Top 5 This Week

Related Posts

Semakin Memikat, Perkembangan Pariwisata Bali Tingkatkan Daya Tarik Properti

PropertyandTheCity.com, Jakarta – Bali, yang dikenal sebagai Pulau Dewata, tidak hanya memikat hati dengan keindahan alamnya yang menawan, tetapi juga dengan budayanya yang kaya dan pariwisata yang mendunia. Pantai-pantai eksotis, persawahan hijau yang memesona, serta keramahan masyarakatnya menjadikan Bali salah satu destinasi unggulan di Indonesia. Popularitas ini juga tercermin dalam sektor properti, di mana pulau ini terus menawarkan peluang investasi yang menjanjikan bagi para pembeli dan investor.

Bali menjadi salah satu daerah yang menawarkan kenaikan harga (capital gain) properti dan tingkat okupansi yang tinggi. Tren pertumbuhan harga yang kuat dan konsisten selama tahun 2023-2024 menegaskan kekuatan pasar properti Bali, didukung oleh sejumlah kebijakan maupun insentif dari pemerintah yang mendorong kepemilikan asing serta sektor pariwisata.

Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia Provinsi Bali menunjukkan bahwa harga properti residensial di Bali terus mengalami peningkatan pada Triwulan II-2024. Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) mencatat angka 104,27, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 1,86 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan IHPR triwulan sebelumnya yang berada di angka 103,81 (1,48 persen yoy).

General Manager NPG Indonesia, Evgeny Obolentsev, mengidentifikasi tiga tren utama yang memengaruhi pasar properti Bali.

Tren pertama adalah meningkatnya permintaan terhadap properti berkelanjutan dan ramah lingkungan, yang sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan isu lingkungan.

“Tren ini diperkirakan akan terus berlanjut, menarik pembeli dan investor yang peduli lingkungan,” ujar Evgeny, Senin (2/12/2024).

Kedua, transformasi digital dalam industri real estat, yang melibatkan penggunaan platform daring, tur virtual, dan strategi pemasaran digital, kini menjadi alat penting dalam transaksi properti.

Ketiga, tingginya permintaan terhadap ruang kerja jarak jauh. Vila dan hunian dengan konsep home office, dilengkapi internet berkecepatan tinggi serta lingkungan kerja yang kondusif, menjadi pilihan utama bagi pekerja jarak jauh dan nomaden digital.

Tak hanya itu, fokus pemerintah pada pengembangan sektor pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan juga semakin memperkuat posisi Bali sebagai destinasi premium.

Setelah sebelumnya, Bali masuk dalam daftar destinasi yang disarankan tidak dikunjungi turis asing pada 2025 oleh Fodor’s, penerbit paduan perjalanan Amerika Serikat (AS). Alasannya karena Bali mengalami pariwisata yang berlebihan atau overtourism. Namun, daya pikat Bali tetap berhasil menarik wisatawan untuk berdatangan.

Meskipun demikian, menurut Evgeny, para peminat investasi properti perlu mencermati pergeseran minat wisatawan yang kini beralih ke bagian barat Bali.

Kawasan-kawasan seperti Seseh, Kedungu, Cemagi, Nyanyi, dan Pererenan semakin menunjukkan potensi besar sebagai area investasi baru yang menjanjikan bagi sektor properti. Pantai Nyanyi, misalnya, dengan pasir hitam eksotisnya, ombak besar yang memikat para penggemar selancar, serta panorama matahari terbenam yang memukau, kini semakin menarik perhatian.

“Kawasan Nyanyi di Kabupaten Tabanan, telah menjadi hidden gem bagi para pencari kehidupan yang lebih dekat dengan alam,” jelas Evgeny.

Meskipun Sanur, Seminyak, dan Ubud tetap menjadi primadona, generasi muda cenderung tertarik pada lokasi-lokasi baru yang lebih hijau dan selaras dengan keindahan alam Bali.

+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles