menjadi mesin akselerasi bagi Cove untuk merealisasikan target penambahan 1.000 kamar baru, guna mencapai total portofolio hingga 7.000 kamar di seluruh Indonesia pada akhir tahun 2026.
“Dengan fakta bahwa 12,5 persen penghuni Cove saat ini adalah pelajar, kami melihat sinyal jelas bahwa mahasiswa tidak lagi hanya mencari tempat tidur, tetapi hunian yang menunjang produktivitas dan gaya hidup mereka. Kehadiran Cove di Kota Malang adalah langkah strategis untuk menjawab kebutuhan tersebut,” ungkap Country Director of Investment Cove, Rizky Kusumo dalam keterangan tertulis, Kamis (11/6/2026).
Tawarkan Standar Baru Kost Mahasiswa yang Strategis
Berada di kawasan Jatimulyo, Cove Estira menyediakan total 27 kamar dengan konsep desain minimalis yang diberi sentuhan aksen warna cerah. Kamar didesain secara kompak (compact room) agar ideal bagi produktivitas akademik namun tetap menjaga kenyamanan beristirahat.
Guna menetapkan standar baru dalam ekosistem akomodasi pelajar, properti ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas komunal premium, antara lain:
- Area lobi utama dan patio.
- Ruang makan bersama (shared dining area).
- Rooftop lounge sebagai ruang interaksi sosial.
Fasilitas bersama ini sengaja dihadirkan untuk mempermudah mahasiswa perantau membangun komunitas baru saat beradaptasi di kota yang baru.
Selain itu, lokasinya dinilai sangat strategis karena memiliki aksesibilitas tinggi menuju dua kampus terkemuka, yaitu Universitas Brawijaya dan Politeknik Negeri Malang (Polinema). Untuk pemenuhan gaya hidup, hunian ini juga dekat dengan pusat komersial seperti Mall Dinoyo City, Malang Town Square (Matos), dan Mall Olympic Garden (MOG).
Pendekatan “Hinterland” dalam Teori Perkotaan
Dari kacamata perencanaan wilayah perkotaan (urban planning), manajemen Cove menegaskan bahwa masuknya bisnis mereka ke Malang bukan sekadar ekspansi geografis biasa ke kota baru. Langkah ini didasari atas teori dinamika perkotaan dan urbanisasi.
Dalam sistem metropolitan Jawa Timur, Surabaya bergerak sebagai pusat kota utama (core), sementara Kota Malang dan Batu bertindak sebagai kawasan penunjang (hinterland). Hubungan erat antar-wilayah ini semakin dipercepat berkat adanya konektivitas Tol Trans-Jawa.
Cove mencatatkan pertumbuhan bisnis yang sangat masif di Surabaya sejak pertengahan tahun 2025, di mana jumlah pasokan kamarnya melonjak hingga sepuluh kali lipat dalam kurun waktu satu tahun. Kesuksesan tersebut kini meluap secara organik ke Kota Malang yang memegang peran vital sebagai pusat kegiatan pendidikan dan pariwisata.
Strategi efisiensi manajemen juga menjadi alasan utama pemilihan model perluasan ini. Mengintegrasikan operasional kota satelit/hinterland ke dalam sistem manajemen kota utama terbukti mampu menekan biaya operasional manajemen (management fee) menjadi lebih rendah, dibandingkan jika perusahaan harus membangun infrastruktur tim baru dari nol di area geografis yang terpisah.
Baca Juga: BeliRumah Hadirkan Owner Connect dan Agen Naik Kelas, Perkuat Ekosistem Properti Digital
Target Pasar Eksklusif dan Strategi Akomodasi Harian
Mengingat volume segmen atas cenderung mengerucut, Cove secara spesifik membidik ceruk pasar mahasiswa pendatang kelas menengah ke atas (upper-middle) yang berasal dari kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung. Berdasarkan data sekunder sekilas terkait batas harga (price cap) pasar Malang, Cove menetapkan batas harga sewa kamar yang kompetitif dan berada di bawah angka Rp 3.000.000 per bulan.
Kendati dekat dengan area kampus, strategi bisnis Cove di Malang dipastikan tidak hanya akan berfokus pada akomodasi mahasiswa jangka panjang (bulanan).
Melihat karakteristik Malang yang mirip dengan wilayah Bogor di Jabodetabek—yakni kaya akan potensi pariwisata dan perjalanan bisnis—Cove akan mengombinasikan pasokan propertinya ke depan dengan skema Short-Term Stay (STS) dan Flexible Living. Lini bisnis akomodasi harian serta hybrid (bulanan-harian) akan dikembangkan secara paralel guna menangkap potensi pasar pelancong yang ingin berlibur ke kawasan Malang, Batu, dan sekitarnya. (*)
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung
- Anwar Tandjung





















