Home Property Entrepreneur ARAH OPTIMALISASI EDUKASI BISNIS PROPERTI INDONESIA

ARAH OPTIMALISASI EDUKASI BISNIS PROPERTI INDONESIA

23
0
EDUKASI BISNIS PROPERTI

Secara umum pelaku usaha di Indonesia suka belajar, dan hal ini di validasi oleh laporan GLOBAL ENTREPRENEURSHIP MONITORING 2018
(Bosma & Kelley, 2019). Menurut laporan tersebut dari 56 negara maka pelaku usaha di Indonesia berada dalam peringkat ke 3 dalam melakukan pembelajaran pada fase sekolah dan peringkat 2 melakukan pembelajaran pada pasca sekolah. Hal ini menjelaskan mengapa pelatihan – pelatihan yang di lakukan pada bisnis properti laku keras. Sejauh ini sebenarnya pelatihan – pelatihan bisnis properti sudah terselenggara dengan sangat baik bagi para insan profesional dan pebisnis properti. Hanya saja sektor properti sendiri merupakan leading sectors dengan 170 sektor bisnis ikutan dengan 30 juta tenaga kerja. Kondisi ini mencerminkan kebutuhan pelatihan properti yang baik
dan komprehensif guna melayani sektor bisnis yang maha besar ini.

Pelatihan bisnis properti sendiri kadang terjebak pada janji yang gimmickal, seperti orientasi untuk menjadi kaya raya dan melakukan bisnis tanpa modal. Sehingga orientasi ini mengaburkan makna yang sebenarnya dalam melakukan pelatihan bisnis properti. Dampaknya, akhirnya banyak orang mudah membuka proyek dan selanjutnya sekaligus mengalami kebingungan untuk menjalankannya. Melalui kondisi ini maka perlu dibangun orientasi yang edukatif untuk memberdayakan pelatihan bisnis properti di Indonesia.

Orientasi Taksonomi Pengembangan Edukasi Bisnis Properti

Pengembangan edukasi sendiri sebenarnya memiliki berbagai pertimbangan dalam arah pengembangannya. Beberapa pertimbangan itu mencakup (1) peserta didiknya anak atau dewasa?, (2) bagaimana posisinya pada bisnis?, (3) bagaimana posisi level pengetahuannya?, (4)
bagaimana proporsi pengembangan knowledge, skill, dan attitude dalam program edukasi ini?, (5) apa keilmuan dasar bagi program ini?, (6) dan seterusnya. Kompleksitas kondisi ini mencerminkan kebutuhan pendekatan yang komprehensif dan sistematis bagi pengembangan edukasi
bisnis properti di Indonesia.

Pengembangan edukasi bisnis properti yang baik tentu saja menjadi ikhtiar bagi kita semua untuk mengerjakannya bersama – sama. Kompleksitas perumusannya tentu tidak harus mengecilkan hati kita untuk bergerak mengembangkannya. Penulis sendiri ingin sedikit memberikan buah pikir untuk menjadi bagian pengembangan edukasi bisnis properti di Indonesia. Berikut adalah saran atas taksonomi pengembangan edukasi bisnis properti:

Orientasi Taksonomi Pengembangan Edukasi Bisnis Properti

Melalui ilmu properti maka diorientasikan untuk mempelajari tentang unit properti, kondisi proyek, dan kondisi lingkungan. Ilmu bisnis sendiri dikembangkan berbasis pandangan tentang bagaimana potensi bisnis bisa dihadirkan, pengembangan studi kelayakannya, arah perijinannya, dan berbagai kesiapan lainnya agar bisnis dapat dijalankan. Melalui ilmu manajemen menjadi orientasi tentang bagaimana tata kelola bisnis
hendak dijalankan yang terkait dengan arah pemasaran (marketing management), pengembangan tim (hurman resources management), pengelolaan proyek (operational management), orientasi pengelolaan keuangan (finance management), dan pengembangan arah bisnis (strategic management).

Pengembangan taksonomi ilmu bisnis properti diatas tentu saja masih jauh dari sempurna. Tetapi melalui gagasan pada tulisan ini diharapkan menjadi pemantik bagi seluruh stakeholder bisnis properti Indonesia untuk bersama – sama mengembangkan kualitas edukasi yang baik bagi
sektor ini. Sekaligus juga diharapkan memicu eksplorasi keilmuan lebih jauh atas arah pengembangan ilmu pada bidang ini. •

DR. Pinpin Bhaktiar, CPM Asia
CPM Asia - Edukator dan Entrepreneur - Pengajar PPM School of Management - One of Founder Prolab Institute | + posts

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here