Home Berita Properti Albert Luhur: Saat-Saat Ini Sales Saya Lagi Sibuk!

Albert Luhur: Saat-Saat Ini Sales Saya Lagi Sibuk!

Website perusahaan juga harus siap dengan tampilan dan informasi yang lengkap serta mudah diakses. Tidak ketinggalan, video-video presentasi dan review produk hingga virtual reality.

1243
0
Albert Luhur soal koridor timur jakarta
Albert Luhur, Executive Director PT Summarecon Agung Tbk

Propertyandthecity.com, Jakarta – Banyak pengembang menyampaikan penurunan penjualan yang signifikan akibat adanya pandemi Corona yang melanda Indonesia. Namun, beberapa pengembang justru sebaliknya, seperti tidak mengalami hambatan berarti, terutama di kuartal pertama 2020 ini. Salah satunya adalah Summarecon Bekasi.

Proyek yang dikembangkan oleh PT Summarecon Agung Tbk ini ternyata sudah lama mengantisipasi ini. Sejak 2015 silam, pengembang sudah aktif di media sosial. Bahkan followers-nya di Instagram terus bertambah hingga lebih dari 38.600 dalam lima tahun ini.

Baca: Penjualan Ciputra Residence Tumbuh 11 Persen di Kuartal I

“Banyaknya followers kami ini justru berdampak positif di penjualan produk Summarecon Bekasi. Bahkan saat-saat ini sales saya lagi sibuk. Tiap hari mereka mendapatkan minimum 70 konsumen untuk di-followup,” kata Albert Luhur, Executive Director PT Summarecon Agung Tbk, dalam diskusi bertajuk “Smart Selling in Primary Project” yang digelar oleh ERA Indonesia melalui aplikasi meeting online, Zoom, Senin (27/4/2020) lalu.

Pada tahun lalu, Summarecon Bekasi mengeluarkan biaya iklan media online untuk pemasaran produknya sebesar Rp127,3 juta. Dari pengeluaran itu, leads yang didapatkan sebanyak 10.120 dengan total terjual adalah 33 unit atau setara Rp26,8 miliar. Properti landed mendominasi, yakni leads yang didapatkan sebanyak 7.240 dengan total terjual adalah 13 unit atau setara Rp13,5 miliar.

“Ini full dari online medsos saja. Jadi kita bisa melihat bahwa kita harus punya strategi, tidak bisa hanya sekadar ikut-ikutan saja,” ujarnya.

Baca: Summarecon Bekasi Luncurkan Tahap 2 Cluster Morizen

Kekuatan lain dipaparkan Albert, pihaknya juga telah menghimpun dan membentuk berbagai komunitas yang cukup aktif di media sosial. Dengan begitu, sehingga pengeluaran biaya iklan yang minim pun bisa berdampak besar terhadap penjualan propertinya.

Selain itu, website perusahaan juga harus siap dengan tampilan dan informasi yang lengkap serta mudah diakses. Tidak ketinggalan, video-video presentasi dan review produk hingga virtual reality 360 derajat. Dengan begitu, konsumen tidak harus mendatangi proyeknya.

“Contohnya, minggu lalu saja kami bisa menjual 3 unit rumah ukuran terbesar dari proyek kami yang harganya masing-masing Rp7 miliar lebih. Dan ini hanya dalam 1 minggu,” tegas Albert Luhur.

Baca: Hadapi Corona, ERA Indonesia Keluarkan Sejumlah Langkah Penting

Lebih dari itu, konsep yang ditawarkan juga harus yang benar-benar menjadi kebutuhan pasar saat ini. Apalagi dengan adanya WFH karena Covid-19, tentunya konsumen akan lebih respek pada hunian yang lebih nyaman, termasuk untuk bekerja.

Previous articleAgar Rumah Bersih Bebas Lelah, Lakukan Ini!
Next articleDi Dalam Makanan Sehat Terdapat Tubuh Yang Sehat dan Kuat, Vacuum Blender Polytron Solusinya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here