Rabu, Oktober 28, 2026
Beranda Berita Properti SMF Berhasil Salurkan Rp20,88 Triliun untuk Pembiayaan Perumahan pada 2025

SMF Berhasil Salurkan Rp20,88 Triliun untuk Pembiayaan Perumahan pada 2025

0
67
SMF Berhasil Salurkan Rp20,88 Triliun untuk Pembiayaan Perumahan pada 2025
SMF Berhasil Salurkan Rp20,88 Triliun untuk Pembiayaan Perumahan pada 2025. (foto: Dok.Antara).

Jakarta, propertyandthecity.com – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) menyalurkan pendanaan sebesar Rp20,88 triliun kepada lembaga penyalur pembiayaan perumahan sepanjang 2025. Nilai tersebut meningkat dibandingkan penyaluran pada 2024 yang tercatat sebesar Rp17,01 triliun.

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengatakan peningkatan penyaluran dana tersebut mencerminkan upaya perseroan menjaga ketersediaan likuiditas bagi sektor pembiayaan perumahan nasional.

“Sepanjang 2025, Perseroan berhasil menyalurkan dana Rp20,88 triliun kepada lembaga penyalur pembiayaan perumahan,” ujar Ananta dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Untuk menopang aktivitas penyaluran tersebut, SMF menghimpun pendanaan sebesar Rp10,6 triliun sepanjang tahun lalu. Dana tersebut menjadi sumber pembiayaan bagi lembaga keuangan yang menyalurkan kredit perumahan kepada masyarakat.

Kinerja perusahaan juga didukung oleh penilaian positif dari lembaga pemeringkat internasional dan domestik. SMF memperoleh peringkat BBB dari S&P Global, id(AAA) dari Pefindo, serta AAA(idn) dari Fitch Ratings.

Menurut Ananta, peringkat tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban finansialnya sekaligus mencerminkan dukungan pemerintah terhadap peran SMF dalam ekosistem pembiayaan perumahan.

SMF merupakan special mission vehicle di bawah Kementerian Keuangan yang berfungsi menjaga keberlanjutan pembiayaan perumahan nasional. Melalui peran ini, perusahaan mengelola berbagai skema pendanaan jangka panjang untuk lembaga pembiayaan perumahan.

“Setiap Penyertaan Modal Negara yang diterima akan dimanfaatkan melalui skema leverage yang prudent dan terukur,” kata Ananta.

Ke depan, SMF berencana memperkuat perannya melalui sejumlah inisiatif, antara lain mendorong pemanfaatan surat utang SMF sebagai underlying instrumen repo Bank Indonesia, mengoptimalkan peran SMF Research Institute, serta mengembangkan inovasi produk pembiayaan jangka panjang.

SMF menargetkan langkah tersebut dapat memperkuat struktur pembiayaan perumahan nasional sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap hunian yang layak.

Baca Juga: Anggaran Rp7,33 Miliar Digelontorkan, Kementerian PKP Kebut Penataan Kawasan Kumuh

Di tengah dinamika ekonomi dan likuiditas perbankan, kinerja keuangan perusahaan juga tercatat tumbuh. Hingga Desember 2025, total aset SMF mencapai Rp66,814 triliun atau meningkat sekitar 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp565 miliar, naik sekitar 5 persen dibandingkan Desember 2024.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SMF Bonai Subiakto mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan ketahanan model bisnis SMF yang didukung tata kelola serta manajemen risiko yang kuat.

“Laporan keuangan 2025 telah diaudit oleh lembaga audit eksternal independen dengan opini wajar dalam semua hal yang material,” kata Bonai. (*)

+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini