Home Berita Properti Summarecon Bogor, Kota Mandiri 500 Hektar Hadir dengan Harga Pandemi

Summarecon Bogor, Kota Mandiri 500 Hektar Hadir dengan Harga Pandemi

Summarecon Bogor didukung kontur alam berbukit dengan pemandangan alam menakjubkan. Ada view lapangan golf, hingga empat gunung sekaligus, yakni Gunung Salak, Gunung Gede, Gunung Pangrango dan Gunung Pancar.

1092
0
Summarecon Bogor
[Kiri-Kanan]: Sharif Benyamin, Direktur PT Summarecon Agung Tbk; Adrianto P Adhi, Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk; dan Herman Nagaria, Direktur Pengembangan Bisnis sekaligus Owner PT Summarecon Agung Tbk menyampaikan rencana pengembangan proyek Summarecon Bogor, Selasa 29/9/2020. (Foto: SA)

Propertyandthecity.com, Bogor – Proyek Kota Mandiri terbaru PT Summarecon Agung Tbk resmi diperkenalkan. Hadir di selatan Jakarta, Summarecon Bogor mengusung “New City, New Environment, New Life” dengan kontur perbukitan, menyajikan view alam pegunungan dan lapangan golf.

Summarecon Bogor merupakan proyek kolaborasi Summarecon Agung dengan Honda Imora Group sebagai pemilik lahan dengan komposisi kepemilikan saham 51 persen oleh Summrecon Agung dan 49 persen oleh Honda Imora Group. Proyek anyar di Bogor ini dibangun di area seluas 500 hektar.

Herman Nagaria, Direktur Pengembangan Bisnis sekaligus owner Summarecon Agung menjelaskan, rencana pengembangan proyek di selatan Jakarta sudah direncanakan sejak 2010 lalu, seusai meluncurkan Summarecon Bekasi.

“Secara tidak sengaja kami bertemu dengan pihak Honda Imora Group dan ternyata gayung bersambut. Mereka sudah memiliki lahan yang luas di Bogor. Akhirnya kami mulai melakukan kerja sama di tahun 2013,” ujar Herman kepada media, Selasa (29/9/2020).

Wilayah Bogor menurut Herman, memiliki potensi yang luar biasa besar. Apalagi lokasi Summarecon Bogor juga didukung kontur alam berbukit dengan pemandangan alam empat gunung sekaligus, yakni Gunung Salak, Gunung Gede, Gunung Pangrango dan Gunung Pancar.

“Sehingga potensinya akan sangat berbeda dengan pengembangan Summarecon yang lain,” katanya.

Summarecon Bogor akan dikembangkan menjadi sebuah kota mandiri yang lengkap dengan berbagai fasilitas untuk masyarakat yang tinggal sebagai first home. Proyek ini bakal menelan dana investasi lebih dari Rp20 triliun.

Adrianto P Adhi, Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk juga optimis, proyek terbaru Summarecon tersebut akan disambut antusias oleh pasar. Apalagi, kata dia, hunian yang diluncurkan tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat dalam hidup Kenormalan Baru.

“Saat ini masyarakat membutuhkan hunian sehat, nyaman, dan punya desain yang pas dengan kebiasaan baru saat ini. Sehingga Summarecon Bogor hadir untuk menjawab potensi itu,” ujarnya.

Sharif Benyamin, Direktur Summarecon Agung sekaligus penanggungjawab pengembangan proyek Summarecon Bogor menambahkan, proyek Summarecon Bogor akan terintegrasi antara hunian dengan fasilitas kota lainnya, seperti tempat usaha, komersial, pendidikan, kesehatan, dan hiburan yang memungkinkan penghuni dapat melakukan beragam aktivitas di dalamnya.

Sebagai awal pengembangan, Summarecon Bogor akan menawarkan tiga klaster hunian, yaitu The Mahogany Residence karya arsitek Hadiprana sebanyak 114 unit dari total 321 unit. Hunian di klaster ini terdiri dari tipe M (lebar 7 X 16) dan tipe G (lebar 9 X 16).

Kemudian The Mahogany Island berupa tanah kavling untuk hunian sebanyak 38 unit. Area yang berdempetan dengan The Mahogany Residence ini dikelilingi sungai dan danau. Ukuran kavlingnya, yakni 10 X 20, 10 X 23 dan 10 X 25.

Klaster berikutnya yang akan dipasarkan adalah The Agathis Golf Residence yang melibatkan arsitek ternama Denny Gondo. Hunian dengan desain kolonial klasik tersebut akan dipasarkan pada tahap awal sebanyak 49 unit dari total 198 unit, dengan tipe A (10 X 18) dan T (12 X 18). Hunian ini persis di samping lapangan golf dengan view Gunung Salak.

“Ada tujuh unit yang langsung berhimpit dengan lapangan golf rencananya akan kami jual dengan sistem lelang,” terang Benyamin.

Untuk area hunian dilengkapi dengan beragam fasilitas, seperti club house, kolam renang, tempat bermain anak dan lainnya.

Perumahan di The Mahogany Residence akan dijual mulai dari Rp1,3 miliar hingga Rp2,1 miliar. The Mahogany Island dijual sekitar Rp1,4 miliar atau Rp7 juta per meter persegi. Sementara di Cluster The Agathis Golf Residence dipasarkan mulai Rp2,9 miliar hingga Rp4,9 miliar.

Summarecon Bogor
Tipe rumah di Summarecon Bogor yang menyajikan view alam Bogor yang natural. (dok. SA)

Pengembang menyediakan beberapa cara bayar, seperti tunai keras, bertahap 15 kali, bertahap hingga 30 kali, KPR Bank, kemudian DP 10 persen dicicil 15 kali (tidak berlaku untuk kavling di The Mahogany Island).

Summarecon Bogor telah membuka show unit sejak 12 September lalu rencananya di 17 Oktober akan dilakukan pemilihan unit.

“Pendaftaran sudah kami buka sejak 23 September dan animonya sangat luar biasa. Sehingga tidak salah kami buka langsung 3 klaster dengan total sebanyak 598 unit,” ungkap Benyamin.

Kehadiran Summarecon Bogor diharapkan dapat pula mendorong target marketing sales Summarecon Agung pada tahun ini, yakni sebesar Rp2,5 triliun.

“Hingga akhir September kami bisa meraih marketing sales sekitar Rp1,9 triliun, dengan kontribusi terbesar, yakni 50 persen dari Summarecon Serpong. Semoga dengan Summarecon Bogor kami bisa mendapatkan tambahan penjualan, sehingga tahun ini bisa meraih target tersebut,” terang Adrianto.

Proyek Summarecon Bogor dibangun dengan sejumlah keunggulan. Antara lain: lokasi yang sangat strategi, dengan akses tol langsung, yakni Bogor Selatan. Kemudian berada di ketinggian 300-500 meter dari permukaan laut, sehingga memungkinkan udara bersih dan sejuk.

Keunggulan lainnya, yakni saleable yang hanya 38 persen (pada umumnya saleable di dataran rendah sekitar 60 persen). Selanjutnya, diapit oleh dua lapangan golf 63 holes dengan luas kurang lebih 210 hektar.