Sabtu, November 7, 2026
Beranda Berita Properti Kredit Tumbuh 18 Persen, Bank QNB Agresif, ke Mana Arah Pembiayaannya?

Kredit Tumbuh 18 Persen, Bank QNB Agresif, ke Mana Arah Pembiayaannya?

0
67
Kredit Tumbuh 18 Persen, Bank QNB Agresif, ke Mana Arah Pembiayaannya?
Kredit Tumbuh 18 Persen, Bank QNB Agresif, ke Mana Arah Pembiayaannya?

Jakarta, propertyandthecity.com — Di tengah ketidakpastian ekonomi global, PT Bank QNB Indonesia Tbk justru mencatatkan pertumbuhan yang relatif agresif. Hingga akhir 2025, bank ini membukukan kenaikan aset sebesar 3 persen secara tahunan menjadi Rp13,2 triliun, dengan pertumbuhan kredit bersih mencapai 18 persen. Ini hampir dua kali lipat dari rata-rata industri perbankan nasional yang berada di kisaran 9,6 persen.

Direktur Utama Bank QNB Indonesia, Nick Groene, menilai capaian tersebut sebagai indikator kekuatan fundamental bisnis perseroan.

“Kinerja bank di 2025 mencerminkan ketangguhan model bisnis kami serta kemajuan yang telah dicapai dalam memperkuat fundamental bank,” ujarnya di Jakarta, (04/04).

Pertumbuhan kredit yang tinggi ini ditopang oleh sektor-sektor seperti informasi dan komunikasi, manufaktur, serta jasa keuangan, sektor yang secara struktur memang lebih resilient terhadap tekanan ekonomi dibanding sektor berbasis konsumsi.

Pertumbuhan Kredit vs Realitas Sektor Properti

Meski kinerja bank menunjukkan tren positif, ditandai dengan penurunan rasio kredit bermasalah (NPL) menjadi 2,2 persen serta peningkatan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 11 persen, fokus pembiayaan yang diarahkan ke sektor non-properti mencerminkan perubahan preferensi risiko di industri perbankan.

Secara implisit, ini mengirim sinyal bahwa sektor properti belum menjadi prioritas utama dan  masih dianggap memiliki risiko yang lebih tinggi.

Padahal dalam siklus ekonomi, properti justru sering menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan, terutama melalui efek berantai ke sektor konstruksi, material, hingga konsumsi rumah tangga.

Di sisi lain, Bank QNB mulai masuk ke pembiayaan berbasis ESG, yang berpotensi membuka peluang baru, termasuk untuk proyek properti berkelanjutan. Namun, ini masih berada pada tahap awal dan belum menjadi pendorong utama portofolio kredit. (*)

+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini