Top 5 This Week

Related Posts

Energi Gedung Tak Lagi Terbuang Sia-Sia, Schneider Electric Hadirkan Ragam Solusi Cerdas Kelola Energi

Jakarta, Propertyandthecity.com — Perubahan iklim dan kebutuhan energi yang terus bertambah mendorong sektor bangunan untuk beradaptasi. Di tengah tuntutan keberlanjutan, gedung kini tak hanya dinilai dari desain, kapasitas, atau kelengkapan fasilitasnya. Efisiensi energi, upaya menekan emisi karbon, serta kenyamanan bagi penghuni menjadi bagian penting yang ikut menentukan kualitas sebuah bangunan.

Kebutuhan tersebut semakin terasa seiring pertumbuhan kota dan meningkatnya aktivitas di dalam gedung. Semakin banyak aktivitas yang berlangsung, semakin besar pula energi yang dibutuhkan. Pada saat yang sama, pemilik dan pengelola gedung perlu mengetahui ke mana energi tersebut digunakan dan sejauh mana penggunaannya masih dapat dibuat lebih efisien.

Pengelolaan energi pun semakin membutuhkan dukungan data. Melalui digitalisasi, penggunaan energi dapat dipantau dengan lebih rinci, mulai dari melihat pola konsumsi hingga menemukan potensi pemborosan. Informasi tersebut dapat membantu pengelola menentukan langkah yang tepat untuk meningkatkan efisiensi gedung.

Menurut Herry Ginanjar, pakar Environmental, Social, and Governance (ESG) sekaligus Chairman Indonesian ESG Professional Association (IEPA), efisiensi energi dan digitalisasi pengelolaan gedung kini memiliki peran strategis dalam mendukung keberlanjutan bisnis. Dalam perspektif ESG, keduanya tidak lagi sekadar menjadi solusi teknis untuk mengurangi konsumsi energi, tetapi telah menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan ketahanan bisnis, daya saing, serta memenuhi tuntutan keberlanjutan.

“Dalam konteks ESG, efisiensi energi dan digitalisasi bangunan di Indonesia bisa meningkatkan ketahanan dan daya saing bisnis, selain mendukung pemerintah dalam mencapai target SDG serta mengurangi jejak karbon yang merupakan indikator penting dalam pelaporan keberlanjutan,” ujar Herry saat dihubungi Property and The City, Senin (31/8/26).

Bagi pemilik gedung, manfaat digitalisasi juga berkaitan dengan cara melihat aset yang mereka miliki. Data energi dan emisi yang tercatat secara lebih terukur memberikan gambaran mengenai kinerja bangunan dari waktu ke waktu.

Informasi tersebut pada akhirnya dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya, termasuk investasi pada sistem yang lebih efisien. Di sisi lain, penerapan teknologi digital juga berpotensi meningkatkan nilai aset, membuka peluang memperoleh pembiayaan hijau, serta membantu pemilik gedung memenuhi berbagai standar keberlanjutan global seperti LEED dan Green Mark.

Artinya, upaya membuat gedung lebih hemat energi kini tidak berdiri sendiri. Efisiensi mulai bersinggungan dengan bagaimana perusahaan menjaga daya saing, mengelola aset, dan mempersiapkan bisnis menghadapi perubahan iklim dalam jangka panjang.

Bangunan Menjadi Salah Satu Kunci Pengurangan Emisi Karbon

Peran bangunan dalam persoalan energi dan lingkungan memang tidak kecil. Aktivitas di dalamnya membutuhkan listrik dalam jumlah besar, mulai dari sistem pendingin, pencahayaan, hingga berbagai perangkat yang menopang kegiatan sehari-hari.

Business Vice President for Buildings Schneider Electric Indonesia, Reza Syarif, menjelaskan, sektor bangunan memiliki peran penting dalam agenda keberlanjutan global. Berdasarkan riset Architecture 2030 (2020), bangunan menyumbang sekitar 40 persen emisi CO₂ global. Sementara itu, U.S. Environmental Protection Agency (EPA) mencatat lebih dari 30 persen energi yang digunakan dalam bangunan masih terbuang akibat sistem operasional yang belum optimal.

Angka tersebut menunjukkan masih ada peluang untuk meningkatkan efisiensi energi di sektor bangunan. Pengelolaan energi bukan hanya soal mengurangi konsumsi listrik, tetapi juga memastikan energi yang digunakan tidak terbuang sia-sia.

Reza menyebut industri bangunan saat ini menghadapi empat tantangan utama, yaitu sustainability, resiliency, efficiency, dan people-centricity. Keempat aspek tersebut menjadi dasar dalam menciptakan bangunan masa depan yang tidak hanya hemat energi, tetapi juga mampu menghadapi gangguan, berkelanjutan, serta memberikan pengalaman yang lebih baik bagi penggunanya.

“Efisiensi energi bukan sekadar mengurangi konsumsi listrik, tetapi memastikan energi digunakan secara tepat tanpa mengorbankan keandalan, keselamatan, dan kenyamanan pengguna,” ujar Reza Syarif.

Karena itu, perubahan tidak cukup dilakukan dengan sekadar mengganti perangkat yang sudah ada. Menurut Reza, dibutuhkan cara pengelolaan yang menggabungkan digitalisasi, otomasi, dan sistem energi secara terintegrasi.

BMS Mengubah Cara Gedung Mengelola Energi

Salah satu teknologi yang dapat membantu pengelola menjawab kebutuhan tersebut adalah Building Management System (BMS).

Aktivitas di dalam gedung ditopang oleh berbagai sistem yang bekerja setiap saat, mulai dari HVAC dan pencahayaan hingga kelistrikan, keamanan, dan utilitas lainnya. Karena itu, pengelola perlu mengetahui bagaimana setiap sistem bekerja dan apakah energi yang digunakan sudah sesuai dengan kebutuhan.

Menurut Herry, teknologi seperti BMS, energy monitoring, dan integrated energy management memiliki peran besar dalam meningkatkan efisiensi gedung.

“Peran teknologi seperti Building Management System (BMS), energy monitoring, dan integrated energy management terbukti secara empiris bisa menekan konsumsi energi serta emisi di gedung, sehingga operasional seperti HVAC, pendingin, dan pencahayaan dapat berjalan lebih efisien,” jelas Herry.

Sistem tersebut juga memungkinkan pengelola menerapkan pemeliharaan prediktif. Artinya, potensi gangguan dapat diketahui lebih awal sebelum menyebabkan penurunan performa atau pemborosan energi.

Herry menyebut, penerapan teknologi seperti Energy Management System yang terintegrasi dengan Building Management System (BMS) telah menunjukkan dampak nyata dalam meningkatkan efisiensi energi pada gedung. Salah satu contohnya adalah Trinity Tower Jakarta, yang disebut mampu menekan biaya listrik hingga sekitar Rp1,2 miliar per tahun serta mengurangi emisi karbon sekitar 450 ton CO₂ per tahun.

Schneider Electric Hadirkan Solusi Digital untuk Bangunan Masa Depan

Untuk menjawab kebutuhan bangunan yang semakin kompleks, Schneider Electric menghadirkan berbagai solusi digital yang menghubungkan energi, otomasi, dan sistem operasional gedung dalam satu ekosistem.

Salah satu solusi tersebut adalah EcoStruxure Building Operation, platform Building Management System yang memungkinkan pengelola memantau, mengontrol, dan mengoptimalkan berbagai sistem gedung secara terintegrasi. Solusi ini membantu pengelola memperoleh visibilitas terhadap kondisi bangunan secara real-time sehingga keputusan operasional dapat dilakukan secara lebih cepat dan akurat.

Dok: Schneider Electric
Dok: Schneider Electric

Melalui integrasi sistem tersebut, pengelola dapat mengoptimalkan penggunaan energi pada berbagai fasilitas seperti HVAC, pencahayaan, serta sistem kelistrikan.

Selain itu, Schneider Electric juga menghadirkan EcoStruxure Power Monitoring Expert yang berfungsi membantu pengelola memahami konsumsi energi dan kualitas daya secara lebih mendalam.

Melalui pemantauan berbasis data, pengelola dapat mengetahui pola penggunaan energi, menemukan sumber pemborosan, meningkatkan keandalan sistem listrik, serta menentukan strategi efisiensi yang lebih tepat.

Smart Panel Mendukung Infrastruktur Kelistrikan Cerdas

Selain perangkat lunak digital, penerapan bangunan cerdas juga membutuhkan dukungan infrastruktur kelistrikan yang mampu bekerja secara lebih terhubung, andal, dan efisien. Schneider Electric menghadirkan konsep Smart Panel sebagai solusi distribusi daya cerdas yang menggabungkan fungsi distribusi listrik, proteksi, pengukuran, dan pemantauan energi dalam satu sistem terintegrasi.

Melalui Smart Panel, pengelola gedung tidak hanya memperoleh pasokan listrik, tetapi juga mendapatkan informasi mengenai pola penggunaan energi dan kondisi sistem secara menyeluruh. Data tersebut dapat dimanfaatkan untuk memantau kinerja kelistrikan, mengantisipasi potensi gangguan, serta meningkatkan efisiensi operasional gedung.

Dok: Schneider Electric
Dok: Schneider Electric

Untuk mendukung sistem tersebut, Schneider Electric menyediakan berbagai perangkat seperti MasterPacT MTZ Active yang mengintegrasikan fungsi proteksi dengan kemampuan pemantauan energi. Data dari perangkat ini membantu pengelola memahami kondisi jaringan listrik dan mengambil tindakan yang lebih tepat terhadap perubahan maupun gangguan pada sistem.

Selain itu, PowerLogic Protection Relays dan Power Meter mendukung pemantauan jaringan listrik secara real-time melalui pengukuran parameter kelistrikan. Pada sistem HVAC, Altivar HVAC ATH600 membantu meningkatkan efisiensi energi dengan menyesuaikan kecepatan motor berdasarkan kebutuhan beban, sedangkan UPS (Uninterruptible Power Supply) menjaga keberlangsungan suplai daya pada sistem yang membutuhkan tingkat keandalan tinggi.

Melalui integrasi berbagai perangkat tersebut, Schneider Electric menghadirkan infrastruktur kelistrikan yang lebih cerdas dan berbasis data. Gedung tidak lagi hanya menggunakan energi, tetapi juga mampu memantau, mengelola, dan mengoptimalkan penggunaan energi secara lebih efektif.

Mewujudkan Bangunan Efficient, Resilient, Sustainable, dan People-Centric

Penerapan teknologi digital dan infrastruktur kelistrikan cerdas menjadi bagian penting dalam membangun gedung yang lebih efisien dan berkelanjutan. Namun, transformasi bangunan tidak hanya berkaitan dengan teknologi yang digunakan, melainkan juga bagaimana seluruh elemen dalam gedung dapat bekerja sebagai satu ekosistem yang mendukung kebutuhan energi, lingkungan, dan manusia.

Menurut Herry, keberhasilan gedung masa depan perlu dilihat secara menyeluruh dengan menghubungkan energi, air, struktur bangunan, serta kesehatan dan kenyamanan pengguna.

“Bangunan merupakan sebuah ekosistem yang utuh, di mana energi, air, struktur, dan kesehatan manusia tidak dapat dipisahkan karena saling berinteraksi satu sama lain,” ujar Herry.

Pendekatan tersebut sejalan dengan empat pilar utama dalam menciptakan bangunan masa depan, yaitu efficient, resilient, sustainable, dan people-centric.

Efficient menggambarkan kemampuan bangunan dalam menggunakan energi secara optimal melalui penerapan otomatisasi, pemantauan berbasis data, serta pengelolaan operasional yang lebih efektif.

Resilient menunjukkan kemampuan bangunan untuk tetap beroperasi, beradaptasi, dan pulih ketika menghadapi gangguan, baik dari sisi operasional maupun sistem kelistrikan.

Sustainable menekankan penggunaan sumber daya secara bertanggung jawab dengan mengurangi dampak lingkungan, termasuk melalui pengendalian konsumsi energi dan emisi karbon.

Sementara itu, people-centric memastikan setiap teknologi yang diterapkan tetap berorientasi pada manusia dengan meningkatkan kenyamanan, keselamatan, kesehatan, dan produktivitas pengguna gedung.

Saatnya Teknologi Cerdas untuk Bangunan yang Efisien

Untuk mencapai tujuan tersebut, transformasi menuju bangunan cerdas perlu dimulai dari pemahaman yang lebih baik terhadap kondisi energi dan performa bangunan. Menurut Herry, pemilik gedung perlu memiliki kesiapan dari sisi investasi, organisasi, serta kemampuan teknis sebelum menerapkan berbagai solusi digital.

Langkah awal yang dapat dilakukan adalah melalui audit energi dan pemantauan kinerja secara berkala. Dengan memahami pola konsumsi energi, pemilik gedung dapat mengidentifikasi peluang efisiensi dan menentukan strategi modernisasi yang sesuai dengan kebutuhan bangunan.

Melalui solusi digital dan layanan seperti EcoConsult Walkthrough Assessment serta EcoConsult Energy Efficiency, Schneider Electric membantu pemilik gedung mengevaluasi potensi penghematan energi sekaligus merancang langkah peningkatan efisiensi yang lebih terarah.

Dok: Schneider Electric
Dok: Schneider Electric

Untuk mendukung percepatan transformasi tersebut, Schneider Electric mengusung tagline #TeknologiCerdasuntukBangunanyangEfisien yang mendorong penerapan teknologi cerdas melalui pendekatan manajemen energi dan digitalisasi bangunan. Pendekatan ini menekankan pemanfaatan data, otomasi, dan sistem terintegrasi agar gedung dapat beroperasi secara lebih efisien, andal, berkelanjutan, serta tetap memberikan kenyamanan bagi penggunanya.

+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles