Jakarta, Propertyandthecity.com – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menggandeng PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Astra International untuk menyiapkan pembangunan sekitar 1.000 unit rumah susun (rusun) di Kiaracondong, Kota Bandung, Jawa Barat.
Rusun tersebut akan dibangun di atas lahan milik PT KAI, sementara pembangunan fisiknya akan dilakukan oleh Astra. Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan kerja sama ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan hunian layak melalui keterlibatan pemerintah, BUMN, dan sektor swasta.
“Nanti 1.000 unit di Kiaracondong Bandung. Jadi tanahnya PT KAI, yang membangun Astra,” kata Maruarar dalam keterangannya di Bandung, Jawa Barat, Rabu (08/10).
Menurut Maruarar, pemanfaatan lahan milik negara melalui skema kolaborasi dapat menjadi salah satu cara untuk mempercepat penyediaan hunian tanpa harus mengalihkan kepemilikan aset. Pemerintah pun tengah mencari sejumlah skema untuk mengoptimalkan aset negara dengan dukungan berbagai sumber pembiayaan.
“Saya sudah laporkan kepada Presiden bagaimana tanah-tanah negara itu bisa di-treatment dengan empat cara. Satu, dibiayai dan dibangun oleh negara dalam hal ini dibiayai oleh APBN, kedua Danantara, ketiga itu bisa dengan swasta, bisa dengan cara hibah atau bentuk lainnya yang legal,” katanya.
Ia menilai keterlibatan sektor swasta dapat memberikan alternatif pembiayaan dalam pembangunan perumahan, khususnya ketika lahan yang tersedia merupakan aset milik negara atau BUMN. Dengan pola tersebut, pembangunan hunian dapat berjalan tanpa mengubah status kepemilikan aset.
“Jadi itulah yang kita buat namanya kolaborasi. Jadi asetnya bukannya berkurang, tetapi bertambah,” ujar Maruarar.
Rencana pembangunan rusun di Kiaracondong juga diarahkan untuk mendukung penyediaan hunian yang dekat dengan akses transportasi publik. Keberadaan kawasan hunian di sekitar jaringan kereta api dinilai dapat membantu masyarakat memperoleh tempat tinggal yang lebih terjangkau sekaligus memudahkan mobilitas.





















