SLP Resmikan Pergudangan Baru di Karawang Timur

0
861
pergudangan baru slp karawang
PT SLP Surya Ticon Internusa meresmikan fasilitas pergudangan baru Blok C seluas 51.330 meter persegi, dalam area Suryacipta Technopark, bagian dari Kawasan Industri Suryacipta, Karawang Timur, Jawa Barat, Rabu (04/12/2019)./ Foto: Putri

PT SLP Surya Ticon Internusa (SLP) dan anak perusahaanya PT SLP Internusa Karawang (SLPIK), melalui entitas anak PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) meresmikan area pergudangan baru seluas 51.330 meter persegi, pada Rabu (04/12/2019).

Adapun pergudangan Blok C tersebut berada dalam area Suryacipta Technopark, bagian dari Kawasan Industri Suryacipta, Karawang Timur, Jawa Barat.

Untuk diketahui, SSIA merupakan perusahaan joint venture dengan Mitsui & Co., Ltd (Mitsui) dan Frasers Property (Thailand) Public Company Limited.

Baca: Argo Manunggal Group Luncurkan Kawasan Industri Aviarna di Semarang

Acara opening ceremony pergudangan baru ini dihadiri oleh Wakil Presiden Direktur SSIA, Eddy Purwana Wikanta; Presiden Direktur PT Mitsui Indonesia, Motoaki Uno; dan Presiden Frasers Property (Thailand) Plc., Sopon Racharaksa.

Pergudangan baru Blok C dibangun di atas lahan seluas 53.744 meter persegi yang terdiri dari 1 Build To Suit dan 5 unit Retail Warehouse.

Meski baru diresmikan, namun fasilitas yang dibuka ini sudah terisi oleh standby tenant. Eddy Purwana Wikanta mengapresiasi kepercayaan standby tenant yang telah memilih kawasan pergudangan SLP sebagai lokasi berbisnisnya.

“Adalah keputusan yang tepat untuk mengambil dan memilih kawasan pergudangan SLP, mengingat kelengkapan fasilitas yang disediakan oleh pengelola kawasan,” ujarnya di sela kegiatan opening ceremony tersebut.

Eddy menambahkan, SLP memiliki fasilitas pergudangan modern pertama di Indonesia dan berkualitas standar internasional, serta menawarkan fasilitas pergudangan modern dan ready built factory for rent.

Baca: Pesona Properti Karawang Barat, Beli Sekarang atau Menyesal

SLP Karawang telah dilengkapi dengan CCTV yang beroperasi 24 jam, secure pass cards, lampu penerangan jalan tenaga surya, instalasi pemadam kebakaran, serta tenaga listrik cadangan.

“Sehingga di sini, tenant dapat menjalankan bisnisnya dengan lebih aman, lebih efektif, dan lebih efisien,” katanya.

Sinyal Positif

sewa gudang di karawang
Fasilitas gudang Blok C dalam Kawasan Industri Suryacipta, Karawang Timur, Jawa Barat, terdiri dari 1 Build To Suit dan 5 unit Retail Warehouse./ Foto: Putri

SLP Karawang yang berada di Kawasan Industri Suryacipta ini memiliki total luas lahan mencapai 22 hektar dan merupakan cluster persewaan gudang dan pabrik siap pakai di Indonesia dengan luas bangunan total mencapai 128.566 meter persegi (45 unit modern warehouse). Saat ini, jumlah lahan yang telah digunakan sebesar 160.255 meter persegi atau sekitar 73% dari total keseluruhan lahan.

“Kami optimistis bisnis persewaan gudang dan fasilitas pabrik siap pakai yang kami lakukan akan terus bertumbuh di masa datang,” ungkapnya.

Pertumbuhan tersebut, sambungnya, tak lepas dari pembangunan infrastruktur yang begitu pesat seperti bertambahnya akses jalan, pelabuhan dan bandara.

Selain itu, pertumbuhan bisnis e-commerce dan logistik di Indonesia juga mendorong permintaan akan fasilitas pergudangan dengan fasilitas yang lengkap serta memiliki konektivitas dengan pelabuhan, bandara dan jalan tol.

Baca: Modernland Mulai Bangun Kawasan Industri Halal Pertama dan Terbesar

Optimisme ini berdasarkan sejumlah sinyal positif dari sejumlah industri. Kata Eddy, saat ini, pertumbuhan sektor e-commerce di Indonesia sangat pesat dimana diperkirakan akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2025, dengan nilai lebih dari US$ 45 miliar.

Penelitian oleh Google dan Temasek Holdings menyebut bahwa penjualan e-commerce diperkirakan akan mencapai 5% hingga 8% dari total penjualan ritel pada tahun 2025. Pertumbuhan e-commerce ini ikut mendongkrak performa industri logistik di Indonesia.

Berdasar data yang disampaikan oleh Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), bisnis logistik tahun ini akan tumbuh sekitar 10% dibandingkan tahun lalu.

Pada 2020, bisnis logistik akan tumbuh sekitar 8-9%. Bahkan Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) memprediksi potensi pertumbuhan bisnis logistik bisa mencapai lebih dari 30% hingga 2020.

Kondisi ekonomi dan politik Indonesia yang relatif stabil paska pemilu juga mendorong peningkatan aktivitas bisnis dan investasi khususnya di bidang kawasan industri. Berdasarkan data Kemenperin, kawasan industri diproyeksikan mencapai pertumbuhan sekitar 7% hingga akhir tahun 2019.

“Melihat perkembangan bisnis yang terkait pergudangan yaitu e-commerce dan logistik yang terus tumbuh dengan pesat, kami optimistis dapat mendorong kinerja positif SSIA di masa yang akan datang dan kami juga yakin pengembangan bisnis pergudangan sewa dan fasilitas pabrik siap pakai akan menopang pencapaian target akhir tahun SSIA” pungkas Eddy.

Baca: Karawang, Propertinya Terus Bergerak

Melihat potensi tersebut, selain di Karawang, saat ini, SLP juga telah memperluas dan mengembangkan usahanya di berbagai wilayah strategis di Indonesia, antara lain Banjarmasin (Kalimantan), dan Makassar (Sulawesi).