Marketing Sales Metland 27 Persen dari Target, Begini Strategi yang Akan Dilakukan

Secara resmi, Metland belum merevisi target marketing sales pada tahun ini. Namun Perseroan mengestimasi, kira-kira yang bisa tercapai hingga akhir tahun ini adalah sekitar Rp1,1-1,2 triliun.

0
219
marketing sales metland
Jajaran direksi PT Metropolitan Land Tbk, menyampaikan hasil paparan publik mengenai kinerja perusahaan, Senin 28/9/2020. (Foto: Metland)

Propertyandthecity.com, Jakarta – PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) akan menunda dan mengundurkan progres pembangunan sejumlah proyek baru dan proyek yang tengah dikembangkan saat ini. Hal ini menyusul kondisi properti yang masih dalam tekanan besar akibat wabah Covid-19.

Beberapa proyek yang sedang dalam masa konstruksi tersebut, seperti Royal Venya Ubud dan Hotel Horison Ultima Kertajati. Perseroan memutuskan untuk tetap melanjutkan meski lebih lambat.

“Memang sempat kami hold, namun akan tetap kami progress, cuman progressnya akan kami slow down. Jadi tidak berhenti total. Sementara beberapa proyek lain kami asumsikan tahun depan, seperti TOD di Cawang maupun proyek di Gorontalo,” ungkap Olivia Surodjo, Direktur PT Metropolitan Land Tbk pada acara paparan publik mengenai kinerja perusahaan, Senin (28/9/2020).

Baca: Apartemen Pertama di Jakarta Garden City, Cleon Park, Mulai Dibangun

Sementara proyek Rumah Sakit Hermina Cibitung yang berada dalam kawasan Metland Cibitung disebut akan ditunda pembangunannya. Proyek ini telah melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) tahap 1 pada 25 September 2020.

Rumah Sakit Hermina Cibitung dibangun di lahan kurang lebih 6.000 meter persegi dengan total 6 lantai dan 150 tempat tidur.

Fasilitas yang berada dalam Rumah Sakit meliputi Radiologi, Laboratorium, Ruang Operasi, Ruang Ginekolog serta fasilitas pendukung lainnya.

Rumah Sakit yang ditargetkan akan dibuka pada tahun 2021 ini diharapkan menjadi salah satu fasilitas yang dapat digunakan oleh penghuni di kawasan Metland Cibitung.

Marketing Sales

Hingga Juni 2020, MTLA mencatatkan pendapatan versi marketing sales sebesar Rp540 miliar atau 27 persen dari target awal Perseroan untuk tahun 2020 sebesar Rp2 triliun. Pendapatan tersebut disumbang dari presales properti sebesar Rp365 miliar dan pendapatan berulang sebesar Rp175 miliar.

Pada semester I 2020 Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp390 miliar dan laba bersih sebesar Rp88 miliar, turun dibandingkan pada periode yang sama tahun 2019.

Penurunan ini sejalan dengan kondisi perekonomian global dan Indonesia yang mengalami perlambatan akibat pandemi covid-19, selain itu pendapatan berulang yang lebih rendah dari properti komersial karena PSBB yang berlaku penuh selama kurang lebih dua setengah bulan.

“Proyek perumahan kami juga terdampak karena PSBB, karena segmen konsumen utama kami yang merupakan pengguna akhir (end user) kebanyakan lebih memilih menyimpan uang tunai untuk melewati masa pandemi,” kata Olivia.

Baca: Alam Sutera Resmi Rilis EleVee Penthouses & Residences

Metland Cibitung, Metland Cileungsi dan Metland Menteng menjadi kontributor terbesar pada marketing sales Perseroan.

“Penjualan rumah kelas middle to middle low di Metland Cibitung dan Metland Cileungsi masih cukup baik, begitu pula di Metland Menteng” tambah Olivia.

Strategi

Menanggapi penurunan kinerja Perseroan tersebut, Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk Thomas J Angfendy mengatakan, manajemen telah melakukan beberapa langkah antisipasi dan strategi guna untuk tetap menjaga jalannya usaha Perseroan.

“Mulai dengan melakukan penghematan, maupun dalam strategi-strategi ke depan. Mengubah rencana-rencana kerja, baik dari proyek-proyek eksisting maupun yang akan datang dan terus menjaga cashflow agar bisa melewati tahun pandemi ini dengan baik,” kata Thomas.

Melihat pencapaian tersebut, Metland mengestimasi ulang realisasi marketing sales-nya pada tahun ini.

“Secara resmi belum kami revisi target marketing sales pada tahun ini. Namun kami mengestimasi, kira-kira yang bisa tercapai hingga akhir tahun adalah sekitar Rp1,1-1,2 triliun,” tambah Olivia Surodjo.

Untuk mengejar target penjualan tersebut, Metland masih mengandalkan proyek-proyek eksisting yang sedang dikembangkan saat ini. Kecuali, lanjut Olivia, proyek Royal Venya Ubud, yang tadinya akan dijual secara unit, namun saat ini Perseroan akan menggunakan proyek tersebut sebagai investasi properti.

“Kami akan menjadikannya sebagai recurring revenue di masa depan. Jadi ini juga salah satu yang kami revisi, karena tadinya kami berharap ada marketing sales di sana,” ujarnya.

Segmen properti yang masih cukup berpeluang untuk menyerap produk properti, menurut Olivia, adalah menengah ke bawah. Namun demikian untuk segmen investasi seperti produk Metland di barat Jakarta, juga tetap punya peluang yang baik di tengah pandemi.

Untuk menjangkau pasar tersebut, terutama menengah bawah, Perseroan juga mengeluarkan beberapa promo dan gimik. Namun skemanya bukan pada diskon, tapi lebih kepada isi payment, seperti melalui program Book Now and Pay Later Deals!.

Sementara untuk produk investasi, Perseroan memberikan diskon namun khusus pada konsumen yang melakukan pembayaran dengan skema cash keras atau cicilan pendek selama 6 bulan lunas.

“Ini adalah bagian dari strategi kami untuk mendapatkan cashflow yang lebih cepat,” kata Olivia.

Di sisi lain, untuk produk investasi mal dan hotel juga masih mengalami tekanan besar meski okupansi hotel terlihat mulai naik.

Baca: 661 Rumah Tidak Layak Huni di Banyuasin Selesai Dibedah

Olivia menjelaskan, pada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid pertama, Maret hingga Juni, pusat perbelanjaan milik Metland sempat ditutup selama 2,5 bulan. Sedangkan okupansi di hampir semua hotel Metland bergerak di bawah 20 persen.

Saat ini, lanjutnya, hotel Metland di Bali rata-rata okupansinya mulai meningkat, walaupun belum kembali ke normal. Penyebabnya adalah wisatawan asing dan wisatawan dari luar kota juga masih terhambat masuk ke Bali. Apalagi adanya PSBB jilid dua di Jakarta yang juga punya dampak sangat besar terhadap okupansi hotel Metland di Seminyak, Bali.

“Marketing sales kami dari mal sampai dengan semester pertama 2020, akibat dampak PSBB, turun hampir 30 persen. Sedangkan untuk hotel lebih dari 50 persen,” kata Olivia.

Pemasaran Hunian

MTLA terus melanjutkan pemasaran proyek residensial seperti Metland Menteng yang tengah memasarkan klaster Jura Tipe B Plus dengan 3 kamar tidur dan luas bangunan 70 m2.

Begitu juga dengan rumah middle to middle low di Metland Cileungsi. Di sini pengembang memasarkan hunian tipe Lavanya dengan 2 kamar dan luas bangunan 46 m2.

Sementara di Metland Puri juga akan meluncurkan tipe rumah baru pada Oktober mendatang, demikian juga di Metland Cibitung.

Saat ini MTLA sedang menjalankan program New Normal New Home yang memberikan kemudahan diskon hingga Rp500 jutaan, harga termasuk biaya BPHTB, KPR dan AJB hingga hadiah menarik berupa kitchen set, air conditioner (AC), logam mulia dan voucher belanja sampai dengan Rp10 juta (syarat dan ketentuan berlaku).

Baca: Sinar Mas Land Luncurkan Garden Hous, Rumah Tiga Fungsi di Grand Wisata Bekasi

Program ini diikuti oleh seluruh proyek residensial dan apartemen Metland yaitu Metland Menteng, Metland Puri, Metland Transyogi, Metland Cileungsi, Metland Tambun, Metland Cibitung, Metland Cyber City, M Gold Tower dan Kaliana Apartment.

Produk yang bisa diperoleh dari program ini juga beragam mulai dari rumah ready stock, rumah indent, unit apartemen, kavling dan ruko.