Batam, Propertyandthecity.com — Cipta Group memulai pembangunan proyek perumahan Aster Tropika di kawasan Kabil, Batam, melalui prosesi groundbreaking pada Selasa (18/8/2026).
Proyek tersebut dikembangkan di atas lahan sekitar 8 hektare dan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan hunian pekerja industri serta keluarga muda di kawasan Kabil.
Executive Representative Cipta Group David Liang mengatakan, pertumbuhan investasi industri di Kabil turut meningkatkan kebutuhan terhadap hunian yang dekat dengan pusat aktivitas kerja.
“Kabil saat ini merupakan wilayah dengan pertumbuhan investasi industri yang sangat masif. Aster Tropika kami hadirkan di atas lahan 8 hektare dengan menghadirkan Tipe 30/60 dan Tipe 36+/72,” ujar David dalam keterangan resminya kepada propertyandthecity.com, (18/08/2026).
Menurut dia, kedua tipe tersebut dirancang untuk menyasar pekerja industri yang ingin memiliki rumah dengan harga relatif terjangkau.
Tawarkan Tipe 30/60 dan 36+/72
Aster Tropika menawarkan dua tipe hunian utama, yakni Tipe 30/60 dan Tipe 36+/72.
Tipe pertama memiliki luas bangunan sekitar 30 meter persegi di atas lahan 60 meter persegi, sementara tipe kedua memiliki luas bangunan lebih dari 36 meter persegi di atas lahan 72 meter persegi.
Cipta Group menempatkan kedua tipe tersebut sebagai produk yang menyasar segmen pekerja dan keluarga muda.
Kedekatan dengan kawasan industri menjadi salah satu nilai jual utama karena dapat mengurangi waktu perjalanan antara rumah dan tempat kerja.
Bagi pekerja industri, faktor jarak menjadi penting karena biaya transportasi dan waktu commuting dapat memengaruhi pengeluaran rumah tangga dalam jangka panjang.
Sekitar 90 Unit Terjual
Cipta Group menyebut respons pasar terhadap proyek tersebut mulai terlihat sejak tahap soft launching pada 15 Juli 2026.
Sales and Marketing Manager Cipta Group Ruslan Weng dalam kesempatan yang sama mengatakan sekitar 90 unit telah terjual hingga momen groundbreaking pada 18 Agustus 2026.
“Antusiasme masyarakat sangat positif. Terhitung sejak soft launching 15 Juli 2026 hingga momen groundbreaking 18 Agustus 2026 ini, tercatat sebanyak 90-an unit telah resmi terjual,” ujar Ruslan.
Pencapaian tersebut terjadi dalam kurun waktu sekitar satu bulan sejak proyek diperkenalkan.
Namun, angka penjualan tersebut merupakan data internal perusahaan dan belum disertai informasi mengenai total unit yang dipasarkan pada tahap pertama.
Karena itu, tingkat penyerapan proyek secara keseluruhan belum dapat dihitung hanya dari angka 90 unit tersebut.
Fokus pada Standar Konstruksi
Manajer Operasional Cipta Group Navi Angeline mengatakan perusahaan tetap mempertahankan standar konstruksi meski proyek dipasarkan untuk segmen harga terjangkau.
“Kami membangun Aster Tropika sebagai kawasan hunian berkualitas. Meskipun dipasarkan dengan harga yang sangat terjangkau, standar mutu konstruksi dan material tetap kami jaga dengan kualitas terbaik,” ujarnya.
Kualitas konstruksi menjadi faktor penting terutama untuk proyek yang menyasar pembeli rumah pertama.
Selain harga, konsumen perlu memperhatikan spesifikasi struktur, material dinding, atap, instalasi listrik, sanitasi, drainase, dan kualitas infrastruktur kawasan.
Informasi mengenai spesifikasi material rinci belum dicantumkan dalam materi yang tersedia.
Baca Juga: Menteri ATR/BPN Sebut Waktu Tunggu Pengukuran Tanah di 446 Kantor Kini 0-1 Hari
Baca Juga: Lahan Sawah Tertekan Industri dan Perumahan, ATR/BPN Siapkan Terobosan LP2B
Cash Bertahap 60 Kali Tanpa Bunga
Untuk mempermudah transaksi, Cipta Group menawarkan skema cash bertahap hingga 60 kali tanpa bunga.
Skema ini diarahkan bagi konsumen yang ingin membeli rumah tanpa langsung menggunakan pembiayaan bank.
Program pembayaran tersebut dapat memperkecil nominal cicilan awal apabila dibandingkan pembayaran tunai penuh.
Namun, konsumen tetap perlu menghitung kemampuan pembayaran hingga akhir masa cicilan karena tenor 60 kali berarti komitmen pembayaran sekitar lima tahun.
Selain itu, calon pembeli perlu memastikan apakah terdapat uang muka, biaya administrasi, biaya akad, pajak, serta ketentuan apabila pembayaran terlambat.
Menjawab Kebutuhan Hunian di Kawasan Industri
Pengembangan Aster Tropika menunjukkan bahwa pertumbuhan kawasan industri tidak hanya menciptakan kebutuhan ruang produksi dan logistik.
Kebutuhan hunian bagi pekerja juga ikut meningkat.
Jika hunian berada terlalu jauh dari kawasan kerja, pekerja menghadapi biaya transportasi dan waktu tempuh yang lebih besar.
Karena itu, proyek perumahan di sekitar kawasan industri berpotensi memiliki pasar yang relatif jelas, terutama apabila harga sesuai dengan daya beli pekerja.
Namun, keberhasilan proyek tidak hanya ditentukan oleh kedekatan lokasi. Akses jalan, fasilitas umum, transportasi, lingkungan, kualitas bangunan, serta kepastian legalitas tetap menjadi pertimbangan utama bagi pembeli.
Cipta Group sendiri menyebut telah beroperasi lebih dari 30 tahun dan mengembangkan lebih dari 70 proyek perumahan dan komersial di Batam.
Aster Tropika menjadi salah satu ekspansi terbaru perusahaan untuk menangkap kebutuhan hunian di kawasan Kabil. (*)





















