Top 5 This Week

Related Posts

KPR Rusun Subsidi Berpotensi Tenor 40 Tahun, Cicilan Bisa di Bawah Rp1 Juta

Jakarta, propertyandthecity.com – Pemerintah tengah mengkaji skema KPR rumah susun (rusun) subsidi dengan tenor hingga 40 tahun untuk meningkatkan keterjangkauan hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Melalui skema tersebut, cicilan rumah susun subsidi diperkirakan dapat ditekan menjadi sekitar Rp700 ribu hingga Rp800 ribu per bulan, sehingga lebih terjangkau bagi masyarakat, terutama generasi muda yang ingin memiliki rumah pertama di kawasan perkotaan.

Di saat yang sama, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat penyaluran KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) terus berjalan positif. Hingga 11 Juni 2026, realisasi penyaluran FLPP telah mencapai 77.532 unit rumah.

KPR 40 Tahun untuk Rumah Susun

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan pemerintah saat ini sedang merumuskan sejumlah kebijakan guna meningkatkan keterjangkauan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Salah satu opsi yang tengah dibahas adalah pemberian tenor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) hingga 40 tahun.

Menurut Heru, skema tersebut dapat membantu menurunkan besaran cicilan bulanan sehingga lebih mudah dijangkau masyarakat, khususnya generasi muda yang ingin memiliki hunian di perkotaan.

“Jika kita meninjau keterjangkauan berdasarkan upah minimum, maka apabila calon debitur mengajukan tenor hingga 40 tahun, angsuran per bulannya hanya sekitar Rp700 ribu hingga Rp800 ribu untuk rumah susun,” ujar Heru dalam keterangan resminya, Kamis (11/6).

BP Tapera juga mencatat saat ini terdapat 2.908 unit rumah susun siap huni yang tersedia di berbagai daerah. Sementara berdasarkan data Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang), terdapat potensi pembangunan rumah susun sebanyak 9.217 unit yang akan terus didorong untuk direalisasikan.

Penyaluran FLPP Tembus 77.532 Unit

Di tengah pembahasan skema baru tersebut, program FLPP terus menunjukkan pertumbuhan. Hingga 11 Juni 2026, realisasi KPR Sejahtera FLPP telah mencapai 77.532 unit atau sekitar 22,15 persen dari target pemerintah sebanyak 350.000 unit rumah pada tahun ini.

Penyaluran tersebut merupakan hasil kolaborasi BP Tapera bersama 36 bank penyalur dan 21 asosiasi pengembang yang telah menjangkau 375 kabupaten/kota di 35 provinsi.

Dari sisi perbankan, Bank BTN masih menjadi penyalur terbesar dengan realisasi 37.657 unit rumah atau sekitar 48,56 persen dari total penyaluran FLPP nasional.

Generasi Muda Mendominasi

Menariknya, kelompok usia muda menjadi penerima manfaat terbesar program FLPP sepanjang tahun ini. Data BP Tapera menunjukkan sebanyak 28.060 unit rumah atau 36,19 persen dari total realisasi disalurkan kepada masyarakat berusia 19 hingga 25 tahun.

Tingginya partisipasi generasi muda tersebut dinilai menjadi indikasi program rumah subsidi semakin mampu menjawab kebutuhan rumah pertama bagi masyarakat, sekaligus memperluas akses kepemilikan hunian yang layak dan terjangkau.

+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles