SURVEI PASAR BUKAN UNTUK MENIRU PESAING

0
72
survai pasar

“Keunggulan lawan saat ini bukan untuk ditiru namun untuk diantisipasi lebih baik”

Bangsa Jepang terkenal memiliki keuletan yang sangat tinggi. Setelah bom atom yang mengguncang Kota Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945, bangsa Jepang seakan tergerak untuk bersatu membangun negerinya. Dan dalam tempo singkat bangsa Jepang diakui sebagai salah satu negara maju. Apa yang dilakukan oleh bangsa Jepang? Mereka bekerja keras, belajar banyak dari bangsa lain, cenderung ‘meniru’ apa yang telah dilakukan oleh negara-negara maju di dunia.

Yang menjadi nilai lebih adalah bahwa bangsa Jepang tidak puas sampai di situ. Mereka berusaha melebihi teknologi yang telah dicapai oleh negara-negara maju dengan inovasi dan kreatifitas yang dimilikinya. Mereka meniru bukan sekedar meniru tapi untuk mengetahui apa lagi yang dapat mereka lakukan lebih baik dari yang mereka tiru.

Dalam dunia bisnis kita sering melakukan survei pesaing. Ironisnya survei tersebut belum sepenuhnya digunakan untuk referensi proyek. Dibandingkan produk consumer goods, produk properti cenderung ketinggalan zaman dalam hal survei pasar baik survei pesaing atau survei konsumen.

Tim pemasaran dari sebuah perusahaan properti yang membangun apartemen, melakukan survei pesaing dan diperoleh fakta bahwa unit
apartemen di proyek lain menawarkan diskon, bonus elektronik, bonus
furniture, bonus kitchen set, dan bonus lainnya yang lebih lengkap dibandingkan proyek Anda. Pikirkan sejenak apa yang akan dilakukan
oleh Anda, bila posisi proyek Anda berada dalam situasi tersebut?

Apakah Anda juga akan meniru untuk juga memberikan diskon dan bonus seperti yang diberikan proyek lain kepada konsumen? Jika itu jawabannya, maka sebenarnya Anda belum menyentuh prinsip dasar survei pesaing. Yang sebenarnya harus dilakukan untuk diterapkan di proyek Anda adalah bukan meniru melainkan memberikan yang lebih baik kepada konsumen. Artinya, proyek Anda harus dapat memberikan lebih dari yang pernah diberikan oleh proyek pesaing, sehingga apa yang diberikan oleh proyek lain menjadi tidak berarti.

Bila sebatas apa yang diberikan proyek pesaing, maka tentunya proyek
kita relatif sama dan tidak ada nilai lebih dari pesaing tersebut. Untuk itu buatlah keunggulan yang lebih banyak lagi sehingga memberikan nilai lebih dibandingkan yang lain. Dibalik itu semua, kita harus tetap menyadari keterbatasan yang ada di proyek kita agar tidak terjerumus dalam persaingan pasar yang ada dan perang diskon yang dapat saja merugikan proyek.

Ali Tranghanda
C E O Indonesia Property Watch