Top 5 This Week

Related Posts

PENCIPTAAN NILAI AGAR BISNIS PROPERTI TIDAK MATI GAYA

Kita tentu sering mendengar “produk bagus nih” atau “produk murah nih” sebagai sebagai nilai yang ditawarkan oleh pemasar, bisnis ataupun proyek. Ini adalah konsep keunggulan generic yang ditawarkan oleh Profesor bisnis Michael Porter. Tetapi ini adalah positioning atau penawaran yang tradisional sekali dalam perspektif bisnis. Kondisi ini juga hanya efektif saat kondisi persaingan masih langka. Bagaimana saat persaingan mulai sengit?.

baca juga, Selesai Lakukan Toping Off, Tokyu Land Siap Serah Terima Unit BRANZ Mega Kuningan Tahun Depan

Penawaran nilai berbasis murah dan bagus adalah jenis penawaran yang instingtif. Hal ini terjadi karena organisasi bisnis tidak punya ide atas apa yang seharusnya ditawarkan kepada pasarnya. Sementara di sisi lain kondisi pasar semakin terus mengetat yang membutuhkan berbagai penawaran nilai ketimbang sekedar bagus dan murah. Melalui kemampuan prinsip penciptaan nilai yang baik sajalah yang akan membuat bisnis properti keluar dari jebakan betmen bagus dan murah ini.

Nilai sendiri sebenarnya merupakan hal yang dikosumsi oleh konsumen. Biasanya akan ada 3 persepsi nilai yang akan dihasilkan oleh
konsumen:

• Simulasi 1: Rumah 500 juta seperti 400 juta (nilai: KOK?, kecewa)
• Simulasi 2: Rumah 500 juta seperti 500 juta (nilai: OK Lah, wajar)
• Simulasi 3: Rumah 500 juta seperti 600 juta (nilai: WOW!, puas)

Secara umum inilah posisi konsumen dalam mengkosumsi nilai, yang disebut persepsi nilai. Sehingga tugas para pebisnis properti adalah
mendorong persepsi terbaik untuk hadir dalam benak konsumen.

Prinsip nilai sendiri dapat dikembangkan berbasis 3 hal yang mencakup fungsional, emosional dan sosial. Pada prinsip nilai fungsional maka produk wajib baik dan benar. Pada titik ini pebisnis properti harus mengetahui produk apa yang dikembangkan (ukuran, spek, teknik pengerjaan dan lain – lain). Segala sesuatu harus hadir sesuai yang dibutuhkan. Contohnya pada trend saat ini umumnya rumah 500 juta – 1 miliar akan menggunakan granit ukuran 60 x 60. Maka jika granit yang digunakan menggunakan ukuran 40 x 40 akan menjadi underspec atau
saat menggunakan 80 x 80 malah bisa jadi overspec. Sehingga ketepatan menjadi kata kunci pada penciptaan nilai fungsional ini. Tentu pada akhirnya yang ingin kita sampaikan kepada pasar adalah produk kita memiliki kualitas yang benar. Kalaupun ingin memberikan nilai fungsional yang lebih tinggi maka pastikan kualitas dasarnya harus terpenuhi dan komunikasikan kelebihan ini sebagai diferensiasi.

Pada nilai emosional maka kata kuncinya adalah tentang “konsumen akan menjadi apa saat menggunakan produk kita”. Misalnya konsumen akan berasa menjadi “milenial banget” saat membeli rumah kita. Kalau mau dipertajam lagi maka konsumen akan menjadi “keluarga milenial produktif” dengan tinggal diperumahan kita. Tentu nilai – nilai fungsional pada produk kita harus diselaraskan kepada arah pesan nilai emosional ini. Misalnya perumahan kita sudah memiliki instalasi internet yang baik, pilihan tema fasadnya kekinian, gerbang perumahan
sudah berbasis digital remote dan berbagai fitur kemilenialan lainnya.

Pada nilai sosial maka yang menjadi orientasi adalah kehadiran produk kita menjadi arah penciptaan nilai sosial bagi sesama, lingkungan, pemerintah dan berbagai tatanan hidup lainnya. Contoh: perumahan dengan genteng dari masyarakat Sukabumi. Memang pilihan nilai
sosial ini agak kurang populer, bahkan kadang terkesan seperti dipaksakan. Tetapi produk kecantikan Body Shop sukses melakukannya
dengan berbagai jenis kampanye nilai-nilai sosial yang mereka lakukan. Bagaimana potensi pada bisnis properti?

Penciptaan nilai dapat dilakukan berbasis 3 prinsip yang bisa dipilih ataupun digunakan bersamasama. Semakin renggang sebuah pasar maka nilai dapat berfokus kepada hal-hal fungsional terlebih dahulu. Tetapi ketika semakin ketat sebuah pasar maka nilai perlu dikembangkan hingga tataran emosional dan bahkan akhirnya memuncak pada sosial. Selamat mencoba!

+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles