Top 5 This Week

Related Posts

KEUNGGULAN BERSAING BISNIS PROPERTI

Apa Itu? Bagaimana Caranya? Bagaimana Dampaknya?

Saat bisnis properti masih “sendirian” maka otomatis kita langsung dapat menjadi juara. Melalui produk seadanya dengan harga tinggi maka otomatis pasar “terpaksa” menyerapnya. Tetapi saat hadir pemain lain maka pasar akan bereaksi mempertanyakan posisi bisnis kita. “Kemahalan nih developer, padahal produknya biasa saja” begitulah kira – kira arah koreksi dari pasar. Apa lagi kalau hadir berbagai pemain lain
berikutnya, maka pasar otomatis akan mencari produk terbaik dengan harga termurah sekaligus ngatain kita “produk, proyek dan developernya ga ok nih”. Pada titik ini kita membutuhkan keunggulan bersaing.

baca juga, SYNTHESIS HUIS, Millenial Housing, Region Jakarta

Michael Porter (1985) menyatakan keunggulan bersaing (competitive advantage) adalah kemampuan yang diperoleh organisasi bisnis melalui karakteristik dan sumber daya tertentu untuk memiliki kinerja yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan lain pada industri atau pasar yang sama. Pengertian lainnya adalah tentang bagaimana melakukan sesuatu pada organisasi bisnis secara lebih baik dari organisasi bisnis lainnya (baca: developer properti). Secara sederhana keunggulan kompetitif sendiri awalnya dapat dimanifestasikan dalam bentuk paling murah (cost leadership) atau paling bagus (differentiation). Tetapi dalam opsi lainnya adalah dengan membangun fokus kepada pasar khusus (niche market).

Pada tataran cost leadership sebenarnya sasaran utamanya bukanlah harga murah, melainkan proses bisnis yang efisien sehingga wajar akhirnya harga menjadi murah. Sehingga pada titik ini maka desain properti, pemilihan material, tim, proses dan model pembayaran yang perlu menjadi perhatian developer. Pada keunggulan differentiation maka kualitas dan keunikan yang perlu menjadi pertimbangan. Sedangkan pada keunggulan niche market maka menemukan pasar yang tepat (serta khusus) perlu menjadi pertimbangan, misalnya pasar milenial dan sejenisnya. Developer properti dapat memilih salah satu dari tiga pilihan ini, agar jelas positioningnya dan tajam atas pilihannya dalam mengunggulkan diri.

Secara umum keunggulan bersaing merupakan arah untuk mendorong kinerja organisasi bisnis (developer properti). Kinerja organisasi bisnis dapat berbentuk keuangan dan pemasaran. Pada tataran keuangan pengukuran kinerja dilakukan berbasis pengukuran (1) peningkatan pendapatan dan (2) peningkatan keuntungan. Sedangkan pada pengukuran pemasaran maka pengukurannya akan mencakup (1) peningkatan penjualan, (2) perluasan segmen pasar dan (3) hadirnya citra merk yang baik (branding). Kinerja organisasi memang merupakan hal utama yang menjadi tujuan mengapa sebuah organisasi didirikan.

Pada berbagai kajian ilmiah juga membuktikan dekatnya hubungan keunggulan bersaing dengan kinerja organisasi pada bidang real estate (Park & Glascok, 2010; Setiawan & Daromes, 2019). Keunggulan bersaing sendiri juga dapat didorong melalui sumberdaya (Barney & Clark, 2007), inovasi (Lengnick, 1992) dan strategi bisnis (Farida & Setiawan, 2022). Pada konteks ini maka penting bagi developer properti untuk menjaga ataupun mengembangkan sumberdaya, mengembangkan kultur inovasi dan dengan sengaja memilih strategi bisnisnya. Pada prinsipnya pasar itu terbuka atas berbagai penawaran developer. Hanya saja saat developer properti tidak memiliki keunggulan bersaing yang nyata maka tawarannya terhadap pasar pun akan menjadi tidak jelas. Pada akhirnya posisi bisnis, proyek dan produk sang developer hanya sekedar berkerumun di tengah keramaian. Mari ciptakan keunggulan bersaing secara terencana.

Referensi (jika dibutuhkan):
• Barney, J. B., & Clark, D. N. (2007). Resource-based theory: Creating and sustaining competitive advantage. OUP Oxford.
• Farida, I., & Setiawan, D. (2022). Business Strategies and Competitive Advantage: The Role of Performance and Innovation. Journal of Open Innovation: Technology, Market, and Complexity, 8(3), 163.
• Lengnick-Hall, C. A. (1992). Innovation and competitive advantage: What we know and what we need to learn. Journal of management, 18(2), 399-429.
• Park, A., & Glascock, J. (2010). Review articles: corporate real estate and sustainable competitive advantage. Journal of Real Estate Literature, 18(1), 1-19.
• Porter, M. E. (1985). Technology and competitive advantage.
Journal of business strategy, 5(3), 60-78.
• Setiawan, A. A., & Daromes, F. E. (2019). Total Quality Management sebagai Mekanisme Pendorong Competitive Advantage dan Inovasi untuk Mencapai Kinerja Perusahaan: Studi Empiris pada Perusahaan Real Estate. Jurnal Bisnis dan Ekonomi, 26(1).


Dr. Pinpin Bhaktiar, CPM Asia
CPM Asia - Edukator dan Entrepreneur - Pengajar PPM School of Management - One of Founder Prolab Institute | + posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles