Jakarta, propertyandthecity.com – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menghadiri kegiatan Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan KUR Perumahan. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor perbankan dalam mempercepat akses pembiayaan rumah bagi masyarakat melalui Program 3 Juta Rumah.
Acara tersebut turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal, jajaran FORKOPIMDA dari sejumlah provinsi, perwakilan PNM, SMF, serta Wakil Direktur Utama Bank Syariah Indonesia atau BSI.
Dalam sambutannya, Maruarar menegaskan pentingnya kecepatan pelayanan pemerintah kepada masyarakat, khususnya dalam sektor pembiayaan dan penyediaan hunian layak.
“Melayani rakyat itu harus dengan cepat, ayo kita nyanyi lagu ‘Bongkar’ supaya pemerintah melayani rakyat tidak boleh lambat tapi harus cepat dan mudah bagi rakyat,” ujar Maruarar di Graha Bhakti Praja Conference Center, Selasa (19/05/2026).
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan dalam mempercepat pembangunan dan pembiayaan perumahan rakyat. Pemerintah juga terus memperluas akses pembiayaan agar masyarakat berpenghasilan rendah dapat memiliki rumah layak huni melalui skema yang mudah, cepat, dan terjangkau.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur Utama BSI menyampaikan kesiapan perusahaan dalam mendukung program prioritas nasional di sektor perumahan.
“Kami mendukung atas inisiasi pemerintah khususnya Kementerian PKP dalam program prioritas nasional yakni 3 juta rumah dan untuk penyaluran ini kami siap untuk ditambah kuotanya,” ujarnya.
BSI mencatat realisasi penyaluran kredit program perumahan secara nasional mencapai Rp799,11 miliar. Sementara khusus di Provinsi Nusa Tenggara Barat, realisasi penyaluran kredit program perumahan melalui BSI mencapai Rp43,82 miliar.
Selain itu, realisasi penyaluran kredit program perumahan di NTB dengan BSI sebagai bank penyalur tercatat sebesar Rp315,7 miliar. Hingga April 2026, BSI juga telah menyalurkan pembiayaan untuk 1.201 unit rumah melalui program FLPP guna mendukung Program 3 Juta Rumah.
Sejak program Kredit Pemilikan Perumahan (KPP) diluncurkan, BSI telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp819 miliar kepada 2.385 nasabah atau sekitar 60 persen dari kuota yang ditetapkan pemerintah. Khusus di NTB, penyaluran mencapai sekitar Rp44 miliar kepada 110 nasabah.
Di tengah tantangan ekonomi global, BSI pada 2026 berhasil mencatat total aset mencapai Rp460 triliun dengan pertumbuhan laba sebesar 17,1 persen. Capaian tersebut memperkuat posisi BSI sebagai salah satu mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembiayaan syariah, termasuk sektor perumahan rakyat.
Melalui kolaborasi ini, Kementerian PKP berharap sinergi antara pemerintah daerah, sektor perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan dapat mempercepat realisasi program perumahan nasional sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau di berbagai daerah Indonesia.





















