Jakarta, propertyandthecity.com — Tren hunian co-living di Asia Pasifik mulai bergerak melampaui sekadar tempat tinggal. Kini, aspek komunitas dan koneksi sosial menjadi bagian penting dari pengalaman tinggal generasi muda urban.
Melihat perubahan tersebut, Cove merilis pembaruan terbaru aplikasi mereka melalui community-first Cove App, yang menghadirkan fitur sosial antarpenghuni secara serentak di Indonesia, Singapura, Jepang, dan Korea Selatan.
Langkah ini menjadikan Cove sebagai platform co-living pertama di Indonesia yang menghadirkan fitur media sosial langsung di dalam aplikasi hunian.
Melalui aplikasi tersebut, penghuni kini tidak hanya mengelola pembayaran dan kontrak sewa, tetapi juga dapat membangun koneksi sosial dengan penghuni lain dalam satu ekosistem digital.
Tinggal Sendiri, Tapi Tidak Lagi Terisolasi
Cove melihat fenomena meningkatnya rasa kesepian pada generasi muda urban sebagai salah satu tantangan gaya hidup modern saat ini.
Data WHO 2025 mencatat hampir 1 dari 6 orang di dunia mengalami rasa kesepian, dengan prevalensi tertinggi terjadi pada kelompok usia muda. Sementara mayoritas penghuni Cove sendiri merupakan kalangan profesional muda dan mahasiswa yang tinggal jauh dari keluarga.
“Komunitas di Cove sebenarnya sudah terbentuk sejak lama, baik melalui area komunal maupun aktivitas komunitas yang kami adakan,” ujar Dian Paskalis selaku Country Director of Growth & VP of Online Marketing, Cove, pada acara Media Briefing di 1st Floor Meeting Room, Cove The Day, Kuningan, Jakarta, (19/05/2026).
Menurut dia, pembaruan aplikasi ini bertujuan membuat pengalaman komunitas dapat diakses kapan saja dan di mana saja.
Co-Living Mulai Bergerak Menjadi Social Living
Melalui pembaruan aplikasi, Cove memperkenalkan sejumlah fitur baru seperti Flatmates, Community Posts, hingga Community Events.
Fitur Flatmates memungkinkan penghuni mengenal tetangga satu properti melalui profil singkat seperti profesi, minat, dan rentang usia. Sementara Community Posts memungkinkan penghuni mengunggah aktivitas harian, memberi komentar, hingga berinteraksi secara digital seperti media sosial.
Cove juga menghadirkan fitur Community Events yang memungkinkan penghuni mengikuti berbagai aktivitas komunitas secara langsung melalui aplikasi, mulai dari olahraga bersama, workshop kreatif, hingga social gathering.
Pendekatan ini menunjukkan bagaimana konsep co-living kini mulai berkembang menjadi social living, di mana pengalaman tinggal tidak hanya berbicara tentang kamar dan fasilitas, tetapi juga tentang interaksi sosial dan rasa memiliki komunitas.
Baca Juga: Smart Home Kian Diminati, Ini 6 Keunggulan yang Ditawarkan
Komunitas Jadi Faktor Penting Retensi Penghuni
Dalam presentasinya, Cove menyebut keterlibatan komunitas memiliki dampak besar terhadap pengalaman tinggal penghuni.
Sebanyak 98 persen penghuni yang mengikuti aktivitas komunitas mengaku kegiatan tersebut mendorong mereka memperpanjang masa sewa. Sementara 99 persen peserta acara komunitas memberikan tingkat kepuasan tertinggi terhadap pengalaman mereka.
Saat ini Cove memiliki lebih dari 6.000 kamar di Indonesia dengan tingkat okupansi rata-rata di atas 84 persen. Operasionalnya tersebar di Jabodetabek, Bandung, Bali, hingga Surabaya. (*)





















