Top 5 This Week

Related Posts

Bukan Cuma Perumahan, Ini Konsep Township di Kota Podomoro Tenjo

Jakarta, Propertyandthecity.com – Konsep township kini berkembang sebagai kawasan terpadu yang tidak hanya menyediakan hunian, tetapi juga berbagai fasilitas untuk menunjang kebutuhan sehari-hari bagi penghuninya. Konsep tersebut menggabungkan area residensial, komersial, fasilitas publik, ruang terbuka hijau, hingga sistem transportasi dalam satu kawasan yang dalam satu kawasan yang terintegrasi.

Dalam pengembangannya, township membutuhkan infrastruktur dasar yang memadai, mulai dari jaringan jalan internal, listrik, air, sistem drainase, hingga pengelolaan kawasan. Konektivitas juga menjadi salah satu faktor penting, terutama akses menuju jalan utama dan transportasi publik.

Selain infrastruktur, perencanaan jangka panjang menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Pengembangan kawasan perlu memperhatikan zonasi, aktivitas ekonomi, pengelolaan lingkungan, serta ruang terbuka agar kawasan tetap dapat berkembang dan mendukung kualitas hidup penghuni.

Konsep kawasan terpadu juga memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Ketersediaan fasilitas hunian, pusat perbelanjaan, pendidikan, kesehatan, dan area komersial dalam satu kawasan dapat membuat aktivitas harian lebih efisien.

Kawasan yang tertata dengan fasilitas publik dan ruang terbuka hijau juga dapat mendukung kualitas lingkungan dan kehidupan komunitas. Dalam jangka panjang, perkembangan fasilitas serta infrastruktur kawasan menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi nilai properti.

Kota Podomoro Tenjo Kembangkan Konsep Kota Mandiri

Salah satu proyek yang mengusung konsep kawasan mandiri adalah Kota Podomoro Tenjo di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kawasan ini dikembangkan di atas lahan sekitar 650 hektare dengan konsep kota satelit yang menggabungkan area hunian dan berbagai fasilitas pendukung. Pengembangan kawasan tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan rumah, tetapi juga penyediaan infrastruktur dan fasilitas yang menunjang aktivitas penghuni.

Dari sisi konektivitas, kawasan ini mengusung konsep Transit Oriented Development (TOD) dengan akses menuju transportasi publik, termasuk KRL. Kawasan tersebut juga memiliki akses menuju jaringan jalan tol Serpong-Balaraja.

Ruang terbuka hijau menjadi keunggulan dari pengembangan kawasan. Terdapat Green Belt sepanjang 2,5 kilometer, Edelweiss Lake Garden seluas sekitar 1,6 hektare, serta area taman yang dapat digunakan untuk aktivitas keluarga. Selain itu, tersedia fasilitas bersama seperti clubhouse, kolam renang, pusat kebugaran, ruang yoga, private cinema, ruang aktivitas dalam ruangan, hingga co-working space.

Pilihan Hunian Mulai Rp180 Jutaan

Dari sisi produk hunian, salah satu yang tersedia adalah Cluster Magnolia. Berdasarkan informasi pengembang, klaster ini memiliki beberapa pilihan tipe rumah dengan luas tanah mulai 60 meter persegi dan luas bangunan 27 hingga 36 meter persegi.

Harga yang tercantum berada di kisaran Rp180 juta hingga Rp330 juta, tergantung tipe dan luas tanah. Pilihannya mencakup tipe 27/60, 30/60, 36/72, serta 36/90.

Adapun spesifikasi bangunan antara lain menggunakan struktur beton bertulang, pondasi batu kali, dinding bata ringan dan bata merah, serta rangka atap baja ringan. Rumah juga dilengkapi listrik 1.300 watt dan pasokan air bersih dari PDAM.

Konsep township tidak hanya berkaitan dengan pembangunan rumah, tetapi juga bagaimana kawasan menyediakan infrastruktur, fasilitas, konektivitas, serta lingkungan yang dapat menunjang kebutuhan penghuni dalam jangka panjang.

+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles