300 RTLH di Demak Dapat Bantuan Bedah Rumah

Penyaluran program BSPS tersebar 12 Desa di Kecamatan Bonang yaitu, Desa Betahwalang, Desa Gebang, Desa Krajanbogo, Desa Morodemak, Desa Poncoharjo, Desa Purworejo, Desa Serangan, Desa Sukodono, Desa Sumberejo, Desa Tridonorejo, Desa Weding, Desa Wonosari yang mendapatkan alokasi masing-masing 25 unit rumah.

0
152
bedah rumah di demak
Pemasangan Peneng BSPS di salah satu rumah warga penerima Program BSPS di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. (Foto: PUPR)

Propertyandthecity.com, Demak – Penanganan Permasalahan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) terus dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Program yang bertujuan untuk memperbaiki rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) ini diharapkan mampu mengurangi angka RTLH di Indonesia.

“Pada Tahun 2020, Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksana Perumahan (BP2P) Jawa III menyalurkan Program BSPS di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, sebanyak 300 unit rumah. Rumah-rumah ini mendapatkan bantuan perbaikan rumah hingga menjadi Rumah yang Layak Huni,” ujar PPK Swadaya SNVT Penyediaan Perumahan Jawa Tengah, Ahmad Fahmi saat melakukan Peresmian Hasil Pelaksanaan BSPS TA 2020 di Kabupaten Demak, beberapa waktu lalu.

Baca: 4.500 RTLH di Jambi Terima Bantuan Bedah Rumah

Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus 2020 meliputi kegiatan peresmian hasil rumah-rumah yang sudah diperbaiki dan pemasangan peneng BSPS. Kegiatan Peresmian yang disimboliskan dengan pemotongan pita yang di pimpin Bupati Kabupaten Demak H.M Natsir, Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa III Kementerian PUPR, serta jajaran Pemkab Demak.

BP2P Jawa III juga melakukan pemasangan peneng BSPS di sejumlah rumah penerima bantuan BSPS. Pemasangan Peneng BSPS juga menjadi simbol bahwa rumah masyarakat tersebut sudah menjadi layak huni dan telah mendapatkan program BSPS.

Fahmi menjelaskan, penyaluran program BSPS tersebar 12 Desa di Kecamatan Bonang yaitu, Desa Betahwalang, Desa Gebang, Desa Krajanbogo, Desa Morodemak, Desa Poncoharjo, Desa Purworejo, Desa Serangan, Desa Sukodono, Desa Sumberejo, Desa Tridonorejo, Desa Weding, Desa Wonosari yang mendapatkan alokasi masing-masing 25 unit rumah.

Dengan jumlah alokasi tersebut, Kabupaten Demak memiliki progress paling tinggi di Jawa Tengah dengan nilai persentase 98,1 persen.

“Kami berharap dengan prestasi yang dimiliki Kabupaten Demak, mampu membuat Kab/Kota lain lebih semangat lagi untuk mengejar progress 100 persen dengan lebih cepat. Sehingga Jawa Tengah mampu segera menyelesaikan permasalahan RTLH,” harapnya.

Bupati Kabupaten Demak H.M Natsir mengutarakan akan selalu mendukung terus seluruh program pemerintah.

Baca: Mandiri Festival Properti Indonesia Online 2020 Tawarkan Diskon dan Bonus Melimpah

“Kabupaten Demak masih memiliki sejumlah permasalahan terkait RTLH, harapannya kami terus mendapatkan program bantuan untuk mengatasi masalah ini, salah satunya BSPS.” ujarnya.

Salah satu penerima bantuan program ini, Ibu Atik Muslikah mengungkapkan bahwa dirinya sangat antusias mendapatkan bantuan tersebut.

“Saya sangat bersyukur dan berterimakasih kepada semua pihak yang terlibat, dengan adanya bantuan ini, saya dan keluarga sepakat untuk membuat rumah kami lebih layak dan lebih bagus untuk dihuni agar hidup kami lebih aman, nyaman dan damai,” ujar Atik.

Atik menjelaskan, sebelumnya rumah yang dihuni hanya berupa dinding papan, lantai tanah, dan minim pencahayaan dan sirkulasi udara.

Di tahun 2020, Kementerian PUPR mengalokasikan 17.450 unit rumah di Jawa Tengah untuk ditingkatkan kualitas rumahnya. Pelaksanaan dilakukan 3 tahap, Tahap 1 sebanyak 10.450 unit, Tahap 2 sebanyak 5000 unit dan Tahap 3 sebanyak 2000 unit rumah.

Baca: Gandeng Developer Jepang, Damai Putra Group Luncurkan Rumah Sehat

Setiap penerima bantuan mendapatkan nilai bantuan Rp17,5 juta rupiah yang terbagi Rp15 juta untuk material bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tenaga.