Jakarta, Propertyandthecity.com – Pembangunan Bandara Bali Utara di kawasan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, kembali didorong pemerintah agar segera direalisasikan. Selain menjadi bandara internasional kedua di Bali, proyek ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah utara, barat, dan timur Pulau Dewata.
Dukungan terhadap proyek tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat menerima Komisaris Utama PT Pembangunan Bali Mandiri (Pembari) Baringin Panggabean di Kediaman Presiden, Hambalang, Jawa Barat, Selasa (14/7). Pertemuan tersebut juga dihadiri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Dalam pertemuan itu, Presiden menerima pemaparan mengenai perkembangan proyek Bandara Bali Utara yang telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025. Prabowo menyatakan dukungannya agar proyek tersebut segera direalisasikan.
Pembangunan bandara internasional kedua di Bali dinilai semakin mendesak seiring meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pulau Dewata serta terus bertambahnya aktivitas penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Kehadiran Bandara Bali Utara diharapkan dapat meningkatkan kapasitas layanan penerbangan, mengurangi beban operasional Bandara Ngurah Rai, sekaligus memperluas akses wisatawan menuju kawasan Bali Utara.
Dirancang Layani Pesawat Berbadan Lebar
Dalam pembahasan tersebut, Presiden juga menyoroti kesiapan infrastruktur bandara, termasuk kemampuan landasan pacu dan fasilitas pendukung untuk melayani pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777 dan Airbus A380.
Menanggapi hal tersebut, Komisaris Utama PT Pembangunan Bali Mandiri Baringin Panggabean menjelaskan, rancangan bandara sejak awal telah disiapkan untuk mengakomodasi operasional pesawat berbadan lebar. Menurutnya, desain tersebut mengacu pada studi kelayakan yang telah memperoleh persetujuan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan.
Dibangun dengan Investasi Swasta
Proyek Bandara Bali Utara akan dibangun melalui skema investasi swasta sehingga tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Skema tersebut diharapkan dapat mempercepat pembangunan tanpa membebani keuangan pemerintah.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bali Utara
Selain meningkatkan konektivitas, kehadiran Bandara Bali Utara diproyeksikan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di wilayah utara, barat, dan timur Pulau Bali. Infrastruktur ini juga diharapkan membuka lapangan kerja baru, memperkuat sektor pariwisata, perdagangan, dan jasa, serta menarik investasi baru, khususnya di Kabupaten Buleleng dan wilayah sekitarnya.
Melalui proyek tersebut, pemerintah menargetkan pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Bali Utara dapat terwujud lebih cepat.





















