Home Marketing Breaktrough THE POOR OLD MAN

THE POOR OLD MAN

17
0
THE POOR OLD MAN

If one advances confidently in the direction of his dreams, and endeavours to live the life which he has imagined, he will meet with success unexpected in common hours.- (Henry David Thoreau).

Seorang tukang kayu tua berniat untuk pensiun setelah bekerja lebih dari 35 tahun di sebuah perusahaan developer rumah. Setelah mengutarakan niatnya kepada pemilik perusahaan, ia pun bergegas untuk merapikan mejanya dan bersiap meninggalkan kantornya. Sang pemilik yang bijaksana memanggilnya dan berkata, “Sebelum Anda pergi, dapatkah Anda mengerjakan satu proyek rumah terakhir kali untuk perusahaan ini?” Walaupun pak tua itu kelihatan kurang bersemangat lagi, karena ia segan pada sang pemilik, ia pun menyetujuinya. Dari awal pekerjaan sampai akhir, si bapak tua bekerja tanpa konsentrasi penuh karena ia merasa tidak ada dampaknya lagi bagi dirinya untuk hasil karya terakhir ini. la pun menyelesaikan sebuah rumah dengan kualitas yang sangat buruk. Setelah selesai, sang pemilik perusahaan berkata,
“Terima kasih atas usaha bapak, dan rumah terakhir ini akan saya hadiahkan kepada bapak sebagai ungkapan rasa terima kasih perusahaan atas dedikasi bapak selama ini.” Betapa kaget dan sedihnya tukang kayu tua itu mendengarkan berita itu. la begitu menyesal karena ia mengerjakannya dengan setengah hati. la berpikir, “Seandainya saja saya mengetahui bahwa bangunan rumah ini akan dihadiahkan untuk saya, tentu saya akan mengerjakannya dengan sebaik mungkin.”

baca juga, PropertyGuru Indonesia Property Awards ke-8 Sukses Bagikan 53 Kategori Pemenang

Mereka yang saat ini berstatus karyawan dan bekerja di perusahaan yang memberikan penghasilan setiap bulannya sering kali bekerja secara tidak maksimal karena merasa dalam posisi aman. Namun sadarkah mereka bahwa apa pun kontribusi yang diberikan kepada perusahaan pada suatu saat nanti akan dinilai sesuai dengan bobotnya. Seorang CEO di perusahaan pastilah bukan mereka yang sejak awal mula bekerja di perusahaan itu dengan seenaknya, melainkan mereka sedari awal menginvestasikan waktu dan kerja yang terbaik mereka sehingga suatu saat nanti akan mendapat kepercayaan yang lebih besar lagi.

Anda mungkin berpikir betapa sial dan bodohnya sang bapak tua yang dengan sia-sia membuang hadiah yang paling berharga baginya. Bagaimana dengan Anda sendiri? Apakah saat ini Anda sedang membangun “istana” kehidupan Anda atau Anda dalam proses menghancurkan “istana” itu? Ingatlah bahwa kehidupan yang diberikan Sang Pencipta untuk kita adalah hadiah yang terbesar dalam hidup ini, namun bagaimana Anda menghargainya bergantung pada setiap pilihan sikap dan tindakan yang Anda ambil setiap hari.

Kita setiap hari “membangun” kehidupan kita, sering kali kita belum mengeluarkan seluruh kemampuan kita untuk membangun sesuatu yang bernilai dan pada suatu saat nanti kita kaget dan kecewa mendapatkan “istana” yang kita bangun tidak lain adalah gubuk derita dalam hidup ini. Kita semua adalah tukang kayu dalam kehidupan ini, kita tidak dapat berbalik ke masa lalu untuk merapikan pekerjaan yang salah. Satu-satunya yang kita miliki hanyalah saat ini, jadi ingatlah selalu untuk “membangun” secara bijaksana. Bangunlah kehidupan Anda dengan komitmen yang tinggi, kebanggaan atas hasil karya Anda, dan lakukanlah dengan senang hati.

Darmadi Darmawangsa
Motivator dan Pakar Pemasaran Properti | + posts

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here