Bambang Sulistiyono: Kami Siap Dengan Segala Kondisi

Jangan risau dengan para broker di Sulsel karena mereka sudah siap dengan segala macam kondisi termasuk Covid-19. Segmen menengah ke bawah cukup mendominasi penjualan market primary di Sulsel.

0
267
Bambang Sulistiyono dari arebi sulsel
Bambang Sulistiyono, Ketua DPD AREBI Sulawesi Selatan./ Foto: dokpri

Propertyandthecity.com, Jakarta – Ketika Property and the City bertanya kepada Bambang Sulistiyono, Ketua DPD AREBI Sulawesi Selatan, soal kesiapan para broker di Sulawesi Selatan (Sulsel) menghadapi keharusan era New Normal di tengah wabah Covid-19. Bambang menjawab cukup lugas.

“Siap atau tidak siap, mungkin bukan itu pertanyaan yang tepat buat kami, hehehe…. Sebagai seorang broker kita harus selalu siap di segala macam kondisi. Kita dituntut mampu menghadapi segala tantangan atau ujian. Jika ingin tetap eksis di bisnis ini, kita harus siap berubah dan menyesuaikan strategi yang akan kita jalankan di era New Normal,” ujar Bambang, luar biasa.

Baca: AREBI Banten Masih Panen Closing di Tengah Pandemi Covid-19

Bambang sepertinya ingin meyakinkan, era New Normal adalah bagian dari perubahan yang bakal dihadapi para broker maupun para pengembang bila ingin bertahan di bisnis properti. Bentuk kesiapan itu seperti memperdalam ilmu pengetahuan dan praktek tentang strategi pemasaran menggunakan teknologi digital.

Para broker sudah manfaatkan marketplace, sosial media, aplication messenger untuk berpromosi dan berjualan. Volume promosi melalui digital marketing lebih sering dan terus meningkat. Terbukti beberapa kantor agen properti yang sudah siap lebih dulu menjalankan pemasaran secara digital.

“Pastilah belum menyamai penjualan saat masih face to face karena ini hal baru. Tetapi kalau saya amati pemasaran properti secara online ke depannya akan bisa menyamai penjualan secara konvensional,” ujar Bambang.

Baca: Yongky Karyadi Tan: Kami Siap Dengan Era New Normal

Terkait kondisi 3 bulan belakangan ini, Bambang tidak menampik kondisi market properti primary dan secondary dipastikan mengalami penurunan, tetapi bukan berarti berhenti alias tidak ada penjualan. Bahkan, khusus untuk market primary, justru dengan kondisi seperti sekarang, developer banyak memberikan “kemudahan” lebih dalam memasarkan produknya. Kemudahan ini yang membuat konsumen semakin tertarik atau berminat untuk membeli propertinya.

Menurut Bambang, segmen menengah ke bawah cukup mendominasi penjualan market primary. Dalam 2 tahun terakhir ini lebih banyak anggota DPD AREBI Sulsel yang bermain di primary sekitar 60 persen, sisanya 40 persen di secondary.

Baca: Siap Sambut The New Normal, BTN Ajak Pengembang Bangun Rumah Rakyat

“Kebetulan developer sekarang banyak bermain di market menengah ke bawah, karena mereka juga melihat kalau market di kelas tersebut masih “gemuk”. Sehingga kami di sini juga fokus jualan di range harga Rp300 juta hingga Rp1 miliar,” ujarnya. (Hendaru)