Top 5 This Week

Related Posts

J&T Express Dorong Smart Logistic dan Operasi Rendah Karbon dalam Laporan ESG 2025

Jakarta, propertyandthecity.com — Industri logistik global mulai memasuki fase baru. Kecepatan pengiriman tidak lagi menjadi satu-satunya ukuran kinerja. Di tengah tuntutan efisiensi dan keberlanjutan, perusahaan logistik kini dituntut mampu membangun sistem yang lebih cerdas, hemat energi, dan rendah karbon.

Arah tersebut tercermin dalam Laporan Environmental, Social and Governance (ESG) 2025 yang dirilis J&T Express secara global. Dalam laporan itu, perusahaan menempatkan smart logistic dan transformasi energi sebagai salah satu fokus utama untuk memperkuat efisiensi operasional sekaligus menekan dampak lingkungan.

J&T Express menyebut pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan big data telah diterapkan di berbagai rantai operasional, mulai dari optimalisasi rute, efisiensi proses penyortiran, hingga penguatan layanan last-mile delivery. Pendekatan ini memungkinkan proses logistik berjalan lebih presisi, cepat, dan hemat sumber daya.

Gudang Cerdas dan Infrastruktur Hemat Energi

Dalam penguatan jaringan global, J&T Express membangun 14 kawasan logistik inti dengan total luas mencapai 1,05 juta meter persegi. Perusahaan juga menggunakan lebih dari 150.000 permanent magnet synchronous motorized rollers dan lebih dari 400 conveyor hemat energi untuk mendukung efisiensi operasional.

Langkah ini menunjukkan bahwa transformasi logistik tidak hanya terjadi pada sisi pengiriman, tetapi juga pada infrastruktur dasar seperti pusat sortir, pergudangan, dan alur distribusi barang.

Di sisi kemasan, perusahaan memperluas penggunaan 38,27 juta kantong transit reusable yang telah digunakan hingga 3,33 miliar kali. Upaya ini menjadi bagian dari strategi pengurangan limbah dalam rantai pengiriman.

Baca Juga: Smart Home Kian Diminati, Ini 6 Keunggulan yang Ditawarkan

Transportasi Rendah Karbon Mulai Diperluas

Selain digitalisasi operasional, J&T Express juga memperkuat penggunaan armada dan moda transportasi yang lebih rendah emisi.

Di China, perusahaan telah mengoperasikan 1.697 truk LNG atau sekitar 30 persen dari total armada. Di Filipina, operasionalnya menggunakan 100 persen biodiesel B5, sementara di Singapura mulai mengoperasikan truk listrik.

Hingga akhir 2025, J&T Express juga telah mengoperasikan lebih dari 1.000 kendaraan otonom sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi distribusi.

Perusahaan turut memperkuat penggunaan kereta api dan transportasi laut untuk mengurangi ketergantungan pada moda angkutan yang lebih boros energi.

ESG Menjadi Bagian dari Mesin Operasional

Chief Financial Officer J&T Express, Dylan Tey, mengatakan ESG kini tidak lagi ditempatkan sebagai konsep tambahan, melainkan menjadi bagian dari operasional perusahaan.

“ESG telah menjadi bagian integral dari operasional perusahaan, bukan sekadar konsep,” ujarnya kepada awak media.

Menurut Dylan, J&T Express akan terus mengoptimalkan teknologi, tata kelola ESG, dan transparansi untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan. (*)

+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles