Leo Mulijono: 6 Bulan Pasca Pandemik Properti Kembali Booming

Kondisi sulit, iya, tetapi transaksi tetap harus berjalan dengan berbagai strategi. Itulah yang dilakukan para broker di anggota DPD AREBI Sumut. Inilah yang membuat Leo Mulijono optimis properti akan kembali booming di Sumut.

0
178
Leo mulijono, DPD AREBI Sumut
Leo Mulijono, Ketua DPD AREBI Sumatera Utara./ Foto: dokpri

Propertyandthecity.com, Jakarta – Optimisme sudah menemukan jalannya ke para pelaku bisnis properti. Masa meratapi rontoknya pasar properti sudah lewat atau harus sudah dilewati. Kini saatnya untuk menghadapi New Normal dan mulai berpikir life must go on. Optimisme itu juga menjalar ke para broker AREBI di daerah-daerah. Terbukti walaupun tidak sekencang sebelum ada wabah Covid-19 penjualan tetap ada di masa-masa sulit seperti sekarang. “Sampai saat ini transaksi masih bisa kami lakukan di Medan,” ujar Leo Mulijono, Ketua DPD AREBI Sumatera Utara.

Bahkan, lanjut Leo, nilai penjualan anggota DPD AREBI di bulan Mei ini bisa melewati penjualan di April karena kebiasaan masyarakat dengan kondisi saat ini menjadikan segala aktivitas mulai normal kembali dengan kebiasaan-kebiasaan baru. “Sudah hampir 90 persen kegiatan sudah mulai dapat dikerjakan dengan baik,” ujar Leo kepada Property and the City.

Baca: Frans Hr Daeli: Dominan Closing di Properti Primary

Walaupun demikian, Leo tidak menampik transaksi secara online belum bisa seratus persen menyamai penjualan secara face to face karena sulit untuk survei langsung ke lokasi proyek. Tetapi ia yakin jika kondisi ini terus berlanjut konsumen akan menjadi terbiasa dalam membeli properti secara digital.  Saat ini ada 15 perusahaan yang sudah tergabung ke DPD AREBI Sumut, yang mau tidak mau harus bisa menyiasati kondisi saat ini seperti penjualan lewati online.

“Saat ini semua pelaksana properti baik developer, promotion, marketing, agency dan market untuk ikut dalam perubahan drastis akan sistem pemasaran Digital. Hal ini berlaku untuk semua baik dari market primer dan seken,” ujar Leo yang juga berada di principal  International Property.

Baca: Ruslan Weng: Semua Pihak Masih Wait and See

Menurutnya, segmen perumahan primer di bawah Rp500 juta masih menjadi primadona hingga saat ini di Sumut. Adapun pasar perumahan dengan range harga Rp2 miliar sampai Rp5 miliar masih didominasi pasar perumahan secondary. Kebutuhan perumahan untuk kalangan menengah ke bawah dan  menengah ke atas masih menjadi kebutuhan di Kota Medan dan Sumut.  Hanya saja wabah pandemik Covid-19 menimbulkan banyak kendala-kendala di financial dan fasilitas kredit dari bank. Para pengembang dan agen properti menyiasatinya dengan memberikan banyak keringanan dan kemudahan bagi calon pembeli, seperti cara pembayaran cicilan yang ringan.

Baca: Endang Wasiati Wierono: Agen Saya Bisa Closing Hampir Rp3,5 Miliar

Walaupun belum tahu kapan pandemik Covid-19 akan berakhir, Leo Mulijono optimis pasar properti akan segera bangkit pasca virus Corona hilang dari bumi dan Sumut dan wilayah nusantara lainnya. “Perkiraan kami enam  bulan pasca pandemik Covid-19 properti akan kembali booming,” ujar Leo dengan nada penuh optimis. (Hendaru)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here