BANK BNI, 3 Jurus Mempertahankan Pertumbuhan

0
95
Bank BNI

Seperti juga bank lain, Bank BNI juga mendapat pukulan dampak wabah Covid-19. 3 jurus mempertahankan pertumbuhan telah disiapkan tahun ini agar laju pertumbuhan tetap terjaga.

Baca juga , Program KOTAKU Tahun 2020 Capai 70 Persen

Indomora Harahap, Pemimpin Divisi Penjualan PT Bank Negara Indonesia Tbk, mengaku hari-harinya saat ini lebih sibuk dibandingkan sebelum covid-19. Rapat-rapat lewat zoom dengan eksternal maupun rapat internal menjadi santapan sehari-hari, bahkan hingga malam hari. Bisa dimaklumi karena inilah masa-masa pertarungan, bukan saja bertarung menjaga kesehatan tetapi juga menjaga agar bisnis tetap tumbuh. Wabah Covid-19 yang sampai hari ini belum tahu kapan berakhirnya karena belum ditemukan anti virusnya, telah memukul hampir semua lini bisnis di
Indonesia. Tidak terkecuali bisnis properti yang imbasnya juga dirasakan bank-bank penyedia KPR, salah satunya adalah Bank BNI. “Di masa pandemik saat ini kita masih bisa tumbuh kurang lebih enam persen di semester satu. padahal bisa bertahan saja sudah bagus,” ujar Indomora.

Menurut Indomora, penyumbang pertumbuhan KPR BNI di semester satu ini datang dari yang mengajukan KPR di angka sampai dengan Rp300 jutaan. Bukan dari segmen di angka Rp500 jutaan atau Rp1 miliar ke atas. Ini sekaligus membuktikan bahwa segmen end user atau rumah primary
masih hidup di tengah terpuruknya pasar properti akibat melemahnya jaya beli. Sedangkan untuk rumah seken belum terlalu kelihatan. “Paling banyak di segmen Rp200-300 jutaan. Komposisinya di atas 40 persen dari portofolio 2020 semester satu,” ujarnya.

Kondisi saat ini diakui Indomora mau tidak mau bank harus mengubah
strategi pemasarannya agar bank tetap dapat memasarkan kredit perumahan. Cara-cara seperti biasa bertemu langsung dengan calon konsumen atau developer, terkendala oleh faktor menjaga kesehatan akibat Covid-19. Bahkan, untuk melihat rumah contoh saja, orang masih
enggan. BNI pun merespon dengan mengeluarkan strategi baru. Tidak perlu banyak-banyak, cukup tiga saja tetapi efektif meng-grip konsumen
potensial.

Baca juga, REAL ESTATE 4.0, INOVASI BUSINESS MODEL INDUSTRI REAL ESTATE INDONESIA

Pertama, BNI memaksimalkan data nasabah sendiri. Artinya, nasabahnasabah BNI yang potensial ditawarkan properti yang
dibangun oleh para pengembang yang bekerja sama dengan BNI. Para
nasabah yang potensial dikirim ke segenap cabang-cabang wilayah bekerja
sama dengan para developer. Diakui dari sekian nasabah BNI, masih belum
banyak yang bisa dioptimalkan, tetapi ini salah satu strategi memasarkan KPR BNI.

Kedua, BNI juga tidak ingin melewatkan peluang menggarap pasar segmen milenial. Inilah segmen yang banyak digarap bank-bank penyedia KPR. Para milenial yang sudah melek teknologi, mendapat kemudahan dengan mengajukan permohonan kredit menggunakan e-form. Tinggal isi formulir secara elektronik, cantumkan rumah yang diinginkan selanjutnya akan di follow up oleh marketing BNI. “Saat ini kita fokus menggarap segmen milenial. Kalau cerita segmen milenial, tentunya cara melayaninya agak berbeda, harus lebih praktis dan mudah, kita manfaatkan e-form,” ujar Indomora.

Ketiga, walaupun kondisi saat ini orang enggan datang ke pameran properti, tetapi BNI tidak kalah sigap dengan mengadakan pameran properti online yaitu BNI Griya Expo Online yang saat ini sedang digelar. Ada 59 pengembang nasional dengan tidak kurang dari 178 proyek properti yang meramaikan pameran properti online ini. Proyek yang dipamerkan tersebar mulai dari Jakarta, Surabaya, Bandung, Malang, Medan, Makassar hingga Manado. Griya Expo Online ini satu solusi karena kondisi wabah pandemik orang ingin lebih safety,” ujar Indomora.

Pengunjung BNI Griya Expo Online akan mendapat tawaran yang
menarik, seperti bunga KPR mulai dari satu persen hingga 4,74
persen, ada subsidi dari pengembang, bayar bunga saja selama 2
tahun. Menurut Indomora, ini inisiatif yang dilakukan BNI dalam masa
pandemik. Buat para milenial yang berpenghasilan Rp2 juta per bulan
sudah bisa menikmati BNI Griya program bayar bunga saja selama
2 tahun. Yang menabung untuk jalan-jalan sudah saatnya dananya
dialihkan untuk membeli rumah. Ada juga program angsuran suka-suka
yaitu jumlah angsuran, pokok plus bunga diatur sendiri oleh nasabah BNI
Griya menyesuaikan penghasilannya.

Memasuki semester ke-2, walaupun Covid-19 belum tahu kapan berakhirnya, Indomora cukup optimis karena kegiatan ekonomi sudah mulai bergerak, orang sudah mulai berani keluar rumah untuk bertransaksi. Ada penguatan dari government spending yang dapat
membantu percepatan pemulihan ekonomi.

“Saya pikir akan ada perbaikan, walaupun mungkin tidak signifikan. Bertahan dengan kondisi yang ada sudah cukup baik. Namun dengan BNI melakukan beberapa inovasi, kita harapkan masih bisa tumbuh. Harapannya lebih tinggi dari semester satu, tetapi tidak bisa setinggi
yang direncanakan,” ujar Indomora. ●