Jakarta, Propertyandthecity.com – Di tengah pasar properti yang masih menghadapi berbagai tantangan, kepercayaan konsumen menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan sebuah proyek maupun brand. Bukan sekadar citra, kepercayaan mencerminkan sejauh mana produk mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Mengusung tema “Blueprint of Trust: Excellent, Impact & Collaboration,” The People’s Choice 2026 menekankan pentingnya kepercayaan yang dibangun melalui kualitas, dampak, dan kolaborasi dalam ekosistem properti. Ajang ini akan digelar di Raffles Hotel Jakarta pada 10 Agustus 2026 untuk memberikan penghargaan kepada proyek dan brand terbaik pilihan konsumen.
Ajang ini menjangkau hampir seluruh ekosistem hunian, mulai dari proyek perumahan, rumah subsidi hingga premium, desain, material bangunan, peralatan rumah tangga, perbankan, infrastruktur kendaraan listrik, hingga perusahaan pengembang. Tahun ini, terdapat 12 kategori dengan puluhan penerima penghargaan.
Perluasan kategori mencerminkan perubahan cara pandang konsumen. Rumah tidak lagi dilihat sebatas bangunan, melainkan bagian dari ekosistem yang memengaruhi kualitas hidup. Aspek seperti ketahanan material, efisiensi energi, keamanan, teknologi, akses pembiayaan, konektivitas, hingga reputasi perusahaan kini ikut diperhitungkan.
CEO Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghanda, mengatakan The People’s Choice 2026 menjadi tolok ukur sekaligus pembuktian bagi proyek dan brand yang berhasil menjadi top of mind masyarakat.
“Ajang ini menjadi sebuah tolok ukur sekaligus menjadi pembuktian proyek/brand sebagai top of mind dari konsumen di masing-masing kategori, sekaligus sebagai evaluasi terhadap kinerja proyek/brand di industri properti di tanah air,” ungkap Ali pada Property and The City, Kamis (6/8/26).
Sejalan dengan itu, nilai pembeda The People’s Choice terletak pada proses penilaiannya yang melibatkan masyarakat secara langsung. Pendekatan yang digunakan bersifat hibrida, memadukan evaluasi profesional dengan pemungutan suara publik. Tahapannya dimulai dari Focus Group Discussion, dilanjutkan survei material bangunan di 15 kota besar, proses screening, hingga public voting yang menargetkan partisipasi lebih dari 400.000 suara konsumen.
“The People’s Choice menjadi satu-satunya awards di industri properti yang berbasis polling disertai dengan proses asesmen yang independen. Dan menjadi sebuah awards yang menggabungkan semua ekosistem industri properti dari developer, industri bahan bangunan, hingga perbankan, dengan keterlibatan konsumen,” katanya.
Menurutnya, pendekatan ini penting karena popularitas tidak selalu sejalan dengan kualitas. Proyek yang dikenal luas belum tentu memberikan pengalaman terbaik, sementara produk berkualitas juga membutuhkan pengakuan pasar.
“Dalam kondisi yang penuh tantangan dan ketidakpastian saat ini, kepercayaan dari konsumen adalah faktor kunci bagi proyek/brand untuk ekspansi ke pasar yang lebih luas,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kepercayaan tidak hanya dibangun dari kualitas produk, tetapi juga dari pengalaman menyeluruh yang dirasakan konsumen.
“Proyek/brand yang baik tidak bisa berdiri sendiri dan harus didukung dengan distribusi dan pelayanan purna jual yang baik sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh yang dilihat oleh konsumen. Termasuk pengenalan pada pasar konsumen secara luas,” tutupnya.





















