Jakarta, Propertyandthecity.com – Upaya pemenuhan hunian bagi masyarakat yang terdampak bencana di berbagai wilayah terus berjalan. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait menjelaskan bahwa tim kementerian saat ini fokus melakukan pendataan sekaligus pengecekan langsung kondisi wilayah terdampak.
Menurutnya, pemetaan kebutuhan menjadi dasar penentuan jumlah unit hunian yang harus disediakan serta lokasi yang paling tepat untuk pembangunan.
“Saat ini para direktur jenderal (Dirjen), mulai dari Dirjen Tata Kelola Pengendalian Risiko (TKPR) di Sumatera Utara, Dirjen Perumahan Perdesaan di Aceh, hingga Dirjen Kawasan Permukiman yang baru kembali dari Sumatera Barat, masih bergerak di lapangan untuk memetakan kebutuhan hunian masyarakat terdampak,” ujarnya di Jakarta seperti yang dikutip dari antaranews.com, Kamis (05/12/2025).
Maruarar menegaskan bahwa dukungan teknis pemerintah akan diarahkan untuk membantu penentuan lokasi hunian baru. Setiap titik akan dipastikan memiliki jangkauan layanan publik memadai seperti sekolah, fasilitas kesehatan, pasar, hingga akses ke lokasi pekerjaan warga.
“Kami membantu pemda dengan pengalaman teknis kami, memastikan lokasi yang diusulkan aman, dekat sekolah, rumah sakit, pasar, dan akses kerja warga,” terangnya.
Untuk mempercepat penanganan hunian, Kementerian PKP telah menyiapkan stok Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) yang dapat langsung dikirim. Lebih dari 400 unit dilaporkan telah siaga di Medan, sementara di Bandung sekitar 100 unit. Penambahan jumlah unit tetap terbuka jika kondisi lapangan menuntut percepatan penanganan.
“Di Medan sudah standby lebih dari 400 unit, dan di Bandung sekitar 100 unit. Jika diperlukan, kami siap menambah sesuai kebutuhan di lapangan,” kata Maruarar.
Koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah akan ditingkatkan sesuai arahan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Maruarar menyampaikan bahwa semua langkah diupayakan berlangsung cepat dan selaras agar masyarakat terdampak segera memiliki hunian yang aman untuk ditinggali.
“Kami memastikan semua langkah berjalan cepat dan terkoo-rdinasi, agar masyarakat terdampak segera mendapatkan hunian yang aman dan layak,” pungkasnya.





















