Beranda Berita Investasi AWAL TAHUN: PASAR PERUMAHANJABODEBEK-BANTEN MELAMBAT

AWAL TAHUN: PASAR PERUMAHANJABODEBEK-BANTEN MELAMBAT

0
JABODEBEK-BANTEN MELAMBAT

Memasuki tahun 2024, pasar perumahan terindikasi melambat. Seperti telah diprediksi sebelumnya oleh Indonesia Property Watch,
pasar relatif melambat memasuki tahun 2024. Bulan Puasa di awal tahun disertai dengan pelaksanaan Pemilu membuat aktivitas pasar cenderung menurun dan berimbas pada realisasi transaksi pembelian rumah di Jabodebek-Banten.

baca juga, Farpoint Menjawab Kebutuhan Perumahan Terjangkau di Indonesia

Nilai penjualan rumah di Jabodebek-Banten Q1- 2024 mengalami penurunan 5,0% (qtq) melanjutkan penurunan yang terjadi pada triwulan sebelumnya. Sementara itu, pertumbuhan unit terjual juga mengalami penurunan 10,8% (qtq), meski sempat mengalami kenaikan dalam dua triwulan terakhir. Kenaikan unit terjual pada triwulan sebelumnya lebih disebabkan peluncuran proyek baru di Banten, meskipun dengan nilai penjualan yang menurun sebagai indikasi pergeseran ke segmen harga lebih rendah secara signifikan. Memasuki Q1-2024 penurunan unit terjual lebih tinggi dibandingkan nilai penjualan yang menggambarkan harga rata-rata unit terjual yang lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya.

Sebagian besar wilayah mengalami penurunan unit terjual, kecuali wilayah Jakarta menjadi satu-satunya wilayah yang mengalami kenaikan pada Q1-2024. Sementara itu berdasarkan nilai penjualan, wilayah Tangerang dan sekitarnya mengalami kenaikan tipis 0,9% di tengah penurunan di semua wilayah. Pasar masih didominasi segmen menengah Rp500 juta – 1 miliar. Meskipun demikian tergambar tren kenaikan di segmen Rp1 – 2 miliar cukup tinggi. Sementara itu pasar segmen atas dengan harga > Rp 2 miliar diperkirakan mulai mengalami perlambatan.

Pasar menengah-atas yang memiliki pertumbuhan cukup tinggi dalam 2 tahun terakhir, diperkirakan akan terus melambat di tahun 2024. Namun demikian melihat kondisi perubahan geopolitik dan krisis global yang berdampak terhadap kenaikan sektor komoditas dapat menjadi peluang masih cukup besarnya potensi permintaan di segmen menengah-atas. Para pengusaha komoditas dan eksportir mendapat kejutan pendapatan lebih setelah harga minyak naik dan nilai tukar dolar yang menguat. Tahun 2024 diperkirakan akan lebih menantang dibandingkan tahun 2023. l

+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini