Top 5 This Week

Related Posts

Kinerja Moncer, BRI Optimistis Lampaui Target Pembiayaan Perumahan 2026

Jakarta, Propertyandthecity.com – Kinerja PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) dalam menyalurkan pembiayaan perumahan bersubsidi terus menunjukkan tren positif. Hingga Juni 2026, realisasi penyaluran KPR FLPP dan KUR Perumahan telah mencapai Rp13,8 triliun atau sekitar 63% dari target.

Baca juga, Bye-Bye Lantai Kayu Lapuk! Saatnya Beralih ke RB SHERA MAESTRO, Decking Premium Berstandar Fire Rated A1 Eropa

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan target penyaluran pembiayaan perumahan yang diberikan kepada perseroan mencapai Rp22 triliun, terdiri dari Rp 10 triliun untuk KPR FLPP dan Rp 12 triliun untuk KUR Perumahan.

“Dari total target tersebut, sampai Juni kami sudah menyalurkan sekitar Rp 13,8 triliun atau sekitar 63% dari target. Karena ini baru bulan Juli, kami optimistis hingga akhir tahun pencapaiannya bisa lebih dari 100%,” ujar Hery di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Hery mengatakan realisasi penyaluran KUR Perumahan oleh perseroan telah mencapai sekitar 89% dari target yang diberikan pemerintah. Menurutnya, capaian tersebut mendorong pemerintah untuk kembali mempertimbangkan peningkatan target penyaluran KUR Perumahan bagi BRI.

Sementara itu, penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) baru terealisasi sekitar 32% dari target Rp10 triliun yang dibebankan kepada perseroan.

Secara nasional, pemerintah menargetkan penyaluran pembiayaan perumahan bersubsidi sebesar Rp95 triliun sepanjang 2026. Target tersebut terdiri atas KPR FLPP senilai Rp45 triliun dan KUR Perumahan sebesar Rp50 triliun, meningkat dibandingkan target sebelumnya yang sebesar Rp36 triliun.

Hery menjelaskan, tingginya penyerapan KUR Perumahan tidak lepas dari strategi BRI yang mengoptimalkan sisi penawaran maupun permintaan secara bersamaan. Dari sisi penawaran (supply), perseroan menggandeng kontraktor, pengembang, hingga toko bangunan untuk memperluas pemanfaatan KUR Perumahan. Sementara dari sisi permintaan (demand), BRI secara rutin menggelar sosialisasi kepada masyarakat di berbagai daerah.

“Program ini berjalan sangat baik karena kami menggarap sisi supply dan demand secara bersamaan. Itu yang membuat penyerapannya tinggi,” terang Hery, seperti dikutip dari Kontan.

Ia menambahkan, kegiatan sosialisasi yang digelar di Kota Bandung pada pekan lalu berhasil mencatat potensi penyaluran KUR Perumahan lebih dari Rp400 miliar dengan melibatkan hampir 2.000 calon debitur. Sementara itu, kegiatan serupa di Kota Malang, Batu, dan Blitar menghasilkan potensi pembiayaan sekitar Rp530 miliar.

Menurut Hery, BRI akan terus memperluas kegiatan sosialisasi di berbagai daerah guna meningkatkan penyaluran KUR Perumahan. Ia juga menyebut pemerintah terus memberikan perhatian terhadap percepatan realisasi program tersebut agar target pembiayaan perumahan bersubsidi dapat tercapai hingga akhir tahun.

Pada kesempatan yang sama, Menteri PKP Maruarar Sirait memberikan apresiasi terhadap kinerja BRI, terutama dalam penyaluran KUR Perumahan. Menurutnya, capaian BRI menjadi yang terbesar dibandingkan bank-bank penyalur lainnya.

“Dan KUR perumahan yang paling tinggi itu adalah dari pencapaian kinerja Bank BRI. Jadi saya sangat menghargai dari data yang ada, yang diberikan, BRI sendirian itu lebih besar dari semua bank digabung jadi satu. Nah itu, jadi kinerjanya seperti itu,” kata Maruarar.

Ia berharap sinergi antara pemerintah dan sektor perbankan terus diperkuat agar pembiayaan perumahan bagi masyarakat, khususnya melalui Program 3 Juta Rumah, dapat berjalan lebih optimal hingga akhir tahun.

+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles